buah kapul buah asli kalimantan yang mulai terlupakan kenali ciri manfaat dan cara mengolahnya - News | Good News From Indonesia 2026

Buah Kapul Asli Kalimantan yang Terlupakan: Kenali Ciri, Manfaat, dan Cara Mengolahnya

Buah Kapul Asli Kalimantan yang Terlupakan: Kenali Ciri, Manfaat, dan Cara Mengolahnya
images info

Buah Kapul Asli Kalimantan yang Terlupakan: Kenali Ciri, Manfaat, dan Cara Mengolahnya | Foto: (Wikipedia Commons | Ezagren)


Buah kapul merupakan salah satu buah asli Indonesia yang kini mulai jarang ditemukan dan kurang dikenal oleh masyarakat. Meski tidak sepopuler manggis, duku, atau rambutan, buah kapul memiliki cita rasa yang lezat serta menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan. 

Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati yang sangat melimpah, termasuk beragam jenis buah lokal yang tumbuh di hutan maupun perkebunan.

Sayangnya, tidak semua buah tersebut dikenal luas, sehingga buah kapul menjadi salah satu kekayaan alam Nusantara yang terlupakan.

Mengenal Buah Kapul

Buah kapul memiliki nama ilmiah Baccaurea macrocarpa. Di beberapa daerah, buah ini juga dikenal dengan berbagai nama lain, seperti tampoi, pasin, setai, jentikan, terai, dan pegak. Tanaman ini termasuk ke dalam famili Phyllanthaceae, yaitu kelompok tumbuhan yang masih satu keluarga dengan meniran.

Habitat asli buah kapul berada di hutan tropis Kalimantan. Namun, pohon buah kapul juga dapat ditemukan di beberapa wilayah Sumatra yang masih memiliki kawasan hutan alami. Pohon buah kapul umumnya tumbuh di hutan dataran rendah.

Karena berasal dari hutan, buah kapul masih tergolong buah liar yang belum banyak dibudidayakan secara komersial. Hal inilah yang membuat keberadaannya semakin sulit ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket.

Ciri-Ciri Buah Kapul

Sekilas, buah kapul memiliki bentuk yang menyerupai buah duku, tetapi ukurannya lebih besar. Buah ini berbentuk bulat dengan kulit yang cukup tebal berwarna cokelat menyerupai kulit buah sawo.

Saat dibuka, buah kapul memiliki daging berwarna putih yang sedikit bening dan berair. Susunan daging buahnya mirip dengan buah manggis karena terdiri dari beberapa ruas yang mudah dipisahkan. Tekstur daging buah kapul terasa lembut dengan cita rasa manis yang berpadu sedikit asam sehingga memberikan sensasi segar saat dimakan.

Untuk menikmati buah kapul, caranya cukup mudah. Buah hanya perlu ditekan pada bagian tengah atau pangkal menggunakan kedua telapak tangan hingga kulitnya pecah. Setelah itu, daging buah dapat langsung dikonsumsi.

baca juga

Apakah Buah Kapul Sama dengan Manggis?

Banyak orang mengira buah kapul adalah jenis manggis karena bentuk daging buahnya hampir sama. Padahal, keduanya merupakan buah yang berbeda meskipun memiliki beberapa kemiripan.

Persamaan buah kapul dan manggis terletak pada bentuk daging buah yang berwarna putih serta rasa manis yang menyegarkan. Selain itu, kedua buah ini sama-sama banyak ditemukan di Pulau Kalimantan.

Perbedaan paling mudah terlihat pada bagian kulitnya. Kulit manggis berwarna merah keunguan hingga kehitaman, sedangkan kulit buah kapul berwarna cokelat seperti buah sawo dengan tekstur yang lebih tebal.

Daging manggis berwarna putih cerah, sementara daging buah kapul cenderung putih transparan seperti buah dukuh atau kelengkeng. Kulit manggis juga memiliki tonjolan di bagian bawah yang menunjukkan jumlah ruas buah di dalamnya. Sebaliknya, buah kapul tidak punya tonjolan tersebut.

Buah Kapul
info gambar

Buah Kapul | Foto: (Wikipedia Commons | Ezagren)


Cara Mengolah Buah Kapul

Selain dapat dimakan langsung, buah kapul juga dapat diolah menjadi berbagai makanan dan minuman tradisional.

Salah satu olahan yang cukup dikenal di Kalimantan adalah tuak kapul atau tuak tampoi. Daging buah kapul difermentasi bersama ragi di dalam wadah tertutup selama beberapa minggu hingga menghasilkan minuman fermentasi dengan cita rasa manis alami.

Selain itu, buah kapul juga bisa diolah menjadi sirup. Daging buah dipisahkan dari bijinya, kemudian diblender bersama sedikit air hingga halus. Setelah disaring, sari buah direbus bersama gula pasir dan daun pandan hingga mengental. Sirup buah kapul biasanya disajikan dingin dengan tambahan es batu sehingga terasa lebih menyegarkan.

Bagian kulit buah kapul yang tebal ternyata juga dapat dimanfaatkan. Lapisan putih pada bagian dalam kulit diiris tipis, kemudian direndam menggunakan air kapur sirih agar rasa sepatnya berkurang. Setelah itu, irisan kulit diberi bumbu, dilapisi tepung tapioka, lalu digoreng hingga renyah menjadi keripik kulit buah kapul.

Manfaat Buah Kapul untuk Kesehatan

Tidak hanya memiliki rasa yang lezat, buah kapul juga mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

  • Kaya Antioksidan
    Buah kapul mengandung senyawa antioksidan seperti polifenol dan flavonoid. Kandungan ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis serta mempercepat proses penuaan.
  • Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
    Kandungan vitamin C pada buah kapul berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini membantu meningkatkan produksi sel darah putih sehingga tubuh lebih mampu melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka.
  • Menjaga Kesehatan Pencernaan
    Serat yang terdapat dalam buah kapul membantu melancarkan proses pencernaan. Konsumsi buah yang kaya serat juga dapat mengurangi risiko sembelit sekaligus menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus.
  • Menjaga Kesehatan Kulit
    Vitamin C dan antioksidan dalam buah kapul berperan dalam pembentukan kolagen yang dibutuhkan kulit agar tetap kenyal dan sehat. Antioksidan juga membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari serta polusi yang dapat menyebabkan penuaan dini.
  • Menjaga Kesehatan Jantung
    Buah kapul juga mengandung kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Selain itu, kandungan seratnya berperan dalam membantu mengontrol kadar kolesterol sehingga kesehatan jantung dapat tetap terjaga.
baca juga

Buah kapul adalah salah satu buah lokal yang patut mendapat perhatian lebih. Melestarikan buah kapul tidak hanya berarti menjaga keberagaman hayati Indonesia, tetapi juga memperkenalkan kembali salah satu kekayaan alam Nusantara kepada masyarakat. 

Dengan semakin banyak orang mengenal buah kapul, diharapkan buah khas Kalimantan ini tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.