Bogor sejak dahulu telah dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata untuk menghilangkan kejenuhan setelah melewati berbagai kesibukan seperti bekerja maupun belajar. Wilayah ini diberi julukan Kota Hujan, karena memiliki intensitas curah hujan yang tinggi.
Bukan tanpa alasan, Bogor berada di dataran tinggi, membuatnya bersifat udara yang sejuk hingga mampu menarik warga yang berminat wisata ke Bogor. Letaknya yang tak jauh dari Jakarta menjadikan Bogor pilihan terbaik untuk menjalani staycation jarak dekat tanpa perlu menghabiskan budget lebih banyak.
Selain menyuguhkan keindahan alam dan lingkungan segar, makanan lokal khas Bogor tak luput dari perhatian wisatawan.
Di sini menawarkan aneka ragam jenis makanan lezat dengan cita rasa yang tak bisa dilupakan oleh waktu, mulai dari jajanan tradisional hingga makanan berkuah.
Lantas apa saja daftar makanan khas Bogor tersebut? Mari kita simak berikut ini!
Soto Mie
Cocok dijadikan santapan ketika memasuki musim cuaca dingin, makanan yang berciri khas berkuah ini patut dipertimbangkan saat Kawan GNFI berpergian ke Bogor.
Soto mie memiliki topping yang cukup bervariasi, berbeda dengan kebanyakan soto pada umumnya. Semangkuknya terdiri dari mi kuning, irisan risol, kol, daging sapi, kikil, potongan tomat, dan kuah kaldun.
Perpaduan jenis makanan tersebut menciptakan cita rasa yang kaya serta menyimpan sentuhan sedap di setiap suapan. Bagi Kawan penggemar kuliner, soto mie mudah sekali dijumpai mulai dari gerobak kaki lima hingga rumah makan yang telah berdiri sejak lama.
Doclang
Doclang adalah salah satu makanan khas Bogor yang masih eksis hingga detik ini. Banyak orang mengira wujud makanan ini mirip dengan ketoprak. Namun, jika diamati lebih detail, ia berbeda.
Dalam satu porsi piring, makanan ini berisi lontong, kentang rebus, tahu, dan kerupuk yang diguyur bumbu kacang kental. Bagian paling spesial dari doclang terdapat pada bagian lontongnya yang dilapisi daun patat. Tujuannya adalah menghasilkan sensasi wangi khas.
Cungkring
Cungkring merupakan salah satu makanan legendaris yang paling diminati wisatawan ketika sedang berkunjung ke Bogor. Sudah terlihat lazim, di dalam wadah cungkring terdiri atas isian kikil, urat dan bagian sapi yang sudah dimasak hingga empuk.
Sama halnya doclang, cungkring juga diberi siraman bumbu kacang yang dilengkapi kecap manis sebagai bahan utamanya. Menu tambahan yang disediakan biasanya lontong. Cocok dijadikan, referensi utama apabila Kawan GNFI mengalami kebingungan ketika memilih menu sarapan.
Laksa Bogor
Dikenal luas oleh banyak kalangan, laksa merupakan makanan penuh kaya rasa yang cocok di santap ketika berkumpul bersama orang tercinta. Jajanan ini memiliki identitas yang terletak pada kuah santan kuning, serta berasal dari bahan rempah-rempah dengan sentuhan khas daun kemangi dan oncom.
Sekilas makanan tersebut sama seperti soto. Namun, apabila diperhatikan lebih dekat cukup kontras perbedaannya. Ciri-ciri isian laksa Bogor adalah ketupat, rebusan tauge, tahu, irisan ayam, oncom, dan terakhir potongan telur.
Lapis Bogor
Berbeda dari jajanan sebelumnya, lapis Bogor adalah jenis bolu yang kerap dijadikan oleh-oleh wisatawan. Makanan berjenis kue lapis ini memiliki kombinasi warna ungu dan kuning yang menyatu bersama parutan keju sebagai pelengkap rasa.
Lapis Bogor memiliki komposisi dasar talas yang mampu mengeluarkan aroma wangi serta tekstur kue yang padat dan presisi, sehingga menciptakan rasa manis yang lembut di setiap gigitan.
Kawan GNFI yang menyukai kue lapis ini, bisa langsung datang ke gerai Lapis Talas Sangkuriang Bogor. Produk tersebut faktanya merupakan pelopor sekaligus merek yang pertama kali mempromosikan lapis talas di Bogor.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


