bukan cuma gizi fasilitas sekolah juga menentukan tumbuh tumbuh anak mengapa demikian - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Cuma Gizi, Fasilitas Sekolah Juga Menentukan Tumbuh Tumbuh Anak: Mengapa Demikian?

Bukan Cuma Gizi, Fasilitas Sekolah Juga Menentukan Tumbuh Tumbuh Anak: Mengapa Demikian?
images info

Ilustrasi anak sekolahan | Unsplash/Husniati Salma


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak di berbagai daerah. Namun, keberhasilan intervensi kesehatan ini dinilai perlu diimbangi dengan pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Reaitanya, masih banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang memiliki fasilitas belajar mengajar minim, bahkan rusak. Ada yang atapnya roboh, ruang kelas yang kurang, atau bahkan jumlah guru yang sedikit.

Fasilitas sekolah sangat memengaruhi kegiatan belajar mengajar karena menentukan tingkat kenyamanan, kemudahan, dan semangat siswa serta guru di sekolah. Artinya, meskipun gizi anak sudah berusaha “dicukupi”, tapi jika kualitas fasilitas sekolahnya masih minim, tentu tetap dapat memengaruhi proses belajar.

Menyoroti Keseimbangan Kebijakan Pendidikan

Setiap kebijakan pendidikan idealnya berjalan secara terpadu agar dapat mengatasi berbagai tantangan di lapangan secara menyeluruh.

Dosen Program Studi Sosiologi FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Rafi Aufa Mawardi S. Sos., M. Sos., dalam keterangannya di unair.ac.id, menilai bahwa alokasi anggaran dan perhatian pemerintah masih perlu diselaraskan dengan kebutuhan sarana dasar sekolah. Menurutnya, pembenahan fisik bangunan dan fasilitas penunjang sama pentingnya dengan program prioritas nasional.

baca juga

Saat ini, distribusi anggaran pendidikan masih cenderung diarahkan ke program prioritas pemerintah. Di sisi lain, persoalan infrastruktur sekolah belum betul-betul mendapatkan perhatian yang proporsional.

“Potret tersebut menggambarkan anomali atau ketimpangan yang sistemik. Pemerintah hanya berfokus pada satu program, tetapi belum melihat persoalan pendidikan yang lebih besar, terutama terkait infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya sosial yang menunjang proses belajar,” ujarnya.

Asupan Gizi dan Fasilitas Sekolah Harus Berjalan Beriringan

Lebih lanjut, Rafi menyebut jika asupan gizi yang terpenuhi secara optimal akan bekerja lebih efektif jika didukung oleh suasana kelas yang aman dan nyaman. Fasilitas sekolah yang memadai tidak hanya mendukung proses transfer ilmu, tetapi juga menjaga motivasi serta kondisi psikologis siswa. Kombinasi antara tubuh yang sehat dan lingkungan yang kondusif akan membuka peluang terbesar bagi anak-anak untuk berkembang.

Di sisi lain, fasilitas sekolah yang kurang layak bisa mengurangi kualitas pengalaman belajar siswa. Jika tidak segera dibenahi, bukan tak mungkin jika siswa akan mengalami penurunan motivasi belajar.

“Anak yang sehat secara fisik dan didukung lingkungan belajar yang kondusif akan lebih mudah mencapai hasil pendidikan yang diharapkan. Sebaliknya, ketika lingkungan belajarnya tidak mendukung, tujuan pendidikan sulit tercapai secara optimal,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pembangunan dunia pendidikan yang berkelanjutan melibatkan sinergi serta dialog yang inklusif antara pemerintah, pendidik, dan akademisi. Pemenuhan gizi melalui program MBG disarankan berjalan selaras dengan perbaikan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta pemenuhan sarana belajar di seluruh daerah.

Rafi mengatakan, langkah integratif ini bisa menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan bermutu secara merata demi investasi masa depan bangsa.

“Pemerintah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan. Selain memastikan aspek gizi melalui MBG, perlu ada integrasi dengan perbaikan substansi kurikulum, pemerataan fasilitas, serta peningkatan kualitas guru. Dengan begitu, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.