Persib Bandung juara Super League 2025-2026. Di balik kesuksesan itu, ada tangan dingin Bojan Hodak yang mengubah Persib dari klub pesakitan menjadi pencetak sejarah baru di sepak bola Indonesia.
Persib memastikan diri menjadi juara Super League 2025-2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara dalam laga penutup musim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Sabtu (23/5/2026). Persib mengoleksi 79 poin di klasemen akhir. Torehan poin tersebut sama dengan milik Borneo FC yang duduk di peringkat kedua, namun Persib berhak menempati posisi lebih tinggi lantaran unggul dalam hal head-to-head alias hasil pertemuan dengan Borneo FC.
Dengan gelar ini, Persib mencatatkan diri sebagai tim yang menjuarai liga secara beruntun sejak musim 2023-2024. Ini tentu tak lepas dari peran pelatih Maung Bandung, Bojan Hodak. Dengan tangan dinginnya, ia membawa Persib tak terbendung di negeri ini. Kepiawaiannya itu bahkan semakin diakui lewat prestasi individu berupa gelar pelatih terbaik yang juga didapatnya tiga kali beruntun sejak 2023-2024.
Jika ditarik ke belakang, bukan hal mudah bagi Hodak untuk membawa Persib kepada kejayaan seperti saat ini. Pada awal-awal kedatangannya, ia harus bekerja ekstra keras mengubah Maung Bandung yang sedang terpuruk hingga akhirnya perlahan-lahan bangkit.

Bojan Hodak Membangkitkan Persib dari Keterpurukan
Hodak datang ke Persib pada awal musim 2023-2024. Ia sebelumnya melatih Kuala Lumpur City FC. Saat diperkenalkan, kompetisi Liga 1 sudah dimulai dan Persib sedang terpuruk.
Saat musim baru dimulai, Persib dilatih oleh Luis Milla. Persib sebetulnya menjalani musim baru dengan cukup meyakinkan. Maklum saja, pelatihnya beken dan skuadnya pun mentereng.
Sayangnya, apa yang terjadi jauh dari harapan. Dalam 3 laga pertama, Persib selalu meraih hasil seri. Di situlah kemudian manajemen Persib memutuskan kerja sama dengan Luis Milla dan mendatangkan Hodak.

Saat Bojan baru datang, Persib sempat terperosok hingga ke peringkat ke-16. Sang pelatih asal Kroasia kemudian perlahan-lahan mengantar Persib meraih satu per satu kemenangan. Pada musim pertamanya, Hodak bahkan membuat Persib tak terkalahkan atas rival beratnya, Persija Jakarta.
Tangan dingin Hodak memang terbukti sangat ampuh memoles Persib menjadi tim juara. Pemain Persib, Marc Klok, pernah mengenang bagaimana kedatangan Hodak mampu membawa perubahan besar di tubuh tim.
"Kami di posisi 16, tanpa pelatih, dan pemain frustrasi. Target kami menjadi juara pun tampak sangat jauh dan tak bisa diraih," tulis Klok di akun Instagram miliknya pada 25 Mei 2024 lalu.
Kala itu, Hodak langsung bisa merasakan adanya suasana suram di skuad Persib. Pelatih asal Kroasia itu pun menyindir bahwa kondisinya seperti sedang ada orang yang meninggal dunia.
"Saya masih ingat kata-kata pertama yang dia lontarkan di hadapan tim, 'apakah seseorang meninggal? Atmosfernya sungguh berkabung. Sepak bola harusnya menyenangkan, mari keluar dan cari kebahagiaan'," tulis Klok lagi.
Sejak Hodak hadir, atmosfer di tim semakin baik dan Persib mampu memetik kemenangan demi kemenangan. Kebahagiaan bermain sepak bola pun kembali.
"Kami perlahan mulai percaya lagi kenyataan bahwa kami bisa menjadi juara. Apalagi dengan skema empat besar di babak championship series ini," kata Klok.
Hodak kemudian mengakhiri musim perdananya di Persib dengan juara liga. Pencapaian itu ia ulang lagi dua musim berikutnya. Bagaimana dengan musim 2026-2027? Kita nantikan saja.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


