danau sentarum surga lahan basah terluas di asia tenggara yang tersembunyi di jantung kalimantan barat - News | Good News From Indonesia 2026

Danau Sentarum, Surga Lahan Basah Terluas di Asia Tenggara yang Tersembunyi di Jantung Kalbar

Danau Sentarum, Surga Lahan Basah Terluas di Asia Tenggara yang Tersembunyi di Jantung Kalbar
images info

RaiyaniM (wikimedia commons)


Kawan GNFI, bayangkan sebuah danau yang berubah wajah setiap tahunnya. Selama sepuluh bulan, ia berubah menjadi lautan air setinggi belasan meter, menenggelamkan hutan-hutan di sekitarnya dan menciptakan ekosistem akuatik yang luar biasa kaya.

Lalu saat kemarau tiba, sekitar 80 persen wilayahnya mengering, menyisakan genangan-genangan kecil yang menjadi perangkap sekaligus surga sementara bagi ribuan spesies makhluk hidup.

Inilah Taman Nasional Danau Sentarum, sebuah keajaiban alam yang tersembunyi di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dan sedang semakin ramai dibicarakan sebagai salah satu destinasi ekowisata paling unik di Indonesia.

Ekosistem Lahan Basah Terluas di Asia Tenggara

Data resmi dari pengelola Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) mengungkap fakta yang menakjubkan: tujuan utama konservasi TNDS adalah melindungi keanekaragaman hayati ekosistem lahan basah terluas di Asia Tenggara, dengan kawasan seluas 127.393 hektare yang berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.

Ekosistem danau musiman ini menyimpan kekayaan biodiversitas yang sulit tertandingi. Kawasan ini menjadi rumah bagi 510 spesies tumbuhan endemik dan 265 jenis ikan air tawar, termasuk ikan arwana merah (Scleropages formosus) yang dikenal sebagai salah satu ikan hias paling berharga dan langka di dunia.

Selain itu, TNDS juga menjadi habitat orangutan Kalimantan, buaya sinyulong, hingga berbagai spesies primata endemik Borneo.

Yang membuat ekosistem ini semakin istimewa adalah fungsinya bagi sistem hidrologi regional. Kawasan ini berperan vital sebagai area tadah hujan dan pengatur tata air regional Kalimantan Barat, melibatkan masyarakat dalam menjaga fungsi hidrologis Sungai Kapuas sebagai pengatur tata air alami.

baca juga

7 Tipe Hutan dalam Satu Kawasan

Kawan GNFI, keunikan Danau Sentarum tidak berhenti pada statusnya sebagai lahan basah terluas. Kawasan ini juga memiliki kerumitan ekologis yang sangat tinggi. Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Global Ilmiah (2025) mengkaji potensi ekowisata Danau Sentarum secara komprehensif dan mengungkap bahwa ekosistem di kawasan ini terdiri atas berbagai spesies tanaman dan semak belukar yang berkemampuan adaptasi luar biasa di daerah yang hampir selalu digenangi air sepanjang tahun.

7 tipe hutan berbeda hadir dalam satu kawasan, mulai dari Hutan Rawa Kerdil, Rawa Terhalang, Rawa Tinggi, Riparian, Rawa Gambut, Dataran Rendah Perbukitan, hingga Kerangas. Menariknya, pembagian ini tidak hanya didasarkan pada penelitian ilmiah modern, tetapi juga pada pengetahuan lokal masyarakat adat yang telah hidup berdampingan dengan ekosistem ini selama berabad-abad.

Surga Madu Organik yang Mendunia

Salah satu aspek paling membanggakan dari Danau Sentarum yang jarang diketahui publik luas adalah tradisi periau atau budidaya lebah madu oleh masyarakat Dayak setempat. Program pemberdayaan kelompok periau (petani madu), nelayan tradisional, dan Masyarakat Peduli Api dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan, termasuk program sertifikasi madu organik, menghasilkan 20 hingga 25 ton madu berkualitas tinggi setiap tahunnya.

Madu Danau Sentarum, yang dihasilkan dari lebah liar yang menghisap nektar bunga-bunga hutan gambut Borneo, telah lama dikenal sebagai salah satu madu terbaik di dunia dengan cita rasa dan khasiat yang khas.

Kini, dengan sertifikasi organik, produk ini semakin terbuka peluangnya untuk menembus pasar ekspor yang lebih luas.

baca juga

Wisata yang Makin Ramai, Konservasi yang Tetap Dijaga

Penelitian dalam Jurnal Global Ilmiah (2025) juga mencatat bahwa Danau Sentarum semakin berkembang sebagai destinasi wisata andalan Kabupaten Kapuas Hulu dan Kalimantan Barat, dengan berbagai atraksi yang menarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru.

Festival minum madu, kontes ikan arwana super red, parade perahu tradisional, festival makanan dan musik etnis, hingga Sentarum Cruise atau wisata susur danau menjadi daya tarik yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.

Di balik perkembangan wisata ini, konservasi tetap menjadi prioritas utama. Program perlindungan ikan arwana merah, orangutan Kalimantan, dan buaya sinyulong dilakukan melalui breeding program dan habitat restoration, dengan monitoring populasi secara berkala menggunakan teknologi GPS tracking untuk mamalia besar.

Inisiatif konservasi Danau Sentarum bahkan telah berkembang ke tingkat internasional. Sejak 2007, Indonesia bersama Brunei Darussalam dan Malaysia menggagas inisiatif konservasi lintas negara bernama Heart of Borneo. Danau Sentarum menjadi salah satu titik kunci dalam program perlindungan ekosistem hutan tropis di jantung Pulau Kalimantan ini.

Kalbar Punya Harta yang Belum Banyak Diketahui

Kawan, Danau Sentarum adalah pengingat bahwa Kalimantan Barat menyimpan kekayaan alam yang jauh melampaui sekadar garis khatulistiwa atau panjang Sungai Kapuas.

Di balik rimba Kapuas Hulu yang masih lebat, tersimpan ekosistem lahan basah yang menjadi laboratorium alam kelas dunia, tempat madu organik diproduksi secara tradisional, ikan-ikan langka dijaga dengan teknologi modern, dan masyarakat adat menjadi mitra utama konservasi, bukan sekadar penonton.

Jika Kawan punya kesempatan menjelajahi Kalimantan Barat, jangan lewatkan untuk memasukkan Danau Sentarum dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi.

Tidak setiap hari kita bisa menyaksikan langsung ekosistem langka yang menghidupi jutaan makhluk hidup sekaligus menjaga keseimbangan iklim kawasan Asia Tenggara.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.