anak muda butuh dari sekadar ipk 4 siapkan dirimu untuk terjun ke dunia kerja bersama global talent - News | Good News From Indonesia 2026

Anak Muda Butuh dari Sekadar IPK 4, Siapkan Dirimu untuk Terjun ke Dunia Kerja bersama Global Talent!

Anak Muda Butuh dari Sekadar IPK 4, Siapkan Dirimu untuk Terjun ke Dunia Kerja bersama Global Talent!
images info

Ilustrasi Magang di Luar negeri. sumber: Pexels


Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin pelik, mayoritas mahasiswa di perguruan tinggi sering beranggapan bahwa modal utama dalam mendapatkan pekerjaan adalah dengan lulus dengan nilai IPK yang tinggi. Mungkin Kawan GNFI juga pernah memikirkan hal yang sama. Namun, apakah memang benar adanya bahwa nilai IPK yang tinggi merupakan satu-satunya faktor penting dalam mendapatkan pekerjaan saat ini?

Pada kenyataannya, perusahaan kini tidak hanya mencari kandidat yang unggul dari sisi akademik, namun juga mereka yang memiliki pengalaman yang luas, kemampuan beradaptasi yang fleksibel, hingga keberanian untuk menghadapi tantangan baru.

Dunia kerja menuntut seseorang untuk tidak sekadar memahami teori dengan baik, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dengan baik di lapangan. Dengan kata lain, pengalaman praktis menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan peluang penerimaan kerja. Hal ini turut menjelaskan beberapa fenomena di mana perusahaan sering kali merasa tertarik dengan kandidat yang terlibat langsung dalam lingkungan kerja, meski masih dalam tahap magang.

baca juga

Selain pengalaman, kemampuan beradaptasi turut menjadi faktor tambahan yang dinilai signifikan. Di era saat ini, di mana teknologi berkembang dengan pesat, dinamika geopolitik menjadi semakin kompleks, dan perspektif sosial yang kian beragam, perusahaan cenderung mempertimbangkan kandidat yang dinilai memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik dalam keberagaman. 

Di sisi lain, keberanian untuk mencoba yang mengalahkan rasa ragu seseorang turut menjadi kunci utama. Saat ini, anak muda sering kali menghentikan langkahnya lantaran mereka takut untuk mencoba atau takut berbuat kesalahan. Pertanyaan seperti “Apakah saya sudah siap?” atau “ Bagaimana jika saya tidak cukup baik?” kerap kali menjadi penghalang bagi anak muda untuk menapaki kesempatan dan peluang yang lebih luas.

Sementara itu, dalam beberapa kasus, kesiapan bukanlah hal utama untuk dimiliki ketika kita ingin mencoba sesuatu. Justru keberanian untuk memulai dan belajar saja sudah menjadi faktor yang menentukan.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Yasmin Wafiqah, Local Committee Vice President (LCVP) Outgoing Global Talent AIESEC in UNS, bahwa banyak dari pemuda sering kali merasa ragu untuk mencoba, pada akhirnya menjadi yang paling bersyukur karena telah mencoba. 

Keraguan pada dasarnya merupakan hal yang sangat manusiawi. Hampir setiap orang pasti pernah meragukan dirinya sendiri. Hal ini bukan muncul dari ketidakmampuan kita, melainkan dari rasa takut kita dalam menghadapi sesuatu yang kita tak pernah lalui sebelumnya.

Menariknya, keraguan itu pada akhirnya mampu mengantarkan seseorang ke perkembangan terbesar saat mereka mulai berani untuk melangkah. 

Melihat kebutuhan tersebut, berbagai inisiatif hadir untuk menjadi jembatan antara dunia profesional dan akademik. Salah satunya adalah Global Talent atau program magang di luar negeri, yang mana dalam hal ini AIESEC in UNS memfasilitasi kesempatan bagi anak muda untuk mendapatkan pengalaman bekerja di perusahaan multinasional.

Program ini menawarkan beberapa pilihan durasi, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang, serta fleksibilitas dalam metode pengoperasian, baik secara langsung, hybrid, maupun remote. Peserta juga tidak akan dilepas begitu saja, melainkan akan mendapat pendampingan mulai dari persiapan CV, pelatihan wawancara, hingga dukungan selama program berlangsung. 

Apabila kita meninjau dengan lebih luas lagi, kesempatan ini tidak hanya memberikan pengalaman untuk berkontribusi secara nyata, melainkan juga memperluas jaringan profesional lintas negara. Selain itu, interaksi dengan rekan kerja dari latar belakang budaya yang berbeda turut membuka wawasan global kita. 

baca juga

Pada akhirnya, dapat kita simpulkan bahwa IPK memang memiliki peranan penting dalam dunia kerja, namun hal tersebut bukan satu-satunya faktor penentu. Pengalaman, keberanian untuk mencoba dan memulai, serta keinginan untuk terus berkembang justru menjadi faktor yang semakin relevan saat ini. 

Jadi, apakah Kawan GNFI siap untuk memulai langkah pertama Kawan GNFI? Keberanian dan keputusan Kawan GNFI saat ini menentukan bagaimana masa depan ada akan berjalan. Informasi selengkapnya dapat Kawan GNFI temukan melalui akun Instagram @unstoppable.youths milik AIESEC in UNS.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.