jangan coba coba sentuh hyrox kalau cuma modal fomo - News | Good News From Indonesia 2026

Jangan Coba-Coba Sentuh Hyrox Kalau Cuma Modal FOMO

Jangan Coba-Coba Sentuh Hyrox Kalau Cuma Modal FOMO
images info

Hyrox Jakarta 2026./Hyrox Ina


Partisipasi atlet Indonesia di kancah Hyrox internasional terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Setelah keterlibatan aktif di berbagai kompetisi luar negeri seperti di Taipei, prestasi terbaru kembali lahir di Singapura pada November 2025 lalu.

Duet Standy Tjandra dan Nicholas Sardjono yang turun di kategori Men's Double Open usia 25–29 tahun sukses menyabet podium ketiga. Mereka juga sekaligus mencetak rekor nasional baru dengan catatan waktu 57 menit 40 detik, sebuah pembuktian bahwa perwakilan Indonesia mampu bersaing ketat dalam kompetisi Hyrox tingkat regional.

Peningkatan prestasi tersebut beriringan dengan melonjaknya popularitas Hyrox di tanah air. Meski demikian, ajang ketahanan ini menuntut kesiapan fisik yang matang dan tidak bisa dianggap sebagai wadah untuk sekadar mengikuti tren sesaat di media sosial.

Oleh karena itulah, Hyrox kerap dianggap tidak cocok untuk mereka yang FOMO. Sebagaimana diketahui, FOMO adalah adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang berarti rasa cemas ketinggalan momen atau hal atau tren yang sedang dilakukan oleh orang lain.

Hal itu diakui oleh selebritas Melanie Ricardo yang ikut serta dalam Hyrox Jakarta 2026. Setelah mencoba Hyrox, ia menyadari betul bahwa komitmen latihan total sangat diperlukan demi keselamatan dan performanya.

"Terus terang saya percaya Hyrox is not a kind of sport that you can just go with FOMO. Hyrox is a kind of sport, it's fun, but it needs and takes a lot of preparation. Gak bisa cuma sekadar FOMO and you just jump in," ujar Melanie.

Bagi masyarakat yang ingin mulai bersiap, penguasaan teknik dasar menjadi kunci utama. Latihan lari merupakan hal pertama yang bisa dilakukan untuk membangun kapasitas kardio serta ketahanan tubuh, termasuk memahami efisiensi teknik pada alat skier.

Perwakilan Hyrox APAC, William Petty, menjelaskan bahwa peminat Hyrox di Indonesia dapat mengakses fasilitas latihan representatif melalui program khusus agar proses persiapan berjalan aman dan terukur. Jakarta sendiri dinilai memiliki potensi pasar yang sangat besar setelah berhasil menjaring 11.500 atlet pada fase awal.

"Kalau mau ikut terjun ke Hyrox, bisa latihan di gym yang jadi tempat latihan resmi. Kita memiliki gym Hyrox 365. Ini adalah akademi global kita. Gym ini menjadi pusat latihan Hyrox. Mereka bisa berlangganan melalui website. Ini memungkinkan mereka untuk memasang kelas Hyrox, serta aktivitas Hyrox lainnya," kata William.

Meski diwanti-wanti untuk tidak FOMO, bagaimana pun juga mencoba Hyrox tentu tidak ada salahnya. Antusiasme tinggi dari para pegiat olahraga ini bahkan mendapat respons positif dari pihak pemerintah yang sedang gencar berupaya meningkatkan indeks kebugaran masyarakat secara luas.

Sri Wahyuni selaku Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI memaparkan data bahwa tingkat partisipasi olahraga di Indonesia baru menyentuh angka 26 persen, tertinggal jauh dari Vietnam yang sudah berada di atas 63 persen. Dengan begitu, kehadiran ajang Hyrox Jakarta 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak partisipasi olahraga baru yang efektif bagi publik.

"Willingness kami di Kemenpora sangat besar untuk membuat olahraga Hyrox ini sebagai salah satu pemicu mendekatkan partisipasi masyarakat untuk berolahraga. Kami, Kemenpora, ingin sekali yang berprestasi-prestasi kayak ini, apalagi yang sudah meraih keputusan internasional, itu menularkan ke teman-temannya yang lain, ke komunitas-komunitasnya yang lain," tutur Sri Wahyuni.

Kawan tertarik mencoba Hyrox juga? 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.