Membicarakan persoalan masa depan sebuah kota, pasti tidak jauh-jauh dari urusan kebijakan pemerintah. Akan tetapi, apakah hanya pemerintah saja yang dapat menentukan arah perkembangan suatu kota? Nyatanya, peran anak muda sebagai agent of change sangat dibutuhkan karena mereka dapat memberikan berbagai ide-ide kreatif demi kesuksesan kotanya.
Kota Surakarta merupakan salah satu daerah yang saat ini masih berjuang untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di dalamnya. Mulai dari tantangan mengenai akses pendidikan yang belum sepenuhnya merata sampai ketatnya persaingan kerja. Untungnya, pemerintahnya tidak tutup mata akan aspirasi yang diberikan oleh rakyatnya, khususnya kaum muda yang tidak kenal lelah untuk terus berusaha membantu memberikan solusi kepada pemerintah.
Semangat juang tersebut membuat Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto berucap, “Menuju Indonesia Emas 2045 berarti memberi ruang bagi ide kreatif anak muda, karena merekalah pemeran utamanya.”
Hal tersebut menjadi salah satu upaya dukungan dari pemerintah agar anak muda tidak perlu takut bersuara. Pada dasarnya, generasi muda nantinya akan menjadi penerus bangsa melalui seluruh inovasi dan aksi nyata mereka.
Demi mewujudkan transparansi antara pemerintah dengan generasi muda, maka terciptalah Forum Muda Surakarta (FMS) 2026. Dengan membawakan tema “Derap Muda: Menaut Cita untuk Surakarta Sejahtera”, program ini akan berlangsung pada tanggal 6-7 Juni 2026 dan menjadi jembatan yang akan mempertemukan anak muda dengan para pemegang kebijakan. Forum ini tidak hanya memaparkan masalah-masalah yang terjadi, tetapi juga menawarkan solusi yang terbaik guna memajukan kota Surakarta ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Menariknya, forum ini akan menerapkan komunikasi dua arah, yang artinya audiens benar-benar diajak untuk memahami dan membedah berbagai isu di Surakarta secara mendalam. Tidak hanya itu, audiens akan didorong untuk menyampaikan aspirasi mereka dalam sebuah diskusi kolaboratif yang solutif. Melalui kesempatan ini, anak muda mendapatkan kesempatan untuk mengakses informasi yang valid dan relevan mengenai isu-isu lokal sehingga gagasan yang dihasilkan memiliki landasan kuat serta dapat dipertanggungjawabkan. Tentunya, pemuda tidak akan menjadi penonton pasif ketika mengikuti program ini.
Selain membawakan isu lokal, program ini juga membawakan perspektif global mengenai Sustainable Development Goals (SDGs). Hal tersebut berguna untuk menyadarkan anak muda bahwa aksi mereka dapat berpengaruh di ranah yang lebih luas, yaitu global.
Pemahaman terhadap isu dunia yang dikaitkan dengan dinamika di Surakarta akan membentuk pola pikir yang lebih strategis dalam membedah setiap tantangan di lingkungan sekitar. Dengan pemahaman tersebut, solusi yang ditawarkan anak muda diharapkan mampu bersaing dengan standar internasional.
Manfaat keikutsertaan dalam forum ini mencakup pengembangan kapasitas diri yang signifikan, serta perluasan jejaring profesional. Melalui interaksi intensif, terdapat peluang untuk memahami mekanisme kolaborasi antarsektor secara mendalam. Aspirasi yang sebelumnya hanya berada di dalam pikiran kini memiliki kesempatan untuk disampaikan guna menjadi solusi konkret yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah.
Forum Muda Surakarta membuktikan bahwa perubahan sebuah kota bisa dimulai dari ruang diskusi yang tepat, di mana anak muda sadar mengenai peran pentingnya dalam menjaga Surakarta agar tetap maju dan terbuka bagi semua kalangan. Ruang kolaborasi ini pasti akan menjadi kesempatan berharga bagi siapapun yang ingin berkontribusi langsung bagi masa depan Surakarta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


