ppk ormawa space ft uh gelar pemetaan partisipatif mitigasi longsor di lonjoboko - News | Good News From Indonesia 2026

PPK Ormawa SPACE FT-UH Gandeng Masyarakat Desa Lonjoboko Susun Peta Mitigasi Longsor lewat Co-Design Mapping

PPK Ormawa SPACE FT-UH Gandeng Masyarakat Desa Lonjoboko Susun Peta Mitigasi Longsor lewat Co-Design Mapping
images info

Sambutan oleh Kepala Desa Lonjoboko, Dokumentasi SPACE FT-UH


Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SPACE Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-UH) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi bencana.

Melalui kegiatan edukasi mitigasi longsor berbasis co-design mapping atau pemetaan partisipatif, tim bersama pemerintah desa dan masyarakat Desa Lonjoboko menyusun berbagai peta kebencanaan. Hal ini diharapkan menjadi landasan penting dalam membangun desa yang lebih tangguh terhadap ancaman longsor.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026), di Aula Kantor Desa Lonjoboko, Gowa, ini dihadiri oleh Kepala Desa Lonjoboko, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pendekatan co-design mapping dipilih karena mampu mengakomodasi pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat mengenai kondisi wilayah mereka.

Dalam kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan aktif sebagai sumber informasi utama yang memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka selama tinggal di Desa Lonjoboko.

Melalui peta dasar yang telah disiapkan oleh Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH, peserta diajak untuk bersama-sama mengidentifikasi dan menandai berbagai informasi penting yang berkaitan dengan risiko bencana longsor.

baca juga

Dengan menggunakan sticky note, spidol berwarna, dan berbagai alat bantu visual lainnya, masyarakat memetakan lokasi-lokasi yang dianggap rawan longsor, jalur evakuasi yang dapat digunakan saat keadaan darurat, titik kumpul potensial, lokasi aset penting desa, hingga persebaran kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang membutuhkan perhatian khusus ketika terjadi bencana.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh diskusi. Masyarakat saling berbagi pengalaman mengenai kejadian longsor yang pernah terjadi di wilayah mereka, termasuk dampak yang ditimbulkan serta langkah-langkah yang selama ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.

Berbagai informasi tersebut menjadi masukan berharga yang kemudian dituangkan langsung ke dalam peta partisipatif yang disusun bersama.

Sebelum pelaksanaan pemetaan partisipatif ini, Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH telah lebih dahulu melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait mitigasi bencana longsor kepada masyarakat dan perangkat desa.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar mengenai penyebab longsor, tanda-tanda awal terjadinya longsor, langkah-langkah kesiapsiagaan, hingga pentingnya perencanaan evakuasi yang terstruktur.

Dokumentasi Pribadi

Ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan pemetaan partisipatif merupakan salah satu tahapan penting dalam program pemberdayaan masyarakat yang sedang dijalankan.

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan strategi mitigasi yang sesuai dengan kondisi desa.

“Hasil pemetaan yang disusun bersama masyarakat memiliki nilai yang sangat penting karena berasal dari pengalaman langsung warga yang memahami kondisi lingkungan mereka. Dengan demikian, peta yang dihasilkan akan lebih relevan dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan dokumen adaptasi dan mitigasi bencana desa,” ujar ketua tim pelaksana.

Dari hasil kegiatan tersebut, Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH berhasil menyusun beberapa produk pemetaan penting, antara lain peta kerawanan longsor, peta titik kumpul dan jalur evakuasi, peta lokasi aset penting desa, serta peta persebaran kelompok rentan. Seluruh peta tersebut merupakan hasil kolaborasi antara tim pelaksana, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

baca juga

Kepala Desa Lonjoboko menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena membantu meningkatkan pemahaman mengenai risiko bencana yang ada di lingkungan sekitar sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih memahami kondisi wilayahnya dan mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi longsor. Kami berharap hasil pemetaan ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung perencanaan pembangunan desa yang lebih aman dan tangguh,” ujar Kepala Desa Lonjoboko.

Ke depan, hasil pemetaan partisipatif tersebut akan menjadi salah satu bahan utama dalam penyusunan dokumen adaptasi dan mitigasi bencana Desa Lonjoboko yang direncanakan disusun pada akhir program PPK Ormawa. Dokumen tersebut diharapkan mampu menjadi pedoman bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana secara lebih terencana dan sistematis.

Dokumentasi Pribadi

Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH tidak hanya berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana longsor, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mewujudkan Desa Lonjoboko sebagai desa yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.