desa pela susur sungai dan pengalaman melihat pesut mahakam - News | Good News From Indonesia 2026

Desa Pela, Susur Sungai dan pengalaman Melihat Pesut Mahakam

Desa Pela, Susur Sungai dan pengalaman Melihat Pesut Mahakam
images info

Wikimedia Commons?Stefan Brending


Bagi Kawan GNFI yang menyukai petualangan yang menarik, Desa Pela bisa menjadi pilihan bijak. Desa nelayan air tawar di Kecamatan Kota Bangun ini tidak hanya unik secara geografis, tetapi menawarkan aktivitas wisata yang menarik untuk di datangi.

Desa Pela adalah sebuah desa di Kabupaten Kutai Kartanegara tepatnya di Kecamatan Kota Bangun, desa yang bisa ditempuh perjalanan darat selama 3 jam dari Samarinda ke Kota Bangun, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan moda transportasi air karena letak desa menyendiri di tepi Danau Semayang. Sebagian besar penduduk adalah sebagai nelayan air tawar, dari letak geogratif, desa sebelah utara berbatasan langsung dengan Desa Muhuran, sebelah selatan Desa Sangkuliman, sebelah barat dengan Desa Semayang, dan sebelah timur dengan desa Liang Ulu.

Desa Pela juga merupakan Dewa Wisata berprestasi karena ditahun 2024 pada Ajang Desa Wisata Nusantara meraih peringkat 5 Nasional. Prestasi ini merupakan pengakuan bahwa Desa Pela mampu memanfaatkan potensi desa, sehingga mendorong pengembangan desa berbasis pariwisata.

baca juga

Melihat Pesut Mahakam serta aktivitas Susur Sungai di Danau Semayang

Kawan GNFI merekomendasikan Desa Pela, jika ingin melihat Pesut Mahakam. hewan mamalia air tawar dengan nama ilmiah Orcaella Brevirostris. Hewan ini adalah Mamalia khas dari Kalimantan Timur dan merupakan satu satunya lumba lumba air tawar yang dilindungi oleh undang undang. Walaupun terlihat sama dengan lumba lumba pada umumnya, ada perbedaan antara lumba lumba dan Pesut Mahakam.

Perbedaan atau bisa disebut keunikan seperti bentuk pesut seperti torpedo, Pesut memiliki kepala bulat dengan dahi tinggi. Hewan ini punya lubang nafas di atas tubuh belakang kepala, dan Pesut punya sirip dada relatif besar dan ujungnya membulat. Sirip punggung tampak kecil berbentuk segitiga di belakang bagian tengah. Warna kulitnya keabu-abuan hingga abu-abu terang. Pesut dewasa berukuran 1,9 meter sampai 2,75 meter. Sementara saat masih bayi kurang lebih 76 sentimeter.

Di Kalimantan Timur, Pesut Mahakam adalah sebuah icon, ada patung, ukiran serta pernak pernik yang berbentuk hewan cantik ini, menghiasi ruang ruang publik di Kalimantan Timur.

Untuk melihat Pesut Mahakam, Kawan GNFI musti berkeliling susur sungai di Danau Semayang menggunakan speadboat atau kapal kecil. Cobalah di sore menjelang senja (16.00-18.00 WITA) saat mamalia ini lebih aktif muncul ke permukaan.

Dipandu oleh warga setempat yang mengerti pola kemunculan pesut, peluang untuk melihat pesut muncul ke permukaan air semakin besar, dan momen ketika pesut menampakkan sirup punggungnya menjadi pengalaman yang mengesankan dan menakjubkan. Tempat terbaik untuk meliihat mamalia air tawar yang jumlah sudah tidak banyak lagi di Indonesia adanya di Desa Wisata Pela.

Selain itu, Desa ini juga menyuguhkan berbagai aktivitas air lain yang patut di coba seperti bermain banano boat, atau bermain paddle atau sekedar menyusuri sungai dengan keindahan yang masih terjaga.

Seni dan Budaya

Selain menikmati pemandangan indah Danau Semayang serta pesut mahakam, Desa Pela juga menyuguhkan atraksi seni pertunjukaan yang tidak kalah indah.

Atraksi Seni seperti Tarian Jepen, yaitu tarian yang dengan gerakan kaki yang lincah dan dinamis, serta biasa ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan atau sebagai hiburan rakyat. Desa Pela mempunyai 2 tarian jepen yaitu Tarian Pesut Danau Semayang dan Tarian Serahung

Tarian Danau Semayang diperuntukkan untuk penyambutan tamu sedangkan Tarian Serahung adalah sebuah Tarian kegembiraan saat panen ikan air tawar.

Desa Pela juga menawarkan seni “Kuntau”. Seni bela diri Diri khas Kalimantan, yang dipertunjukkan bagi wisatawan.

Tidak hanya itu, wisatanan juga diajak Membatik Yang mana Motif Batik Tersebut Bercorak Pesut Mahakam Dan Menggunakan Pewarna Alami untuk menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Kemudian melibatkan wisatawan untuk membuat gantungan kunci pesut mahakam yang terbuat dari kayu-kayu bekas yang hanyut di Sungai Pela.

baca juga

Dan yang terakhir, Desa Pela punya museum juga lho, namanya musem Nelayan. Musem yang didalamnya terdapat alat-alat tangkap ramah lingkungan serta informasi tentangpesut mahakam.

Jadi tunggu apa lagi, datang ke Desa Pela dan bantu mereka untuk terus tumbuh menjadi pelopor desa wisata di Kalimantan Timur dan Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.