apakah seni harus dibisniskan dari inkubator seni usk kampus mulai membaca kreativitas secara lebih serius - News | Good News From Indonesia 2026

Apakah Seni Harus Dibisniskan? Dari Inkubator Seni USK, Kampus Mulai Membaca Kreativitas Secara Lebih Serius

Apakah Seni Harus Dibisniskan? Dari Inkubator Seni USK, Kampus Mulai Membaca Kreativitas Secara Lebih Serius
images info

Oleh: Ari J. Palawi
Praktisi dan Akademisi seni Universitas Syiah Kuala

Perdebatan tentang seni dan bisnis biasanya bergerak dalam dua kutub yang berlawanan. Seni dianggap harus tetap bebas dari logika ekonomi agar tidak kehilangan kebebasan kreatifnya. Di sisi lain, seni juga didorong masuk ke dalam industri kreatif agar memiliki keberlanjutan dan dampak ekonomi yang lebih nyata.

Namun dalam praktiknya, persoalannya jauh lebih kompleks daripada sekadar memilih antara “seni murni” dan “seni komersial”.

Di banyak kampus hari ini, tantangan yang paling terasa justru bagaimana aktivitas kreatif yang sudah hidup dapat bertahan, terdokumentasi, dan berkembang menjadi bagian dari ekosistem pengetahuan universitas.

Hal itu mulai terlihat dalam perkembangan Inkubator Seni Berbasis Riset Universitas Syiah Kuala (USK).

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.