Ada banyak kebingungan yang tampak dalam diri anak-anak di Rumah Baca Zhaffa ketika kakak-kakak dengan syal hijau di leher bertuliskan Si JALAK mengucapkan kata nokturnal, primata, dan labirin.
Banyak anak langsung mengernyitkan dahi karena tidak memahami arti dari kata-kata yang disebutkan itu. Lucunya, mereka mengernyitkan dahi sambil buru-buru mengacungkan tangannya karena ingin memenuhi rasa penasarannya akan kata-kata yang bagi mereka asing.
Dengan semangat, kakak-kakak yang mengenakan syal hijau menjelaskan arti kata-kata tersebut sambil menggunakan media kartu kepada anak-anak yang berkumpul mengelilingi mereka.
Si JALAK
Begitulah keriuahan yang terjadi di Rumah Baca Zhaffa pada hari Kamis, 2 Juli 2026. Rumah Baca Zhaffa menjadi tempat yang disambangi lima Finalis Duta Bahasa (DuBas) DKI Jakarta 2026 yang tergabung dalam Krida 4 DuBas DKI Jakarta 2026.
Kelima finalis tersebut adalah Bayu Erlangga, Dania Zahra Ayusti, Lukas Gabriel Simanjutak, Veronica Yegar Sahaduta, dan Syahra Hafiza Rahma Putri.
Berbekal syal hijau bertuliskan Si JALAK, Kartu Permainan Si JALAK, Buku Petualang Si JALAK, dan juga cerita daerah, Krida 4 DuBas DKI Jakarta 2026 berusaha memperkenalkan kembali kata-kata dalam bahasa Indonesia yang kini sudah menjadi asing bagi anak-anak.

Keseruan Krida 4 DuBas DKI Jakarta 2026 Bersama Anak-Anak Rumah Baca Zhaffa
Si JALAK ternyata bukan tanpa arti. Si JALAK merupakan akronim dari Jelajah Aksara dan Literasi Anak. Program ini hadir atas dasar keprihatinan terhadap menurunnya kemampuan anak-anak dalam memahami kosakata bahasa Indonesia.
Keterbatasan paparan terhadap kosakata sebenarnya bukanlah masalah sederhana. Anak-anak dengan pemahaman kosakata yang rendah akan membuat anak kesulitan dalam memahami suatu bacaan dan kesulitan menangkap suatu informasi secara utuh.
Untuk itulah Si JALAK hadir dan berusaha menjadi jawaban atas keresahan dan keprihatinan tersebut.
Dengan menggunakan media Kartu Permainan Si JALAK, Buku Petualang Si JALAK, dan juga cerita daerah yang berasal dari laman Budi Literasi, Krida 4 DuBas DKI Jakarta 2026 berusaha memperkenalkan kembali kosakata bahasa Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak-anak.
Rangkaian kegiatan permainan Si JALAK diawali dengan penyajian bacaan cerita yang diakses secara gratis melalui laman Budi Literasi. Anak-anak diajak masuk ke dalam cerita sembari mengidentifikasi kata-kata yang terdengar asing.
Setelahnya, anak-anak diajak untuk memahami kata-kata asing tersebut dengan media kartu permainan yang di dalamnya terdapat bentuk visual dari kata tersebut sekaligus juga arti dan contoh penggunaan kata dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak berhenti sampai di situ, untuk semakin menguatkan pemahaman akan kosakata tersebut, anak-anak diajak mencatat kosakata baru yang telah dipelajari ke dalam Buku Petualang Si JALAK. Kemudian, mereka memilih satu kosakata yang paling menarik untuk digunakan dalam sebuah kalimat sederhana.
Pada akhir sesi pembelajaran, anak-anak akan diminta untuk menempelkan stiker pada kosakata yang dianggap sesuai dengan makna atau konteks yang telah dipelajari dan juga menuliskan refleksi singkat di dalam Buku Petualang.
Budi Literasi
Hal yang tidak kalah menarik dari Krida 4 DuBas DKI Jakarta 2026 adalah penggunaan Budi Literasi untuk mengakses bahan bacaan. Budi Literasi adalah singkatan dari Buku Digital, Gerakan Literasi Nasional yang merupakan platform digital yang digagas oleh Kementerian Pendidikan.
Program ini menyediakan berbagai bacaan dari banyak jenjang secara gratis. Laman ini bisa dimanfaatkan oleh orang tua ATAU untuk membacakan cerita kepada anak-anak.
Meskipun memiliki berbagai macam koleksi bacaan dan dapat diakses secara gratis, keberadaan Budi Literasi masih belum menyentuh masyarakat luas. Padahal, Budi Literasi sebenarnya berpotensi sangat besar untuk menjadi sumber belajar yang dapat dibagikan kepada anak-anak untuk memperbanyak kosakata bahasa Indonesia dan menguatkan kemampuan literasinya.
Oleh karena itu, dalam Si JALAK, Krida 4 DuBas DKI Jakarta 2026 secara tidak langsung memperkenalkan juga keberadaan Budi Literasi kepada semakin banyak pihak. Sekali lagi, hal ini penting untuk semakin memperkuat kemampuan literasi anak-anak yang nantinya akan membuat anak-anak menjadi semakin mencintai bahasa Indonesia.
Mencintai Bahasa Indonesia

Veronica Yegar Sahaduta, Salah Satu Finalis Duta Bahasa DKI Jakarta 2026
Si JALAK dan Budi Literasi adalah salah dua contoh usaha yang diperjuangkan oleh berbagai macam pihak untuk mengajak masyarakat, terlebih anak-anak, untuk semakin mencintai bahasa Indonesia.
Di tengah perkembangan zaman yang cepat, anak-anak bangsa semoga tidak dengan mudah melupakan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Veronica Yegar Sahaduta, salah satu finalis Duta Bahasa DKI Jakarta 2026, menegaskan, “Krida ini kami gagas untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia sejak dini kepada anak-anak, sehingga kami berharap tumbuh juga rasa cinta kepada Bahasa Indonesia kepada generasi penerus bangsa.”
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa melalui Si JALAK, anak-anak diharapkan dapat semakin mengenal, mencintai, dan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari itu, anak-anak juga diajak untuk memahami bahwa bahasa Indonesia sarat akan cerita, pengetahuan, imajinasi, dan juga nilai budaya. Dengan memahami dan mencintai bahasa Indonesia, anak-anak bangsa secara tidak langsung akan mencintai bangsa Indonesia. Tabik!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


