Kawan GNFI, pernahkah tiba-tiba menerima SMS promo dari sebuah produk yang bahkan belum pernah kamu beli, apalagi sampai mendaftar sebagai member-nya? Rasanya pasti mengherankan sekaligus sedikit mengusik. Dari mana mereka bisa tahu nomormu?
Kalau Kawan pernah mengalami ini, tenang saja — kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami hal serupa dan berakhir bingung, lalu lanjut scroll seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal, tanpa disadari, nomor handphone kita sebenarnya telah menempuh perjalanan panjang hingga sampai ke tangan orang-orang yang bahkan tidak kita kenal.
Memangnya Nomor Kita Sudah Kemana Saja?
Setiap kali mengisi formulir pendaftaran, membuka aplikasi baru, atau sekadar menekan tombol "Setuju" pada syarat dan ketentuan, tanpa sadar kita sudah memberikan izin bagi nomor handphone kita untuk berpindah tangan.
Kawan GNFI pasti tidak asing dengan kebiasaan ini: saat ingin mendaftar di aplikasi baru, langsung scroll ke bawah lalu klik "Setuju" tanpa membaca isinya sama sekali. Kebiasaan ini ternyata bukan hal yang sepele. Mengacu pada penelitian Situmeang (2021), seorang pengacara sekaligus dosen di Universitas Komputer Indonesia, ketika kamu langsung klik setuju tanpa baca isinya, pihak ketiga justru bisa memanfaatkan kelengahan tersebut untuk mengambil data pribadi kamu secara diam-diam tanpa kamu ketahui sama sekali.
Yang mengejutkan, ini bukan terjadi karena peretasan yang rumit atau canggih. Justru sebaliknya — ini bermula dari hal sesederhana saat kita mendaftar akun di aplikasi atau situs web yang kebijakan privasinya tidak jelas.
Perjalanan Nomor Kita Setelah Lepas dari Tangan Kita
Ada proses panjang sebelum nomor kita akhirnya sampai ke tangan pengirim SMS tersebut. Mulai dari platform tempat kita mendaftarkan akun, diteruskan ke mitra bisnis, lalu sampai kepada pihak ketiga yang tidak kita kenal.
Yang lebih mengkhawatirkan, data kita tidak selalu tinggal di satu tempat. Fakta ini sudah dibuktikan lewat studi yang dilakukan oleh Sirumapea dan Sawitri pada tahun 2025, data pribadi kamu bisa berpindah ke pihak lain tanpa kamu tahu, dan tanpa ada yang minta izin ke kamu sebelumnya.
Perusahaan yang menyimpan data kita tidak selalu berniat buruk, tetapi sistem yang lemah membuka celah yang cukup luas sehingga nomor kita bisa berakhir di tangan siapa saja — termasuk pelaku penipuan.
Lalu, Apa yang Bisa Kawan Lakukan?
Daripada hanya merasa khawatir, ada langkah-langkah sederhana yang sebenarnya bisa Kawan lakukan untuk melindungi data pribadi. Nah, soal ini Erikha dan Hoesein sudah pernah bahas tuntas lewat penelitian mereka di 2025, salah satu langkah paling dasar yang sering diabaikan adalah tidak sembarangan memberikan nomor HP saat mendaftar suatu layanan, terutama kalau platform itu kebijakan privasinya tidak jelas atau terkesan mencurigakan.
Selain itu, biasakan untuk tidak langsung menekan "Setuju" sebelum membaca izin akses apa saja yang diminta oleh suatu aplikasi. Tidak ada sistem yang mampu melindungi data kita seratus persen, tetapi kita bisa memulai dari hal paling sederhana: lebih berhati-hati sebelum klik "Setuju".
Kalau perlu, Kawan juga bisa menyiapkan nomor alternatif khusus untuk keperluan mendaftar akun yang tidak terlalu penting. Dengan begitu, nomor utama kita tetap terjaga.
SMS promo yang selama ini kita anggap sebagai gangguan kecil sebenarnya adalah sinyal bahwa ada yang perlu diperbaiki dalam cara kita memperlakukan data pribadi. Mulai sekarang, yuk lebih selektif dalam membagikan nomor HP dan lebih teliti sebelum menekan tombol "Setuju". Karena di era digital ini, data pribadi adalah aset yang nilainya tidak kalah berharga dari yang lainnya, Kawan GNFI.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


