BANDA ACEH | SAGOE TV – Sebanyak 130 naskah kuno Aceh yang terdampak banjir pada 2025 direstorasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan didukung Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Komisariat Aceh.
Kegiatan preservasi dan restorasi manuskrip tersebut berlangsung di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 19 hingga 23 Mei 2026 dengan melibatkan lima konservator dari PNRI Jakarta.
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman meninjau langsung proses restorasi manuskrip kuno yang dilakukan terhadap koleksi masyarakat di Pidie Jaya dan Aceh Utara yang terdampak banjir.
Dalam kunjungan itu, Rektor UIN Ar-Raniry berharap program preservasi naskah kuno di Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan mengingat manuskrip Aceh memiliki nilai sejarah dan peradaban yang tinggi.
Ia menjelaskan, upaya penyelamatan naskah di Aceh telah dilakukan sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh melalui kerja sama dengan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang, Universitas Leipzig Jerman, Pemerintah Aceh, serta lembaga Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh.
Baca Selengkapnya

