nilai tukar rupiah ke dolar hari ini 22 mei 2926 ini konversinya - News | Good News From Indonesia 2026

Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (22 Mei 2926), Ini Konversinya

Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (22 Mei 2926), Ini Konversinya
images info

Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (22 Mei 2926), Ini Konversinya


Nilai tukar rupiah atas dolar cenderung sangat fluktuatif. Namun selama beberapa minggu ini, nilainya menunjukan pergerakan pelemahan. Melansir dari situs Bloomberg, Hari Ini Jumat (22/5/2026) pukul 11.54 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami pelemahan. Berada di angka Rp17.714 per 1 USD.

Pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor global dan domestik yang datang bersamaan. Kondisi geopolitik global yang masih memanas, menekan nilai rupiah.

Ditambah dengan suku bunga acuan AS yang relatif tinggi, membuat banyak investor memindahkan dana karena dirasa menjadi safe haven. Selain itu, jalur logistik yang terganggu berakibat pada kenaikan harga minyak dunia.

Pada kondisi domestik, ketergantungan terhadap impor serta beban subsidi yang semakin meningkat, juga turut memberatkan rupiah.

baca juga

Kurs 1 USD Hari Ini Berapa Rupiah?

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, kurs transaksi rupiah atas dolar Hari Ini Jumat (22/5/2026) berada di angka Rp17.761,37 per 1 USD untuk kurs jual. Sedangkan untuk kurs beli, berada di angka Rp17.584,63 per 1 USD.

Diagram Kurs Rupiah Hari Ini, 22 Mei 2026 (Bank Indonesia)

Langkah BI Menjaga Stabilitas Rupiah

Dengan kondisi nilai tukar rupiah yang terus fluktuatif dan menentukan pelemahan, Bank Indonesia (BI) melakukan berbagai upaya untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Dilansir dari situs Bank Indonesia, dalam pertemuan dengan sejumlah investor di Singapura, Perry Warjiyo selaku Gubernur BI menjelaskan, saat ini BI menyesuaikan struktur suku bunga pasar (term structure) melalui kenaikan yield instrumen seperti SRBI.

Upaya tersebut dijalankan untuk menjaga daya tarik aset domestik serta mendukung stabilitas nilai tukar demi menjaga kondisi domestik tetap kuat. Pertemuan untuk memberikan informasi kepada investor juga terus dilakukan. Dengan harapan dapat meyakinkan investor terhadap ekonomi Indonesia dan mendorong arus masuk modal asing.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur BI juga menjelaskan bahwa kerangka kebijakan BI telah berevolusi dari pengalaman menghadapi berbagai krisis. Saat ini, integrated monetary policy mix yaitu kerangka kerja kebijakan BI yang memadukan 3 pilar utama; kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran telah diimplementasikan.

  1. Kebijakan suku bunga untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi tetap dalam target.
  2. Stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas eksternal dan mencegah pelemahan Rupiah merambat ke kenaikan harga.
  3. Pengelolaan likuiditas domestik untuk memastikan kecukupan likuiditas di sistem keuangan.

Pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika global tercermin pada 3 instrumen tersebut. Ketiganya dijalankan secara bersamaan dan saling melengkapi.

baca juga

Kebijakan sinergi moneter dan fiskal turut memperkuat ketahanan ekonomi domestik serta menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi bersama. BI juga terus memperkuat insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas serta mempercepat penurunan suku bunga kredit.

Percepatan digitalisasi sistem pembayaran yang mencakup pengembangan QRIS, transaksi lintas negara yang menggunakan mata uang lokal, serta infrastruktur pembayaran ritel juga terus dijalankan. Digitalisasi pembayaran semakin memperkuat efisiensi dan inklusi keuangan.

Dengan upaya-upaya yang dilakukan, didukung dengan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, serta kerangka kebijakan yang semakin matang dan adaptif, Perry yakin bahwa Indonesia memiliki kapasitas kuat untuk menghadapi tekanan global. BI akan terus berusaha menjaga stabilitas sebagai prioritas utama, dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.