bukan sekadar hampa pasca konser yuk kenalan dengan post concert depression - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Sekadar Hampa Pasca-Konser, Mari Mengenal Post-Concert Depression!

Bukan Sekadar Hampa Pasca-Konser, Mari Mengenal Post-Concert Depression!
images info

Dokumentasi Pribadi


Konser musik sudah pasti tidak asing lagi bagi kita semua, khususnya gen z di Indonesia. Hampir setiap tahun, Indonesia dihampiri berbagai artis untuk menggelar pertunjukan musik mereka yang selalu ramai penonton.

Konser musik identik dengan keseruannya, pengalaman menyenangkan, serta pembuatan memori yang berkesan. Namun, nyatanya bukan hanya pengalaman dan perasaan positif saja yang muncul setelah konser berlangsung.

Saat ini telah muncul fenomena baru yang sering dirasakan oleh banyak orang setelah menonton sebuah konser, yakni PCD (Post-Concert Deppresion).

PCD adalah sebuah gelombang rasa hampa yang datang secara mendadak dan intens, ditandai dengan munculnya perasaan kecewa, kerinduan yang mendalam, hingga sensasi mirip patah hati yang terjadi secara berulang. Kondisi ini unik karena justru muncul tepat setelah seseorang mengalami puncak kebahagiaan yang sangat memuaskan (Krenz, 2020).

baca juga

Meskipun PCD belum termasuk ke jenis gangguan menurut DSM-V, tetapi perasaan ini adalah reaksi emosional yang valid. Kondisi ini muncul karena adanya keterikatan emosional, rasa antusias yang dirasakan bersama orang lain, serta paparan hiburan yang sangat menyentuh perasaan (Wijayanti, 2025).

Namun, tenang saja Kawan GNFI, menurut Packer & Ballantyne (2010) ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika sedang mengalami sindrom ini:

Melanjutkan Koneksi dan Relasi Pascakonser

Pengalaman yang berkesan saat konser pasti terus tersimpan di memori kita. Hal itu membuat kita ingin terus memikirkan dan menceritakan betapa serunya pengalaman tersebut.

Perasaan PCD yang muncul dapat disalurkan dengan cara sharing dengan orang-orang yang juga mengalami pengalaman yang sama.

Maka dari itu, melanjutkan koneksi dan relasi dengan orang-orang yang menonton konser dengan kita dapat menjadi salah satu opsi untuk menyalurkan rasa stres pasca-konser tersebut.

Penyaluran dalam Bentuk yang Kreatif

Energi yang kita miliki pasca-konser pasti sangat banyak dengan perasaan yang tercampur aduk. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk penyaluran ke dalam bentuk yang kreatif, seperti membuat karya dengan inspirasi dari pengalaman tersebut, membuat konten menceritakan pengalaman selama konser, dan masih banyak bentuk kreatif lainnya untuk menyalurkan emosi dan energi kita.

Penyaluran dalam bentuk kreatif ini dapat menjadi solusi untuk kita dapat mengelola PCD dengan baik.

baca juga

Mengatur Frekuensi Menonton Konser

Tingkat keseringan kita dalam menonton konser dipercaya memengaruhi bagaimana kita merasa setelah menonton konser. Semakin sering menonton konser, pastinya semakin familiar dengan suasananya yang menyebabkan depresi pasca-konser sudah tidak begitu terasa, karena sudah sering merasakan sebelumnya.

Maka, kita dapat membiasakan diri kita untuk menonton konser atau festival musik agar kita terbiasa dengan euforia dan suasana konser sehingga kecenderungan kita dalam merasakan PCD lebih rendah.

Nah, jadi inilah beberapa hal yang harus diketahui tentang fenomena unik yang dirasakan setelah festival musik. Namun, tenang saja, PCD itu justru menjadi pertanda jika Kawan GNFI benar-benar senang dengan acara tersebut.

Nikmati saja fase transisi ini, karena pada akhirnya, perasaan hampa yang kamu rasakan itu bukti nyata bahwa kamu telah berhasil mengukir salah satu momen paling bahagia dalam hidup.

 

 

Penulis: Nabil Ananda Fraternita, Dr. Rachmat Mulyono M.Si., Psikolog.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.