Generasi muda Kalimantan Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua talenta cilik asal Kota Banjarbaru, Zydan dan Almeera, berhasil mengharumkan nama daerah dalam ajang Putera Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2026, kompetisi yang mempertemukan duta budaya anak dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam ajang tersebut, Zydan mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu Grand Winner Putera Kebudayaan Cilik Indonesia 2026 dan Best Talent Putera Kebudayaan Cilik Indonesia 2026. Sementara itu, Almeera berhasil menyabet gelar Grand Winner Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2026, melengkapi kebanggaan Kalimantan Selatan di panggung nasional.
Keberhasilan keduanya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan memiliki generasi muda yang mampu menjadi duta budaya sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas. Mereka membawa misi mengenalkan kekayaan budaya Banua di hadapan peserta dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang beragam.
Sebelum tampil di tingkat nasional, Zydan dan Almeera telah melalui proses seleksi di tingkat daerah. Sebagai wakil Kalimantan Selatan, keduanya juga memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Banjarbaru, dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Ajang Putera Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2026 tidak sekadar menilai penampilan di atas panggung. Para peserta juga diuji dalam berbagai aspek, mulai dari kemampuan berkomunikasi, wawasan mengenai kebudayaan, bakat, kepercayaan diri, hingga pemahaman terhadap identitas budaya daerah yang mereka wakili.
Penghargaan Best Talent yang diterima Zydan menjadi bukti bahwa kemampuannya mendapat apresiasi khusus dari dewan juri. Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta yang mampu menampilkan potensi terbaik selama rangkaian kegiatan berlangsung, di luar kategori utama yang diperebutkan.
Ibunda Zydan, Ramadina Riski Saputri, mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih putranya. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses belajar, latihan, dan pendampingan yang telah dijalani selama mengikuti kompetisi.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian Zydan di ajang Putera Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2026. Gelar Grand Winner dan Best Talent ini bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga kami persembahkan untuk Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. Semoga Zydan terus belajar, tetap rendah hati, serta dapat menjadi bagian dari generasi yang mencintai dan memperkenalkan budaya Banua hingga tingkat nasional maupun internasional," ujarnya kepada media GNFI.

Zydan dan Almeera meraih Prestasi sebagai Grand Winner Putera Puteri Kebudayaan Cilik 2026 (Foto:Dok. Zydan)
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi ini bukan semata-mata mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter anak. Melalui proses persiapan dan kompetisi, peserta belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja keras, serta pentingnya memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi muda.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, ruang bagi anak-anak untuk mengenal budaya daerah menjadi semakin penting. Beragam budaya populer dari berbagai negara kini dapat diakses dengan mudah, sehingga diperlukan wadah yang mampu memperkenalkan budaya lokal dengan cara yang menarik dan sesuai perkembangan zaman.
Kompetisi berbasis kebudayaan menjadi salah satu media yang efektif untuk tujuan tersebut. Anak-anak tidak hanya menampilkan kemampuan seni atau bakat, tetapi juga mempelajari sejarah, filosofi, adat istiadat, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya yang menjadi identitas daerah asal mereka. Proses ini membuat peserta lebih memahami akar budayanya sekaligus memiliki kesempatan memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi Kalimantan Selatan, hadirnya generasi muda yang mencintai budaya daerah memiliki arti penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya. Daerah ini memiliki kekayaan budaya yang beragam, seperti kain sasirangan, tradisi masyarakat Banjar, kesenian daerah, permainan tradisional, hingga budaya sungai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.
Berbagai warisan budaya tersebut bukan sekadar simbol identitas daerah, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, pengenalan budaya sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Ajang Putera Puteri Kebudayaan Cilik Indonesia 2026 juga membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan melalui jalur formal. Anak-anak dapat berperan aktif melalui kompetisi, pertunjukan seni, kegiatan edukasi, maupun aktivitas kreatif lainnya yang memberikan ruang untuk mengenalkan budaya kepada masyarakat.
Keberhasilan Zydan dan Almeera menjadi gambaran bahwa pembinaan potensi anak membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga pemerintah daerah. Sinergi tersebut akan membantu anak mengembangkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperluas wawasan mereka.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai provinsi untuk saling mengenal budaya masing-masing. Interaksi tersebut memperkaya pengetahuan mereka tentang keberagaman Indonesia sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap perbedaan budaya.
Prestasi yang diraih Zydan dan Almeera menjadi bukti bahwa anak-anak mampu berperan sebagai duta budaya sejak usia dini. Mereka tidak hanya menjadi peserta kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus mencintai budaya daerah, mengembangkan potensi diri, serta membawa nama Kalimantan Selatan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


