Kita semua pasti pernah terjebak dalam siklus yang sama dimulai dari bangun tidur, buka HP, lalu tanpa sadar satu jam berlalu hanya untuk scrolling di media sosial. Fenomena doomscrolling ini merupakan kebiasaan terus-menerus mengonsumsi info buruk,negatif atau memicu kecemasan. Tanpa sadar media sosial justru telah menciptakan siklus kecemasan yang melumpuhkan generasi muda saat ini melalui efek Mental Fog. Hal ini paling sering dialami oleh pemuda.
Kita terjebak dalam informasi yang membuat kita merasa tidak produktif dan hanya menjadi penonton pasif dari berbagai permasalahan dunia yang tampak mustahil untuk diselesaikan. Namun, di tengah kondisi ini, muncul sebuah pertanyaan mendasar: apakah kita akan membiarkan kecemasan itu menguasai kita, atau justru menggunakannya sebagai bahan bakar untuk menciptakan perubahan?
Keseringan doomscrolling memicu hormon kortisol, penyebab stress meningkat yang menimbulkan anxiety. Selain itu, memori jangka pendek terganggu sehingga otak tidak mempunyai ruang untuk belajar hal baru dan memecahkan masalah.
Oleh karena itu, perlu dilakukan Brain Detox. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Misalnya berolahraga, mebiasakan diri baca buku untuk melatih fokusmu dan mengalihkan diri dengan aktivitas fisik yang produktif.
Salah satu kegiatan produktif yang tetap bisa membantu diri menciptakan dampak ke sekitar adalah Local Volunteer Summer Peak 2026 AIESEC in USU yang dirancang khusus bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman proyek sosial secara langsung dengan skala internasional. Project ini menjadi peluang belajar bersama dengan para Exchange Participants (EP).
Melalui program ini, kamu tidak hanya sekadar menjadi relawan, tetapi juga akan berinteraksi langsung dengan para peserta dan mitra internasional. Hal ini menjadi peluang besar untuk memperkuat Curriculum Vitae (CV) kamu melalui pengembangan masyarakat dan pengembangan diri yang terukur.
Selain daripada itu, kamu akan berkontribusi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG nomor 13 mengenai penanganan perubahan iklim. Rangkaian kegiatan Local Volunteer ini disusun secara komprehensif untuk memastikan setiap relawan mendapatkan pembelajaran yang maksimal.
Rangkaian keseruan Local Volunteer akan dimulai dengan sesi Induction untuk mengenal nilai-nilai kepemimpinan AIESEC. Kegiatan project Local Volunteer ini juga menyediakan Bootcamp intensif guna mengasah keterampilan teknis sebelum proses realisasi.
Kamu juga akan terlibat dalam EP Induction untuk menyambut para bule yaitu exchange participants dari mancanegara, hingga masuk ke tahap iGV Realization di mana kamu berperan penting sebagai EP Buddy yang menemani para bule selama kegiatan di Medan.
Keseruan sesi yang membuat Local Volunteer menjadi momen yang paling dinantikan adalah sesi EP-LV Engagement untuk diskusi pertukaran budaya dan membangun koneksi global yang akrab. Seluruh progresmu akan dipantau oleh member AIESEC melalui sesi Checkpoint dan diakhiri dengan Debrief sebagai ruang refleksi atas semua pembelajaran berharga yang telah didapat. Yuk, jangan sampai ketinggalan pendaftarannya dan jadikan Local Volunter menjadi kegiatan berdampak dalam hidupmu!
Sebagai langkah nyata untuk memperluas dampak tersebut, AIESEC in USU mengundang generasi muda untuk mengaktualisasikan kepedulian mereka melalui program Global Volunteer. Program ini menjadi ruang bagi pemuda untuk aktif ciptakan impact di kancah internasional, bekerja sama secara lintas budaya, dan berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di berbagai negara.
Inilah saatnya mengubah perspektif menjadi aksi dan potensi menjadi dampak nyata bagi dunia.
Kami tunggu kamu untuk menjadi the next exchange participants Global Volunteer AIESEC in USU melalui informasi lebih lanjut di Instagram @youthleaders.usu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


