kata baru bahasa indonesia yang masuk di kbbi - News | Good News From Indonesia 2026

10 Kata Baru Bahasa Indonesia yang Masuk KBBI

10 Kata Baru Bahasa Indonesia yang Masuk KBBI
images info

10 Kata Baru Bahasa Indonesia yang Masuk KBBI


Indonesia membentang dari ujung barat hingga ujung timur dengan segala keanekaragaman di dalamnya. Mulai dari budaya, makanan, hingga bahasa yang digunakan.

Melansir dari situs Badan Bahasa Kemendikdasmen, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah. Dengan segala keragaman bahasanya, bahasa Indonesia menjadi pemersatu bangsa.

Berdasarkan pemutakhiran KBBI pada Oktober 2025, tercatat 3.259 kata baru masuk dalam KBBI. Sehingga total entri kata per Oktober 2025 mencapai 210.595. Pemutakhiran dilakukan setiap 6 bulan sekali, untuk memfasilitasi perkembangan kata dan istilah baru yang belum tercatat.

Pengguna dapat mengusulkan kata baru atau perbaikan kata kepada KBBI. Kata-kata yang diusulkan pun beragam, mulai dari singkatan, serapan bahasa daerah atau asing, hingga kata yang hadir melalui kreativitas pengusul.

baca juga

Dari 3.259, berikut daftar 10 kata baru yang masuk KBBI. Yuk, simak bersama!

Kata Baru yang Masuk KBBI

  1. Kapitil

Kata ini merupakan kebalikan dari Kapital, yaitu huruf kecil yang merujuk pada penggunaan huruf a,b,c dan seterusnya atau yang umum disebut non-kapital. Penggunaan kata ini digunakan secara spesifik pada konteks tata tulis atau huruf. Tidak termasuk kata baku dan digunakan untuk percakapan sehari-hari atau santai.

  1. Palum

Palum merupakan antonim dari haus atau keadaan sudah puas minum atau hilang rasa haus. Melansir dari situs Balai Bahasa Provinsi Maluku, kata ini diserap dari bahasa Batak Pakpak. 

  1. Galgah

Resmi masuk ke dalam KBBI, kata ini diciptakan oleh pemengaruh TikTok dengan nama akun @bungareyzaayang yang kemudian menjadi viral. Kata ini digunakan untuk mendeskripsikan rasa segar di tenggorokan setelah minum air.

Dalam KBBI, kata ini memiliki arti lega atau segar kerongkongan karena minum air atau tidak dahaga. Galgah menjadi padanan kata atau variasi cakap dari Palum. Kata ini juga tidak termasuk kata baku dan digunakan untuk percakapan sehari-hari atau santai.

  1. Gameh-gameh

Gameh-gameh merupakan kata serapan dari bahasa Lundayeh yang memiliki arti melakukan sesuatu menggunakan tangan dengan sangat cepat, sebagai contoh menghitung uang. Kata ini diusulkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur.

  1. Akuik

Akuik adalah rezim kelembapan tanah yang berkurang dan bebas oksigen terlarut akibat tanah jenuh air. Kata ini merujuk pada bidang ilmu tanah atau pertanian.

  1. Anakiling

Kata yang berasal dari bahasa Tenggalan ini menjadi deskripsi dari bunyi tonggeret pertanda petang hari. Tonggeret adalah serangga yang menjadi tanda pergantian musim. Banyak muncul pada bulan April-Mei.

  1. Qat

Kata ini merupakan serapan dari bahasa Arab. Memiliki makna tumbuhan semak yang memberikan perasaan nyaman atau gembira bagi penggunanya ketika dikunyah atau dibuat teh, banyak tumbuh di Afrika Timur dan Timur Tengah. 

  1. Kariul

Kariul merujuk pada anting emas yang biasanya dipakai mempelai pria pada upacara pernikahan. Berbentuk bulan sabit tanpa permata. Berasal dari bahasa Melayu Kalimantan.

  1. Kecepuri

Berasal dari bahasa Melayu Riau, kecepuri berarti lubang yang di dalamnya terdapat lubang lain yang lebih kecil.

  1. Kencot

Berasal dari bahasa Melayu Jambi, kencot merupakan kata kerja dari menyentak layangan untuk menaikkannya karena tidak ada angin. Diusulkan oleh Kantor Bahasa Provinsi Jambi.

baca juga

Fungsi KBBI 

Dilansir dari situs Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, selaku Kepala Badan Bahasa menjelaskan, KBBI sering kali dianggap sebagai kamus preskriptif. KBBI menjadi penetap aturan bagaimana bahasa digunakan, menjadi rujukan benar atau salah sebuah kata, dan menghindari kata-kata yang tidak baku.

Terlepas dari perspektif tersebut, KBBI juga berfungsi deskriptif, seperti mengumpulkan dan mencatat kosa kata yang digunakan oleh masyarakat, baik formal maupun informal. Sebagai informasi dan pembeda, KBBI memberikan label pada setiap kata.

KBBI juga berfungsi sebagai kamus historis, mencatat bagaimana bahasa tersebut pernah digunakan oleh masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa KBBI bukan kamus kontemporer yang hanya merekam kata-kata terbaru. Namun, merupakan kamus besar, dengan luasnya cakupan kosakata yang terkumpul berdasarkan rentang waktu, bidang, serta ragam penggunaan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.