kai jadi bumn andalan indonesia anne purba masyarakat makin aware gunakan transportasi publik - News | Good News From Indonesia 2026

KAI Jadi BUMN Andalan Indonesia, Anne Purba: Masyarakat Makin Aware Gunakan Transportasi Publik

KAI Jadi BUMN Andalan Indonesia, Anne Purba: Masyarakat Makin Aware Gunakan Transportasi Publik
images info

KAI Jadi BUMN Andalan Indonesia, Anne Purba: Masyarakat Makin Aware Gunakan Transportasi Publik


Dulu, dulu sekali, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki citra yang kurang baik dalam pelayanan transportasi umum di Indonesia. Sebelum memasuki 2010-an, layanan kereta api dan kereta listrk (KRL) di tanah air identik dengan penumpang yang bergelantungan di badan kereta, kebersihan di kereta maupun stasiun yang buruk, ketidaknyamanan, dan minus kedisiplinan dari petugas maupun penumpang.

Namun, perubahan signifikan terasa saat KAI dipimpin Ignasius Jonan pada 2009. Pelayanan membaik, kebersihan di dalam-luar kereta terjamin, dan pemandangan penumpang bergelantungan di badan kereta sudah tidak ada lagi.

Dalam dua dekade terakhir KAI telah bertransformasi menjadi perusahaan BUMN andalan pemerintah. Segala bentuk inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi sudah dilakukan seperti memberi pelayanan jarak jauh melalui media sosial hingga penjualan tiket via aplikasi. Tak mengherankan, dari kualitas pelayanannya yang memudahkan membuat KAI mampu menjaring ratusan juta penumpang setiap tahunnya.

500 Juta dalam Setahun

KAI terus berinovasi di banyak sektor pelayanan. Semisal kereta jarak jauh yang tersedia di Pulau Jawa, terdapat layanan kereta wisata Panoramic kelas eksekutif yang dimodifikasi dengan sunroof sehingga penumpang bisa melihat pemandangan lebih jelas daripada kereta biasa.

Tak hanya kelas eksekutif, karena kenyamanan disajikan juga di kereta ekonomi. Jika dulu penumpang berjejal bak ikan sarden hingga kepanasan, kini kereta kelas ekonomi telah dipasangkan unit pendingin udara di masing-masing kereta. Tak ayal dari peningkatan kualitas layanan ini pun berdampak dengan meningkatnya jumlah penumpang KAI tiap tahunnya.

“Di 2025 kemarin sudah lebih dari 500 juta (penumpang), it means dua kali lipat dari warga Indonesia,” ucap Anne Purba, Vice President Corporate Communications kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Transportasi urban seperti LRT pun juga berkontribusi menyumbang angka penumpang bagi KAI. Menurut Anne, dalam lima tahun ke depan KAI telah merancang visi dan misi pertumbuhan agar transportasi berbasis rel bisa terus ekspansi.

“Seperti LRT, urban transport dengan KRL ini juga di atas 10 persen (peningkatannya). Potensi-potensi inilah yang membuat banyak hal yang harus dilakukan oleh KAI lima tahun ke depan melalui investasi jangka panjang dan jangka pendek, karena kita melihat pertumbuhannya bertumbuh, banyak perubahan yang sangat dinamis,” kata Anne lagi.

Masyarakat Makin Aware Gunakan Transportasi Publik

Meningkatnya jumlah pelanggan KAI didukung peranan transportasi urban yang mulai tersebar dan membaik. Selain di wilayah Jabodetabek, jejaring KRL di sekitaran Yogyakarta hingga Solo turut menyumbang angka peningkatan jumlah penumpang.

“Surprise juga begitu kita menjalankan KRL di Yogya-Solo. Ketika Prameks itu penumpangnya 2 ribu, 3 ribu, 4 ribu. Sekarang untuk hari kerja sudah menuju 20 ribu. Terbalik kalau di Yogya-Solo. Libur dia semakin banyak. Seperti di libur panjang Lebaran itu bisa mencapai lebih dari 40 ribu,” ungkap Anne.

Peningkatan jumlah penumpang yang pesat menjadi kejutan tersendiri bagi KAI karena targetnya di bawah itu. Dengan target yang tercapai dan bahkan melebihi ekspetasi inilah membuat mereka menyimpulkan kehadiran transportasi umum seperti kereta teramat dibutuhkan bagi masyarakat Indonesia, kini hingga nanti.

“Dulu kita ditarget cuma 6 ribu, tapi untuk daily-nya yang rutin hari kerja menuju 20 ribu. Jadi kita melihat bahwa masyarakat semakin aware menggunakan transportasi publik itu penting sekarang,” ujar Anne.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.