survei iseas yusof ishak institute indonesia diakui sebagai pemimpin konsensus terbaik di asean - News | Good News From Indonesia 2026

Survei ISEAS-Yusof Ishak Institute: Indonesia Diakui sebagai Pemimpin Konsensus Terbaik di ASEAN

Survei ISEAS-Yusof Ishak Institute: Indonesia Diakui sebagai Pemimpin Konsensus Terbaik di ASEAN
images info

Bendera Indonesia | Nick Agus/Unsplash


Kekuatan dan dinamika geopolitik di Asia Tenggara tampaknya mengalami pergeseran yang signifikan di tahun 2026. Di tengah persaingan ketat antara kekuatan besar dunia, Indonesia berhasil mengukuhkan posisinya sebagai sosok "pemimpin alami" yang disegani oleh negara-negara ASEAN.

Laporan tahunan yang bertajuk The State of Southeast Asia: 2026 Survey Report yang dirilis oleh ASEAN Studies Centre di ISEAS - Yusof Ishak Institute pada April 2026 menunjukkan bahwa Indonesia dianggap mampu untuk membangun kesepakatan bersama alias mediator di antara negara-negara ASEAN.

Laporan edisi kedelapan ini merupakan hasil survei komprehensif yang menjaring pandangan dari 2.008 responden ahli yang terdiri dari akademisi, pelaku sektor swasta, perwakilan LSM, pejabat pemerintah, hingga anggota organisasi internasional dari seluruh negara anggota ASEAN dan Timor-Leste.

Indonesia, Si Mediator yang Ambil Jalan Tengah

Dalam hasil survei tersebut, Indonesia diakui sebagai negara dengan kepemimpinan terkuat kedua di ASEAN (22,2%) setelah Singapura. Namun, jika dilihat lebih dalam, Indonesia justru menduduki urutan pertama sebagai pemimpin kawasan di mata responden asal Myanmar (33,9%), Brunei Darussalam (32,3%), dan Laos (32,3%).

Apresiasi ini bukan tanpa alasan. Hal yang paling menonjol dari kepemimpinan Indonesia di mata publik Asia Tenggara adalah kekuatannya dalam diplomasi.

baca juga

Sebanyak 31,7% responden yang memilih Indonesia menyatakan bahwa alasan utama mereka adalah kemampuan Indonesia dalam membangun konsensus di antara negara-negara anggota ASEAN.

Kemampuan ini sangat krusial di tengah organisasi yang memiliki prinsip pengambilan keputusan berdasarkan mufakat. Pengakuan terhadap kemampuan mediasi Indonesia ini dirasakan sangat kuat oleh responden dari Kamboja (54,5%), Brunei (48,0%), Singapura (42,9%), dan Laos (36,0%).

Optimisme Indonesia Terhadap ASEAN

Menariknya, Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki kepercayaan tertinggi di kawasan. Indonesia percaya jika ASEAN mampu menjaga ketertiban berbasis aturan (rules-based order) serta menjunjung tinggi hukum internasional.

Tingkat kepercayaan responden Indonesia mencapai 43,2%. Angka ini cukup jauh melampaui rata-rata regional dan kepercayaan terhadap kekuatan luar seperti Amerika Serikat (22,3%) atau China (13,6%) dalam aspek yang sama.

Selain itu, publik ahli Indonesia menunjukkan rasa percaya diri yang besar terhadap potensi ekonomi kawasan. Indonesia memimpin dengan tingkat kepercayaan tertinggi sebesar 41,5% bahwa ASEAN sanggup menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan agenda perdagangan bebas global.

Indonesia juga muncul sebagai pendukung utama agar visi strategis kawasan memberikan dampak konkret bagi masyarakat. Terkait kerangka kerja ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), sebanyak 55,5% responden Indonesia (tertinggi kedua setelah Timor-Leste) mendorong agar inisiatif ini memberikan manfaat ekonomi dan politik yang nyata.

Lebih jauh lagi, di tengah dilema persaingan China-Amerika Serikat, mayoritas responden Indonesia (58,1%) secara tegas memilih untuk memperkuat resiliensi dan kesatuan internal ASEAN sebagai cara terbaik merespons tekanan kekuatan besar

Hal ini menunjukkan semangat yang tidak sekadar memihak, tetapi membangun kekuatan kolektif. Lebih labjut, angka itu turut menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjadi pihak yang memastikan ASEAN tetap relevan dalam tatanan dunia baru.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.