bukan malas prokrastinasi dan hubungannya dengan stres akademik - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Malas: Prokrastinasi dan Hubungannya dengan Stres Akademik

Bukan Malas: Prokrastinasi dan Hubungannya dengan Stres Akademik
images info

Sumber: Pribadi


“Besok aja deh ngerjainnya.”

Kalimat ini mungkin terdengar sangat familiar bagi banyak mahasiswa. Tugas yang sebenarnya sudah diberikan sejak lama justru baru disentuh ketika deadline tinggal hitungan jam. Akibatnya, tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya mengerjakan tugas dengan sistem kebut semalam, kurang tidur, hingga merasa panik menjelang pengumpulan.

Perilaku menunda-nunda ini dikenal sebagai prokrastinasi akademik. Sayangnya, prokrastinasi sering kali disederhanakan sebagai bentuk kemalasan. Padahal, dalam kajian psikologi, prokrastinasi merupakan fenomena yang jauh lebih kompleks daripada sekadar “tidak mau mengerjakan tugas”.

Secara umum, prokrastinasi akademik adalah kecenderungan untuk menunda tugas dalam konteks pembelajaran, meskipun individu sebenarnya menyadari konsekuensi negatif dari perilaku tersebut. Menariknya, ini bukan sekadar menunggu waktu yang tepat atau mengatur prioritas, melainkan adanya kesulitan untuk memulai atau menyelesaikan tugas yang sudah jelas penting.

Dalam kehidupan mahasiswa, fenomena ini sangat mudah ditemukan. Alih-alih mengerjakan tugas, banyak yang justru memilih membuka media sosial, menonton film, bermain game, atau melakukan aktivitas lain yang terasa lebih menyenangkan. Dalam jangka pendek, hal ini memang memberikan rasa nyaman, tetapi pada akhirnya justru menambah beban karena tugas semakin menumpuk.

baca juga

Di sisi lain, dunia perkuliahan sendiri penuh dengan tuntutan. Mahasiswa dituntut untuk aktif, meraih nilai tinggi, menyelesaikan tugas tepat waktu, sekaligus mengelola berbagai tanggung jawab lain. Kondisi inilah yang sering memunculkan stres akademik.

Stres akademik adalah kondisi ketika mahasiswa merasa tidak mampu atau kewalahan dalam menghadapi tuntutan akademik. Dampaknya bisa beragam, mulai dari sulit berkonsentrasi, mudah cemas, mudah marah, gangguan tidur, hingga kelelahan fisik maupun mental.

Menariknya, berbagai temuan menunjukkan bahwa stres akademik dan prokrastinasi memiliki hubungan yang cukup erat. Semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa, semakin besar pula kecenderungan untuk menunda tugas. Hal ini menunjukkan bahwa prokrastinasi bukan hanya soal manajemen waktu, tetapi juga berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang.

Hubungan ini bahkan bisa bersifat dua arah. Stres dapat mendorong mahasiswa untuk menghindari tugas sebagai bentuk pelarian dari tekanan. Sebaliknya, kebiasaan menunda pekerjaan justru memperparah stres karena tugas semakin menumpuk dan waktu semakin sempit. Akibatnya, terbentuk siklus yang terus berulang: stres membuat tugas ditunda, dan tugas yang ditunda kembali meningkatkan stres.

Setiap mahasiswa bisa memiliki alasan berbeda dalam melakukan prokrastinasi. Ada yang merasa lelah, bingung harus mulai dari mana, tidak memahami tugas, atau menganggap tugas terlalu sulit. Ada pula yang secara tidak sadar menggunakan penundaan sebagai cara untuk meredakan ketegangan sesaat dari tekanan akademik.

Namun, jika berlangsung terus-menerus, prokrastinasi tidak hanya berdampak pada keterlambatan tugas, tetapi juga dapat menurunkan motivasi belajar, rasa percaya diri, hingga memicu kecemasan yang lebih serius.

Karena itu, penting untuk melihat prokrastinasi bukan semata-mata sebagai “kemalasan”. Di balik perilaku menunda, bisa saja terdapat kelelahan mental, tekanan yang berlebihan, atau kesulitan dalam mengelola emosi dan beban akademik.

baca juga

Bukan berarti prokrastinasi harus dibiarkan, tetapi pendekatannya tidak cukup hanya dengan menyuruh seseorang “lebih rajin.” Mahasiswa juga perlu belajar mengelola stres dengan lebih sehat, misalnya dengan memecah tugas menjadi bagian kecil, membuat jadwal yang realistis, menjaga keseimbangan istirahat, serta mencari dukungan sosial ketika mulai kewalahan.

Pada akhirnya, memahami hubungan antara stres akademik dan prokrastinasi membantu kita melihat bahwa penundaan tidak selalu lahir dari kemalasan. Kadang, ia muncul dari seseorang yang sedang terlalu lelah untuk memulai.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.