ciamiknya kiper timnas indonesia emil audero di serie a jadi raja saves meski klubnya terdegradasi - News | Good News From Indonesia 2026

Ciamiknya Kiper Timnas Indonesia Emil Audero di Serie A: Jadi Raja Saves meski Klubnya Terdegradasi

Ciamiknya Kiper Timnas Indonesia Emil Audero di Serie A: Jadi Raja Saves meski Klubnya Terdegradasi
images info

Ciamiknya Kiper Timnas Indonesia Emil Audero di Serie A: Jadi Raja Saves meski Klubnya Terdegradasi


Emil Audero tampil ciamik di Serie A. Ia mampu menjadi raja saves meski pada saat yang sama nasibnya kurang beruntung karena klubnya terdegradasi.

Selasa (26/05/2026) menjadi momen ketidakberuntungan bagi penjaga gawang kebanggaan Indonesia, Emil Audero. Klub yang ia bela, Cremonese resmi dinyatakan terdegradasi ke Serie B. 

Kepastian pahit ini menyusul kekalahan telak I Grigiorossi dari Como dengan skor 1-4 yang membuat mereka terpaku di papan bawah klasemen akhir musim 2025/2026. Pertandingan penutup tersebut menjadi saksi betapa rapuhnya pertahanan timnya meskipun Emil sudah berjuang mati-matian di bawah mistar.

Perjuangan mati-matian Emil sekaligus penampilannya yang keren bukan omon-omon belaka. Nyatanya, kiper Timnas Indonesia itu memang bermain bagus sepanjang musim, terbukti dari statistik yang ditorehkannya sebagai penjaga gawang dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Serie A 2025-2026.

Ya, Cremonese boleh degradasi. Akan tetapi, penampilan ciamik Emil jadi kabar gembira tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, saat ini ia adalah kiper yang paling diandalkan di Timnas Indonesia bersama Maarten Paes.

 Berdasarkan data statistik resmi dari FBref, penjaga gawang berusia 29 tahun tersebut berhasil mencatatkan total 123 penyelamatan atau saves dalam satu musim kompetisi. Catatan fantastis itulah yang kemudian menempatkannya dengan gagah di posisi teratas daftar kiper dengan penyelamatan terbanyak di Serie A, mengungguli deretan kiper ternama lainnya. Namun, kegemilangan individu tersebut tidak cukup kuat untuk menopang buruknya koordinasi lini pertahanan Cremonese.

Cremonese akhirnya harus menyudahi kompetisi dengan finis di peringkat ke-18 klasemen akhir setelah hanya mampu mengumpulkan total 34 poin dari 38 laga. Hasil ini membuat mereka tertinggal empat angka dari Lecce yang berada di peringkat ke-17 sebagai batas aman dari zona merah. Klub yang diperkuat Emil ini hanya mampu meraih delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan menelan 19 kekalahan sepanjang musim.

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, saat membela Cremonese./ Instagram emil_audero

Melihat data lebih mendalam, keberhasilan Emil mengungguli nama-nama besar di Italia menunjukkan kualitasnya yang tidak sembarangan. Di posisi kedua daftar penyelamatan terbanyak terdapat kiper Cagliari Calcio, Elia Caprile, yang mencatatkan 121 penyelamatan. Sementara itu, posisi ketiga ditempati mantan kiper Manchester United yang kini membela Fiorentina, David de Gea, dengan 119 penyelamatan. Bahkan nama-nama beken seperti Mike Maignan di posisi kedelapan, Zion Suzuki di peringkat ke-15, hingga Yann Sommer di posisi ke-16, terpaut jauh di bawah intensitas penyelamatan yang dilakukan oleh Emil.

Namun dalam sepak bola, penampilan cemerlang individu memang terkadang tidak sejalan dengan kesuksesan tim, dan nasib kelam kali ini menjadi pengalaman degradasi kedua bagi Emil Audero. Sebelumnya, pengalaman serupa pernah ia rasakan ketika mengawal gawang Sampdoria pada musim 2022-2023. Saat itu, Emil yang juga berstatus sebagai pemain pinjaman dari Inter harus melihat Il Samp terbenam di dasar klasemen sebagai juru kunci. Pada masa kelam di Sampdoria tersebut, timnya menjadi yang terburuk dengan kebobolan 71 gol, di mana 39 gol di antaranya bersarang saat Emil sedang bertugas di lapangan.

Musim ini bersama Cremonese, Emil sebenarnya telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan mencatatkan 11 clean sheet dari 35 pertandingan. Sayangnya, lini belakang yang minim konsistensi akhirnya memaksa Emil tetap memungut bola dari gawangnya sebanyak 50 kali secara keseluruhan. 

Apresiasi terhadap penampilan Emil Audero tetap mengalir positif dari berbagai kalangan Media Italia, Tutto Mercato, misalnya memuji sejumlah penyelamatan Emil Audero dalam laga melawan Como yang membuat pemain lawan mulai dari Anastasios Douvikas hingga Assane Diao gagal mencetak gol

"Kiper menyelamatkan beberapa tembakan (Douvikas, Diao)," tulis Tutto Mercato.

baca juga

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.