aiesec in unej hadiri brave untuk perkuat kesetaraan gender dan ruang diskusi bagi generasi muda - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UNEJ Hadiri BRAVE untuk Perkuat Kesetaraan Gender dan Ruang Diskusi bagi Generasi Muda

AIESEC in UNEJ Hadiri BRAVE untuk Perkuat Kesetaraan Gender dan Ruang Diskusi bagi Generasi Muda
images info

AIESEC in UNEJ Hadiri BRAVE untuk Perkuat Kesetaraan Gender dan Ruang Diskusi bagi Generasi Muda


AIESEC in Universitas Jember (UNEJ) menghadiri undangan dari Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Jember dalam acara BRAVE (Break Harmful Norms, Raise Voices for Equality) yang diselenggarakan di Hall Lantai 5 Gedung Student Center FK UNEJ, bertepatan dengan rangkaian peringatan International Women’s Day 2026. Acara ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu kesetaraan gender, dan menciptakan ruang diskusi yang aman dan inklusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi.

BRAVE merupakan kegiatan tahunan dari CIMSA FK UNEJ yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami, mendiskusikan, dan melawan stereotip gender serta kekerasan berbasis gender. Acara kali ini dihadiri oleh perwakilan AIESEC in UNEJ, yaitu Adinda Ammara Mulia (LCVP of External Relations), Ade Yusvandi Yusuf (Manager of IR Matching Partnership), dan Shafira Permata Wijaya (Team Leader of Learning and Development), bersama dengan pembicara dari Generasi Peduli Perempuan (GPP) yang membahas tentang norma gender, kesehatan seksual, serta pentingnya kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada peringatan International Women’s Day 2026, CIMSA FK UNEJ mengusung tema “Break Harmful Norms, Raise Voices for Equality”, yang berfokus pada edukasi kritis, dialog terbuka, dan pemberdayaan suara kaum muda. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi dari sesi talkshow, tetapi juga diajak masuk ke dalam Focus Group Discussion (FGD) yang mengupas studi kasus nyata tentang permasalahan gender yang sering terjadi di Indonesia, seperti anggapan bahwa seorang perempuan tidak boleh bekerja. Peserta diminta memberikan tanggapan kritis dan solusi terhadap kasus tersebut, sehingga melatih keberanian berpikir dan bersuara.

baca juga

Adinda, Ade dan Shafira selaku perwakilan AIESEC in UNEJ mengikuti serangkaian acara dengan penuh antusiasme. “Acara ini seru banget. Materi yang disampaikan sangat berguna, terutama tentang kesetaraan gender. Karena target audiensnya mayoritas perempuan, kami jadi lebih melek dan sadar terhadap isu-isu yang selama ini sering terabaikan. Harapan saya, kegiatan seperti BRAVE bisa terus diadakan karena dampaknya luar biasa bagi kami generasi muda,” ujar Adinda.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan talkshow interaktif bersama pemateri. Mereka membahas konstruksi sosial gender, dampak norma berbahaya terhadap kesehatan mental dan fisik, serta bagaimana mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam kelompok diskusi (FGD) untuk mengupas studi kasus tentang larangan perempuan bekerja dan isu-isu gender lainnya di Indonesia. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka sebagai bentuk pengalaman langsung dalam menyusun strategi advokasi.

Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti sesi workshop melukis pot sukulen yang menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus refleksi harapan. Sesi Wall of Hope turut diadakan untuk menuliskan mimpi dan komitmen bersama dalam mendukung kesetaraan gender.

Menurut Adinda, pengalaman lain yang tak kalah berharga adalah mendapatkan relasi baru. “Kami mendapat relasi, terutama dengan teman-teman dari kesehatan dan dari pemateri yang berasal dari fakultas hukum. Jadi kami tahu isunya secara general sekaligus melihat perspektif dari teman-teman hukum,” tambahnya.

baca juga

Wawasan yang diperoleh dari BRAVE dapat membantu mahasiswa dalam mengidentifikasi dan melawan diskriminasi gender di sekitarnya. Bukan hanya itu, mereka juga dapat memahami bagaimana kebijakan publik, pendidikan sebaya, serta gerakan akar rumput dapat menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas organisasi seperti AIESEC, CIMSA, dan GPP menjadi bukti bahwa isu kesetaraan gender adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen generasi muda.

BRAVE tidak hanya bertujuan untuk memberikan edukasi, tetapi juga membangun jejaring antar komunitas kepemudaan untuk terus mengawal isu kesetaraan gender. Hal ini penting agar generasi muda memiliki ruang aman untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama tanpa takut dihakimi. Kehadiran AIESEC in UNEJ dalam acara ini juga menjadi bentuk komitmen organisasi dalam mendukung pengembangan kepemimpinan yang inklusif dan berperspektif global.

BRAVE diharapkan dapat menjadi fondasi bagi generasi muda dalam mengembangkan empati, kepemimpinan yang adil gender, serta berkontribusi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.