turis malaysia ternyata bisa jadi juru selamat organik ekonomi akar rumput saat rupiah lemah - News | Good News From Indonesia 2026

Turis Malaysia Ternyata Bisa Jadi "Juru Selamat" Organik Ekonomi Akar Rumput Saat Rupiah Lemah

Turis Malaysia Ternyata Bisa Jadi "Juru Selamat" Organik Ekonomi Akar Rumput Saat Rupiah Lemah
images info

Ilustrasi beberapa gepok rupiah | Mufid Majnun/Unsplash


Di tengah kondisi ekonomi yang berkecamuk akibat melemahnya nilai tukar rupiah, momen ini juga dimanfaatkan oleh wisatawan asing untuk berbondong-bondong datang dan berbelanja di Indonesia. Salah satu negara yang paling banyak menyumbangkan wisatawan asing adalah Malaysia. Berbagai tempat di Indonesia seperti Batam, Medan, Bali, hingga Jakarta dikunjungi oleh wisatawan untuk sekadar berbelanja atau berlibur sejenak.

Uniknya, pelemahan rupiah yang selama ini dipandang sebelah mata sebagai tanda lesunya ekonomi domestik, ternyata juga bisa melahirkan sedikit “keuntungan” bagi pelaku UMKM di kota-kota yang kerap didatangi wisatawan. Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UNAIR), Sarah Anabarja, S.I.P., M.Hub.Int., Ph.D., menilai situasi unik ini sebagai ketimpangan daya ekonomi atau asymmetric economic power yang dipicu oleh faktor kedekatan geografis dan budaya.

Saat rupiah terdepresiasi, nilai ringgit otomatis menguat. Hal ini akan memberikan keuntungan kurs (currency advantage) yang memicu perilaku belanja lintas batas (cross-border shopping).

Efek Domino Bagi Pelaku UMKM

Sarah melanjutkan, hubungan antara Indonesia dan Malaysia sebetulnya sudah terikat sejak lama di luar konteks diplomasi politik, seperti dari pariwisata, perdagangan lokal, sampai ikatan keluarga di wilayah perbatasan.

Turunnya nilai rupiah disebutnya “hanya” menjadi pemantik yang mengaktifkan kembali kedekatan dua negara. Dalam studi HI, fenomena ini disebut sebagai complex interdependence atau saling ketergantungan yang kompleks.

“Ketika satu saluran melemah (misalnya investasi formal), saluran lain seperti konsumsi informal justru menguat sebagai mekanisme penyeimbang alami. Ini adalah karakteristik sistem yang resilient secara struktural,” jelas Sarah melalui unair.ac.id.

Hilir mudiknya wisatawan asing inilah yang dikatakan Sarah sebagai “penyelamat” organik bagi ekonomi akar rumput. Berbeda dengan bantuan dana pemerintah yang sering mandek di lapisan atas, aliran uang dari turis ini dibelanjakan langsung dan akan masuk ke kantong pedagang di pasar, usaha perhotelan, UMKM kuliner, hingga pengemudi ojek.

baca juga

Hal senada juga disampaikan oleh Pakar Ekonomi UNAIR, Prof. Rossanto Dwi Handoyo, S.E., M.Si., Ph.D. Belakangan, cukup banyak konten-konten di media sosial yang membahas soal kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. menurutnya, momen ini cukup bermanfaat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia yang sedang mengalami penurunan. Dalam keterangannya, pariwisata disebut tetap memiliki kontribusi dalam penguatan rupiah.

Akan tetapi, penguatan nilai rupiah melalui pariwisata tetap memerlukan kontribusi besar. Ia menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan asing tidak secara langsung memberikan dampak terhadap kenaikan rupiah.

Strategi Penguatan Infrastruktur Belanja

Dari segi pariwisata, Indonesia memiliki peluang besar. Namun, Sarah mengungkap bahwa pemerintah belum terlalu serius untuk membuat sektor ini menjadi sektor prioritas. Akibatnya, Indonesia sering terjebak dalam citra “destinasi murah” yang mungkin akan ditinggalkan wisatawan jika kurs kembali normal.

“Jika pemerintah tidak segera bergerak dari mode reaktif menuju strategi proaktif, fenomena ini hanya akan menjadi berkah musiman yang menguap tanpa meninggalkan jejak struktural yang berarti bagi perekonomian nasional jangka panjang,” tegas Sarah.

Menyikapi hal ini, Sarah menyarankan beberapa hal agar fenomena ini bisa ikut berdampak pada perekonomian nasional jangka panjang. Menurutnya, pemerintah harus segera membenahi infrastruktur wisata belanja.

baca juga

Langkah nyata yang bisa diambil adalah mempermudah sistem pembayaran digital lintas batas, salah satunya lewat optimalisasi QRIS antarnegara. Selain itu, pemerintah juga bisa melonggarkan akses visa sekaligus menjamin perlindungan konsumen.

Tak hanya itu, fenomena ini juga harus menjadi modal diplomasi ekonomi (soft power) untuk menaikkan kelas nation branding Indonesia di mata dunia. Di sisi lain, pemerintah juga perlu untuk mendorong perjanjian timbal balik yang melindungi dan memperluas jangkauan UMKM lokal ke Malaysia secara berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.