pameran menuju dari hadir di yogyakarta membaca ulang keseharian lewat tubuh memori dan benda - News | Good News From Indonesia 2026

Pameran Menuju/Dari Hadir di Yogyakarta: Membaca Ulang Keseharian Lewat Tubuh, Memori, dan Benda

Pameran Menuju/Dari Hadir di Yogyakarta: Membaca Ulang Keseharian Lewat Tubuh, Memori, dan Benda
images info

Pameran Menuju/Dari Hadir di Yogyakarta, Membaca Ulang Keseharian Lewat Tubuh, Memori, dan Benda


Jogja sejak lama dikenal sebagai kota tempat banyak seniman belajar, tinggal, berkarya, dan berpameran. Kehadiran kampus seni, galeri, komunitas, ruang alternatif, hingga agenda pameran membuat ekosistem seni di kota ini terus bergerak.

Banyak seniman muda memulai proses kreatifnya di Yogyakarta. Kota ini juga menjadi tempat bertemunya seniman, kurator, kolektor, akademisi, dan publik seni.

Yogyakarta kembali menjadi ruang pertemuan bagi praktik seni rupa kontemporer. EDSU house menghadirkan pameran grup bertajuk Menuju / Dari, yang menampilkan karya terbaru tiga seniman, yakni Ayurika, Mutiara Riswari, dan Rizki Tilarso. 

Pameran ini berlangsung pada 18 Juni hingga 2 Agustus 2026 di EDSU house, Jl. Kaliurang Km 5 No. 72, Sleman, Yogyakarta. Pameran ini dikuratori oleh Mega Nur dan dibuka untuk publik pada Selasa hingga Minggu pukul 10.00–19.00 WIB.

Membaca Arti Menuju / Dari

Pameran Menuju / Dari di EDSU House Yogyakarta | Foto: GNFI/Pierre Rainer
info gambar

Pameran Menuju / Dari di EDSU House Yogyakarta | Foto: GNFI/Pierre Rainer


Judul Menuju / Dari berangkat dari dua kata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Menuju” bisa dimaknai sebagai arah, tujuan, atau proses bergerak ke sesuatu. Sementara “dari” dapat merujuk pada asal, titik awal, atau hal-hal yang membentuk seseorang.

Dalam pameran ini, gagasan tersebut dibaca melalui karya seni. Ketiga seniman mencoba melihat kembali pengalaman sehari-hari, baik melalui tubuh, ingatan, keluarga, maupun benda-benda yang sering ditemui. Pameran ini tidak hanya bicara tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang proses seseorang mengenali dirinya, lingkungannya, dan hal-hal yang membentuk kehidupannya.

"Pameran ini berangkat dari gagasan mengenai proses perpindahan dan berbagai
lintasan yang membentuk pengalaman sehari-hari," tulisnya dalam rilis resmi.

Tiga Seniman dengan Pendekatan Berbeda

Pameran Menuju / Dari di EDSU House Yogyakarta | Foto: GNFI/Pierre Rainer
info gambar

Pameran Menuju / Dari di EDSU House Yogyakarta | Foto: GNFI/Pierre Rainer


Dalam pameran Menuju / Dari, Ayurika, Mutiara Riswari, dan Rizki Tilarso hadir dengan pendekatan yang berbeda. Ayurika menampilkan karya yang berangkat dari tubuh, terutama kaki, sebagai bagian yang menjadi tumpuan saat manusia berdiri, berjalan, dan bergerak. Beberapa karyanya yang tampil antara lain Menuju Dari, Makmum, Sekartaji, Emban, dan Tapak Tumpu. 

Sementara itu, Mutiara Riswari membawa tema ingatan keluarga dan asal-usul. Ia banyak menggunakan arang sebagai medium utama, termasuk dalam karya besar Lenggah berukuran 240 x 200 cm. Ia juga menghadirkan karya Sedulur, yang dibuat menggunakan tanah di atas kertas.

Rizki Tilarso hadir lewat karya-karya berbasis objek. Ia menggunakan benda-benda sehari-hari seperti kursi, pensil, besi berkarat, pagar, pipa, lampu, hingga komponen otomotif dan kelistrikan. Benda-benda tersebut disusun kembali menjadi karya baru yang mengajak pengunjung melihat ulang hal-hal yang akrab di sekitar mereka. Beberapa karya yang ditampilkan antara lain Ujian Sejak Dini, Tegak Walau Ringkih, dan Sejauh Jarak Cahaya Mengikuti.

Dengan tiga pendekatan ini, pameran Menuju / Dari memperlihatkan bagaimana tubuh, ingatan, dan benda keseharian dapat menjadi bahan untuk membaca pengalaman manusia secara lebih dekat.

EDSU house sebagai Ruang Seni

Pameran Menuju / Dari di EDSU House Yogyakarta | Foto: GNFI/Pierre Rainer
info gambar

Pameran Menuju / Dari di EDSU House Yogyakarta | Foto: GNFI/Pierre Rainer


EDSU house menjadi penyelenggara pameran ini. Berbasis di kawasan utara Yogyakarta, EDSU house tidak hanya berfungsi sebagai galeri, tetapi juga sebagai ruang untuk pertemuan gagasan. Dalam siaran persnya, EDSU house disebut sebagai ruang yang berfokus pada eksplorasi artistik, kolaborasi lintas disiplin, dan hubungan dengan publik seni yang lebih luas. 

Melalui Menuju / Dari, EDSU house memberi ruang bagi tiga seniman untuk menunjukkan perkembangan terbaru dalam praktik berkarya mereka. Ayurika bergerak melalui tema tubuh dan kaki, Mutiara melalui memori keluarga dengan arang serta tanah, sementara Tilarso melalui benda-benda keseharian.

Pameran ini tidak berusaha menjauhkan seni dari kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, karya-karya dalam Menuju / Dari menunjukkan bahwa hal-hal sederhana di sekitar manusia bisa dibaca kembali melalui seni rupa. Pameran ini dapat dikunjungi di EDSU house, Yogyakarta, hingga 2 Agustus 2026.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

PR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.