Batik, salah satu ikon budaya yang melekat dengan kebudayaan Indonesia. Hampir di setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki batik khas mereka tersendiri.
Upaya mengenalkan batik sebagai bagian kebudayaan Indonesia sudah dilakukan sejak lama. Tidak hanya di dalam negeri, upaya mengenalkan batik ini juga dilakukan di tingkat mancanegara.
Salah satu upaya pengenalan batik sebagai bagian budaya Indonesia pernah terjadi pada 1972 silam. Pada waktu itu, ada sebuah helatan bertajuk "Batik Show" yang diselenggarakan di Jepang pada waktu itu.
Helatan ini tidak hanya terpusat pada satu titik saja di Jepang. Pagelaran ini diselenggarakan di beberapa kota yang ada di Negeri Sakura tersebut.
Tidak hanya itu, helatan Batik Show ini juga menyambangi beberapa negara di Asia dalam rangkaian pamerannya. Lantas bagaimana helatan Batik Show yang dilaksanakan pada 1972 lalu tersebut?
Digelar di 4 Kota Berbeda
Dinukil dari artikel "Batik Show Pada 9 Kota Djepang" dalam surat kabar Indonesia Raya edisi 27 April 1972, pameran Batik Show di Jepang ini berlangsung pada Mei 1972. Pameran ini diselenggarakan oleh PN. Industri Sandang yang bekerja sama dengan beberapa pihak yang ada di kota-kota tersebut.
Pameran ini sendiri bertujuan untuk mengenalkan batik sebagai budaya Indonesia di Negeri Sakura. Selain itu, pameran ini ditargetkan juga mampu meningkatkan pemasaran batik di luar negeri, khususnya di kota dan negara yang disambangi oleh pameran tersebut.
Total ada 4 kota yang disambangi oleh pameran batik ini. Tokyo menjadi kota pertama sekaligus pembuka pameran Batik Show yang digelar di Jepang pada waktu itu.
PN. Industri Sandang bekerja sama dengan Departement Store Sogo dalam menyelenggarakan Batik Show di Jepang. Pameran di Tokyo juga diselenggarakan di toko yang memiliki cabang di 9 kota Jepang pada waktu itu.
Dalam acara pembukaan ini, turut hadir Menteri Perindustrian Indonesia pada periode tersebut, yakni M. Jusuf. Dalam acara yang digelar pada 2 Mei 1972 ini, ada juga pemilihan Miss Batik Jepang, yang mana pemenangnya akan berkunjung ke Indonesia pada Agustus di tahun yang sama.
Selepas helatan di Tokyo, pameran Batik Show ini kemudian dilanjutkan di 3 kota lainnya di Jepang, yakni Nagoya, Kobe, dan Osaka. Pameran ini berlangsung pada 3 hingga 10 Mei 1972.
Ratu Indonesia 1971 Ikut Serta
Dalam pameran ini, Ratu Indonesia 1971, yakni Herni Sunarja turut terbang ke Jepang dan mendampingi acara tersebut. Selain itu, Direktur Umum PN. Industri Sandang, yakni M. Sonhadji serta model Helen Sheafer juga ikut serta dalam rombongan tersebut.
Ketiga tokoh ini bergabung bersama tim yang bertolak langsung dari Indonesia pada akhir April 1972. Tim Batik Show inilah yang nantinya bertanggung jawab atas keberlangsungan acara di beberapa kota tersebut.
Rangkaian Tur ke Beberapa Negara Asia Lainnya
Jepang tidak menjadi satu-satunya negara yang disambangi oleh pameran Batik Show ini. Selepas menyelesaikan penyelenggaraan di Negeri Sakura, tim Batik Show bertolak menuju Hong Kong dan menyelenggarakan pameran juga di sana.
Pameran Batik Show di Hong Kong ini digelar pada 15 Mei 1972. Pameran tersebut berlangsung dengan kerja sama Konsulat Jenderal Republik Indonesia yang ada di Indonesia pada waktu itu.
Lima hari berselang, tim Batik Show kemudian melanjutkan rangkaian tur menuju Singapura. Sama seperti dua negara sebelumnya, pameran Batik Show juga diselenggarakan di Singapura dan bekerja sama dengan Hyatt Hotel serta Trans Sumatra International Hotel yang ada di negara tersebut.
Singapura menjadi negara terakhir yang disambangi oleh pameran Batik Show pada waktu itu. Selepas dari Singapura, tim kemudian kembali ke Indonesia dan menandai akhir dari rangkaian tur ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


