merawat memori gen z di banten lama - News | Good News From Indonesia 2026

Merawat Memori Gen-Z di Banten Lama

Merawat Memori Gen-Z di Banten Lama
images info

Merawat Memori Gen-Z di Banten Lama


Banten sebagai provinsi masih pada usia yang belia. Namun, Banten sebagai peradaban memiliki usia yang sangat panjang. Sejarah mencatat bagaimana eksistensi posisinya sejak masa Prasejarah, Hindu-Buddha, penyebaran dan kejayaan Kesultanan Islam, masa Kolonialisme Eropa, sampai pada perjuangan pembentukan Banten menjadi provinsi.

Posisinya yang sangat strategis pada masa kesultanan telah menjadikannya sebagai perdagangan internasional, dengan komoditi unggulannya, yakni lada.

Pemahaman dan pentingnya merawat memori tentang Banten, akan membantu generasi muda dalam menata provinsi ini menuju lebih baik. Hal tersebut yang menjadi tujuan pembelajaran sejarah di SMAN 1 Tirtayasa ketika berkunjung ke Banten Lama.

baca juga

Merawat Memori Sejarah

Di kawasan Banten Lama, para siswa akan melihat banyaknya peninggalan situs arkeologi, jejak peninggalan Kesultanan Banten, seperti kemegahan Kraton Surosowan, Kraton Kaibon, dan Masjid Agung.

Meskipun sebagian besar situs arkeologi tersebut hanya tinggal reruntuhan, diharapkan Gen-Z ini akan memahami bahwa perjalanan sejarah atau peristiwa itu tidak dibangun hanya dengan berdiam di tempat tidur. Semuanya memerlukan usaha yang maksimal.

Masa Kesultanan Banten juga memiliki teknologi yang sangat canggih, yaitu pangindelan sebagai alat untuk penjernihan air dari danau tasikardi menuju Kraton Surosowan.

Pangindelan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu pangindelan abang, pangindelan putih, dan pangindelan emas yang berfungsi untuk penjernihan sebelum masuk ke Pancuran Mas di Kraton Surosowan.

Di masa itu, alat ini terasa sangat canggih untuk dibangun sekitar 400 tahun yang lalu. Peninggalan ini seharusnya membangun imajinasi untuk Gen-Z untuk mencari solusi di masa depan bagi Banten.

baca juga

Museum Kepurbakalaan Banten Lama yang merupakan bagian dari kompleks Banten Lama, memiliki koleksi yang sangat kaya dari peninggalan Banten masa Hindu-Budha sampai pada masa kesultanannya.

Karena sejarah akan terus berjalan, maka penemuan dari peninggalan sejarah pun pasti akan terus bertambah. 

Para siswa juga mengunjungi Bentang Speelwijk dan Vihara Avalokitesvara sebagai media pemahaman tentang keberagaman dan kerukunan antarumat beragama di Banten.

Sebagai pelabuhan dagang internasional, Banten berperan yang strategis akan kehadiran bangsa dari luar dan itu mempengaruhi perkembangan budaya dan akulturasinya.

Diharapkan kunjungan ini bisa memperkaya ilmu pengetahuan mereka dan memotivasi untuk terus berinovasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SE
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.