Taman Nasional Danau Sentarum merupakan kawasan konservasi lahan basah terbesar di Indonesia yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Dengan luas mencapai 127.393 hektare, kawasan ini memiliki ekosistem danau musiman yang tergolong langka di dunia. Keunikan utama kawasan ini terletak pada siklus airnya yang ekstrem.
Selama sekitar sepuluh bulan dalam setahun, wilayah ini digenangi air dengan kedalaman mencapai 14 meter.
Namun, saat musim kemarau tiba, sekitar 80% wilayah danau akan mengering dan menyisakan kolam-kolam kecil yang menjadi tempat berkumpulnya ikan.
Kawan yang berkunjung ke sini dapat menyaksikan perpaduan antara bentang alam yang masif dengan kehidupan masyarakat tradisional yang masih terjaga.
Sekilas Mengenai Taman Nasional Danau Sentarum
Sejarah perlindungan kawasan ini dimulai pada tahun 1981 saat wilayah ini berstatus sebagai cagar alam, sebelum kemudian berubah menjadi suaka margasatwa pada 1983. Barulah pada tahun 1999, pemerintah menetapkan Danau Sentarum sebagai taman nasional untuk mengakomodasi kebutuhan pengelolaan yang lebih komprehensif.
Danau ini berfungsi sebagai pengatur tata air alami bagi Sungai Kapuas, di mana Danau Sentarum memasok hampir setengah aliran air sungai tersebut saat musim kemarau.
Kawasan ini juga menjadi rumah bagi masyarakat tradisional dari berbagai suku Dayak, seperti Dayak Iban, Sebaruk, dan Kenyah. Mereka telah beradaptasi selama berabad-abad dengan dinamika naik turunnya air danau.
Daya Tarik Utama Taman Nasional Danau Sentarum
Kekayaan hayati menjadi aspek paling memikat dari taman nasional ini, terutama keberadaan ikan Arwana Asia atau Siluk Merah yang legendaris.
Ikan ini merupakan spesies mandat yang menjadi prioritas perlindungan karena nilai konservasi dan ekonominya yang tinggi.
Selain Arwana, perairan Sentarum menjadi habitat bagi 265 jenis ikan air tawar lainnya, termasuk ikan Jelawat dan Tapah yang menjadi komoditas penting bagi nelayan tradisional.
Untuk fauna darat, Danau Sentarum merupakan habitat penting bagi Orangutan Kalimantan dan trenggiling biasa. Tempat ini menjadi keberadaan bagi 154 spesies anggrek langka yang tumbuh subur di antara tujuh tipe hutan berbeda di dalam kawasan taman nasional.
Aktivitas ekowisata di sini jugamenawarkan pengalaman berbeda. Kawan bisa melakukan pengamatan burung (bird watching), memancing, hingga mengikuti proses pemanenan madu hutan organik yang dilakukan oleh kelompok periau.
Pemandangan di sini berubah total mengikuti musim. Saat air pasang, Kawan bisa menyusuri hutan rawa dengan perahu di antara puncak pohon yang terendam
Saat air surut, bentang alam berubah menjadi padang rumput luas dengan kolam-kolam ikan yang menjadi tontonan unik.
Akses Menuju Taman Nasional Danau Sentarum
Menuju Danau Sentarum membutuhkan waktu yang panjang. Dari Pontianak, perjalanan darat dan air menuju Semitau memakan waktu sekitar 14 jam.
Opsi tercepat adalah terbang dari Pontianak ke Putussibau selama 2 jam, lalu lanjut menggunakan perahu sungai (longboat) selama sekitar 7 jam untuk sampai ke lokasi.
Meski perjalanannya jauh, transportasi air di Kapuas Hulu sudah tersedia untuk mengantar wisatawan.
Waktu Terbaik Berkunjung ke Danau Sentarum
Kunjungan ke Danau Sentarum sangat bergantung pada musim.
Bulan Oktober hingga Juli adalah waktu terbaik jika ingin berkeliling dengan perahu, sementara Agustus hingga September adalah saat yang tepat untuk melihat danau yang mengering. Harga tiket masuk mengikuti tarif resmi taman nasional yang ditetapkan pemerintah.
Untuk menginap, tersedia pilihan homestay di rumah warga atau fasilitas terbatas milik pengelola taman nasional.
Ayo Berkunjung ke Taman Nasional Danau Sentarum!
Pengalaman melihat danau musiman terbesar di Indonesia ini akan memberikan perspektif baru tentang kekayaan alam kita yang unik.
Kawan bisa mulai merencanakan kunjungan ke Kapuas Hulu untuk melihat langsung keajaiban alam ini.
Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Danau Sentarum?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


