Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat bergerak cepat melaksanakan program “Cooking Therapy berbasis Community Empowerment” bersama Sekolah Perempuan Teras Harmoni Desa Ketapang Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini didanai langsung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Kemendikbudristek Dikti. Aktivitas tersebut dirancang lebih interaktif dan mendalam.
Fokus utama kali ini adalah membedah bagaimana aktivitas motorik dan sensorik saat mengolah bahan makanan dapat bertransformasi menjadi media katarsis emosi dan penurunan tingkat stres sosial. Mereka memasak bersama dan diakhiri dengan refleksi dari tim pengabdian.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Sekolah Perempuan Teras Harmoni, Nurul Fiqriyah, S.Pt., anggota Sekolah Perempuan Teras Harmoni, serta Tim Pengabdian UNNES. Tim KKN UNNES GIAT 16 Desa Ketapang juga ikut membantu dalam kegiatan Cooking Therapy yang dilaksanakan di Desa Ketapang.

Dengan terlaksanananya kegiatan ini, program “Cooking Therapy berbasis Community Empowerment” berjalan sesuai koridor blueprint yang direncanakan. Berdasarkan peta jalan program, masih terdapat 3 hingga 4 runtutan acara strategis selanjutnya sebelum program ini mencapai tahap kemandirian penuh (sustainability).
Tahapan berikutnya diproyeksikan akan melangkah pada penguatan kapasitas produksi, higienitas komunal, hingga pembentukan struktur organisasi komunitas yang mandiri untuk mengawal keberlanjutan program secara swadaya.
Secara akademis, dinamika partisipasi dalam kegiatan kedua ini semakin mempertegas pemenuhan target global yang diusung dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui keterlibatan aktif elemen masyarakat di atas, edukasi mengenai kesejahteraan psikologis tidak lagi menjadi konsep teoritis yang berjarak, melainkan sebuah praktik empiris yang dirasakan langsung oleh partisipan selama sesi terapi kelompok guna mewujudkan SDGs Poin 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Seluruh pergerakan ini pada akhirnya bermuara pada manifestasi dari SDGs Poin 17 terkait Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kehadiran multidimensi dari para anggota sekolah perempuan, tim pengabdian, dan tim KKN UNNES GIAT 16 Desa Ketapang, serta sokongan penuh dari Kemdiktisaintek menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi dapat bergerak harmonis dan berkelanjutan demi mencapai tujuan pembangunan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Sebagai penutup kegiatan, Tim Pengabdian UNNES menggelar sesi refleksi bersama untuk memanen impresi psikologis dari para partisipan setelah berdinamika dengan bahan makanan. Sesi ini memunculkan beragam respons emosional yang jujur dan menyentuh dari para ibu dan warga yang hadir.
Banyak di antara peserta yang mengaku merasakan suasana yang sangat melegakan. Aktivitas memotong, meracik, dan memasak bersama ternyata berhasil menjadi ruang aman untuk menumpahkan kepenatan domestik sehari-hari.
"Biasanya memasak itu jadi rutinitas yang melelahkan di rumah. Tapi hari ini, di sini, rasanya berbeda sekali. Kami saling bercerita, tertawa, dan beban di pikiran rasanya berkurang banyak," ungkap Ibu Siti Roqiah.
Tidak hanya sebagai sarana katarsis emosi, kegiatan ini juga memantik antusiasme baru. Sebagian besar ibu-ibu menyatakan merasa sangat tertantang untuk mencoba kembali menu masakan baru yang telah mereka kreasikan bersama tim pengabdian di rumah masing-masing.
Ada kebanggaan tersendiri yang muncul saat mereka berhasil menciptakan hidangan baru yang sehat, ekonomis, sekaligus kaya estetika.
Optimisme ini menjadi indikator awal yang sangat positif. Kehangatan interaksi dan dorongan untuk bereksperimen di dapur rumah masing-masing menjadi sinyal kuat bahwa fondasi resiliensi komunitas berbasis pemberdayaan ini kian kokoh terbentuk, siap menyambut agenda ketiga dengan semangat yang lebih besar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


