dorong potensi kuliner lokal di desa panyaungan mahasiswa kknt ipb dampingi digitalisasi pemasaran dodol dan madu tradisional - News | Good News From Indonesia 2026

Dorong Potensi Kuliner Lokal di Desa Panyaungan, Mahasiswa KKNT IPB Dampingi Digitalisasi Pemasaran Dodol dan Madu Tradisional

Dorong Potensi Kuliner Lokal di Desa Panyaungan, Mahasiswa KKNT IPB Dampingi Digitalisasi Pemasaran Dodol dan Madu Tradisional
images info

Kunjungan UMKM Desa Panyaungan


Pada Senin, 03 Agustus 2026, mahasiswa KKNT IPB University menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Kegiatan ini berfokus pada pelaksanaan program kerja Digitalisasi Pemasaran Digital. Langkah strategis ini diambil guna mengenalkan berbagai produk unggulan daerah, khususnya dodol alami dan madu tradisional, agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mengangkat Keutamaan Bahan Alami dan Kualitas Lokal

Produk olahan dodol lokal khas Cihara memiliki keunggulan utama yang terletak pada kualitas bahan bakunya. Berbeda dari produk dodol pada umumnya, olahan tradisional ini dibuat murni tanpa menggunakan bahan pengawet sintesis.

Proses pembuatannya memanfaatkan perasan kelapa asli serta gula aren berkualitas tinggi yang diproduksi langsung oleh para pengrajin di kawasan Cihara. Perpaduan bahan alami ini menghasilkan cita rasa dodol yang kaya, manis legit, dan autentik. Dengan patokan harga yang terjangkau, yakni Rp10.000 per pcs, dodol ini senantiasa menjadi salah satu produk jajanan favorit masyarakat sekitar.

Selain dodol, Desa Panyaungan juga menyimpan potensi ekonomi besar dari sektor madu tradisional. Proses ekstraksi dan pengambilan madu di wilayah ini masih dijalankan secara alami tanpa sentuhan sistem pengembangbiakan buatan. Menariknya, dalam tradisi pemanenan madu lokal, bagian sarang atau anakan lebah (dikenal warga sebagai anak madu) juga turut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk diolah menjadi sajian kuliner khas berupa pepes.

baca juga

Tantangan Daya Tahan Produk dan Logistik Pengiriman

Meski memiliki cita rasa yang khas dan diminati konsumen, para pelaku UMKM lokal masih dihadapkan pada kendala utama terkait daya simpan serta jangkauan distribusi logistik, yang terdiri dari.

  • Keterbatasan Ketahanan Dodol: Karena diproduksi secara murni tanpa pengawet tambahan, produk dodol ini hanya mampu bertahan maksimal selama 3 hari. Keterbatasan daya tahan ini menyebabkan jangkauan penjualan secara langsung masih terbatas pada area sekitar, seperti Kecamatan Bayah hingga Kota Serang.
  • Kendala Kemasan Madu: Untuk produk madu, pemasaran sebenarnya telah menjangkau konsumen di luar daerah, bahkan pernah diuji coba hingga ke luar negeri. Namun, proses pengiriman jarak jauh tersebut mengalami kendala teknis pada kemasan yang rentan pecah. Alhasil, transaksi jarak jauh saat ini masih sangat bergantung pada sistem pengantaran langsung (direct delivery).

Pemanfaatan QRIS dan Optimalisasi Media Sosial

Dalam rangka mengatasi berbagai keterbatasan fisik dan beradaptasi dengan era digital, para pelaku usaha lokal kini mulai berani mengadopsi teknologi transaksi digital serta media promosi yang lebih modern.

Mengadopsi Sistem QRIS Transaksi keuangan di tingkat lokal kini telah dilengkapi dengan fasilitas pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) demi memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pembeli.

Menaikan promosi dengan digital interaktif Pola pemasaran yang sebelumnya hanya mengandalkan metode dari mulut ke mulut (word of mouth) kini mulai beralih memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Saat ini, produk madu telah sepenuhnya dapat dipesan secara online, sementara pemasaran dodol mulai merambah ranah digital secara bertahap.

baca juga

Harapan Pengembangan Berkelanjutan

Melalui pelaksanaan sosialisasi dan edukasi digitalisasi ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Panyaungan dapat memperoleh wawasan mendalam mengenai inovasi pengemasan (packaging) yang lebih tahan lama serta strategi pemasaran konten digital yang efektif.

Langkah ini diharapkan mampu membuka akses pasar nasional maupun internasional secara lebih luas, tanpa mengesampingkan nilai kearifan lokal serta kualitas bahan alami yang menjadi ciri khas produk Desa Panyaungan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.