PENETAPAN Geopark Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark pada April 2025 membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pengakuan dunia tersebut, Kebumen tidak hanya dipandang sebagai kawasan wisata geologi, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi berkelanjutan berbasis kekayaan alam dan budaya lokal.
Berdasarkan data Badan Pengelola Geopark Kebumen (2026), kawasan ini memiliki 42 situs geologi yang menjadi aset penting daerah. Potensi tersebut menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), akademisi, hingga masyarakat untuk menjaga keberlanjutan geopark sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Di tengah peluang besar tersebut, tantangan utama masih muncul dari pola pikir sebagian pelaku usaha yang cenderung mengejar keuntungan jangka pendek dibanding menjaga keberlanjutan lingkungan. Masalah klasik dalam dunia usaha adalah pandangan bahwa etika hanyalah pelengkap.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kebumen pada tahun 2025, jumlah UMKM mencapai 56.466 unit (Sekretariat DPRD Kabupaten Kebumen, 2025). Angka tersebut menunjukkan besarnya kekuatan ekonomi lokal, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan dalam membangun kesadaran bisnis berkelanjutan.
Masih banyak pelaku UMKM yang melihat bisnis sebagai entitas terpisah dari lingkungan sekitarnya. Ini dapat dilihat dari masih adanya kecenderungan pelaku usaha yang hanya fokus pada keuntungan jangka pendek tanpa mempedulikan dampak jangka panjang terhadap ekosistem geopark.
Baca Selengkapnya

