mahasiswa kkn tematik inovasi ipb university desa sukamaju pasang 33 reflektor jalan antisipasi kecelakaan di perbatasan rw 9 dan rw 11 - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University Desa Sukamaju Pasang 33 Reflektor Jalan, Antisipasi Kecelakaan di Perbatasan RW 9 dan RW 11

Mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University Desa Sukamaju Pasang 33 Reflektor Jalan, Antisipasi Kecelakaan di Perbatasan RW 9 dan RW 11
images info

(Pemasangan Reflektor di Kampung Cicaang, Perbatasan RW 09 dan RW 11), KKNT Inovasi IPB University


Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan berkendara warga, tujuh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi IPB University yang bertugas di Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, menyelenggarakan program pemasangan reflektor jalan bertajuk "PAJAR" (Pemasangan Reflektor Jalan). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang difokuskan pada titik rawan di perbatasan RW 9 dan RW 11. Ruas jalan yang selama ini dikeluhkan warga karena minim penerangan dan memiliki tikungan yang cukup tajam, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas pada malam hari.

Program PAJAR digagas sebagai respons atas kondisi jalan tersebut, dengan tujuan memberikan penanda visual yang memantulkan cahaya kendaraan agar pengendara lebih waspada saat melintas, khususnya saat malam hari. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap selama satu minggu, melibatkan tidak hanya mahasiswa KKN Tematik Inovasi, tetapi juga warga dan aparat desa setempat, termasuk jajaran RT dan RW.

Tahap Persiapan: Pemotongan Paralon PVC

Rangkaian kegiatan PAJAR dimulai pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan tahap pembelian dan pemotongan bahan baku tiang reflektor. Mahasiswa membeli enam batang paralon PVC berdiameter 3 inci dengan panjang masing-masing 4 meter. Setiap batang kemudian dipotong menjadi lima bagian, sehingga menghasilkan 30 tiang reflektor. Jumlah ini kemudian ditambah tiga tiang lagi yang merupakan hibah dari Ketua RW 11, sehingga total tiang yang berhasil dikumpulkan mencapai 33 buah sesuai dengan kebutuhan penanda di sepanjang titik rawan yang menjadi sasaran program.

Tahap Perakitan: Stiker Reflektor dan Pengecatan Identitas

Pada Sabtu, 25 Juli 2026, dilanjutkan tahap perakitan tiang reflektor. Setiap paralon PVC ditempeli stiker reflektor berwarna kuning pada tiga bagian berbeda agar dapat memantulkan cahaya dari berbagai sudut pandang pengendara.

Selain pemasangan stiker, mahasiswa juga melakukan pengecatan tulisan “KKNT IPB 2026” pada badan tiang menggunakan cat semprot (pilok) berwarna merah, sebagai identitas sekaligus penanda bahwa reflektor tersebut merupakan hasil kontribusi program KKN Tematik Inovasi di Desa Sukamaju.

baca juga

Tahap Pemasangan: Penanaman 33 Tiang Reflektor

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026. Sebelum ditanam, setiap tiang paralon terlebih dahulu diisi dengan campuran semen dan pasir hingga penuh, kemudian dibiarkan mengering agar tiang cukup kokoh untuk ditancapkan ke badan jalan. Setelah tiang siap, dilakukan pemasangan atau penanaman 33 tiang reflektor di titik yang telah ditentukan, yakni ruas jalan di perbatasan RW 9 dan RW 11. Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN Tematik Inovasi bersama warga dan aparat desa, mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama. Tiang-tiang reflektor ditanam berjajar mengikuti alur jalan, sehingga pantulan cahayanya dapat membantu pengendara mengenali batas dan arah jalan dengan lebih jelas, terutama pada kondisi minim cahaya.

baca juga

Dampak dan Harapan

Kehadiran 33 titik reflektor ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas di ruas jalan perbatasan RW 9 dan RW 11, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang kerap melintas pada malam hari. Program PAJAR juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University dapat berkontribusi langsung terhadap penyelesaian masalah infrastruktur skala kecil namun berdampak besar bagi keselamatan masyarakat Desa Sukamaju.

Dukungan aktif dari warga dan aparat desa dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari persiapan bahan hingga proses penanaman, menunjukkan sinergi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat. Kedepannya, program semacam ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk turut memperhatikan aspek keselamatan jalan melalui solusi sederhana, mandiri, dan berbiaya rendah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.