persiapan karir murid disabilitas slb pemalang - News | Good News From Indonesia 2026

Tim Hibah Pembelajaran Berdampak PLB FKIP UNS Gelar Sosialisasi Persiapan Karir bagi Murid SLB Negeri 1 Pemalang

Tim Hibah Pembelajaran Berdampak PLB FKIP UNS Gelar Sosialisasi Persiapan Karir bagi Murid SLB Negeri 1 Pemalang
images info

Dokumentasi Tim Hibah Pembelajaran Berdampak PLB FKIP UNS


Tim Hibah Pembelajaran Berdampak Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Persiapan Karir bagi murid SLB Negeri 1 Pemalang pada Senin (27/4/2026) di Aula SLB Negeri 1 Pemalang. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada murid mengenai berbagai pilihan kehidupan setelah lulus sekolah sekaligus membantu mereka merencanakan masa depan sesuai minat dan kemampuan yang dimiliki.

Masa transisi dari sekolah menuju kehidupan dewasa merupakan fase penting bagi setiap murid, termasuk murid penyandang disabilitas. Pada tahap ini, mereka dihadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja, mengikuti pelatihan keterampilan, hingga mengembangkan usaha secara mandiri. Namun, tidak semua murid memiliki akses informasi yang memadai mengenai berbagai peluang tersebut. Oleh karena itu, pembekalan karir sejak di bangku sekolah menjadi langkah penting untuk membantu mereka mempersiapkan masa depan dengan lebih terarah.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh murid tingkat akhir yang sedang mempersiapkan diri menghadapi kehidupan pasca sekolah. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengenali potensi diri, memahami berbagai alternatif karir, serta membangun kepercayaan diri dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan cita-cita dan kemampuan masing-masing.

baca juga

Materi sosialisasi disampaikan oleh Alexandrin Farah Diba, S.Pd. yang membahas berbagai jalur yang dapat ditempuh setelah lulus sekolah. Peserta dikenalkan pada pentingnya memahami minat dan kemampuan diri sebagai dasar dalam menentukan tujuan karir. Melalui pendekatan yang interaktif, murid diajak merefleksikan hal-hal yang mereka sukai, keterampilan yang telah dimiliki, serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Selain membahas dunia pendidikan tinggi, narasumber juga memberikan informasi mengenai peluang melanjutkan studi di perguruan tinggi yang menerapkan layanan pendidikan inklusif. Murid memperoleh gambaran mengenai berbagai bentuk dukungan yang tersedia bagi mahasiswa penyandang disabilitas, seperti layanan pendampingan akademik, komunitas mahasiswa disabilitas, hingga program beasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang keberlangsungan studi.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan tinggi, kegiatan ini juga memperkenalkan berbagai peluang kerja dan kewirausahaan yang terbuka bagi penyandang disabilitas. Beragam contoh profesi, peluang usaha, serta jalur pengembangan keterampilan disampaikan untuk menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi di masyarakat. Informasi mengenai lembaga pelatihan kerja dan pengembangan keterampilan juga diberikan sebagai salah satu alternatif yang dapat dipilih setelah lulus sekolah.

baca juga

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Murid aktif mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, serta berbagi cita-cita dan rencana masa depan yang ingin mereka capai. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan tingginya minat peserta untuk memperoleh informasi mengenai pendidikan lanjutan maupun dunia kerja yang sesuai dengan potensi mereka.

Melalui kegiatan ini, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak PLB UNS berharap murid SLB Negeri 1 Pemalang memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai pilihan kehidupan pasca sekolah serta semakin percaya diri dalam merencanakan masa depan. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Ke depan, kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dan berbagai pihak terkait diharapkan terus diperkuat agar murid penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk hidup mandiri, produktif, dan berdaya saing di masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.