ribuan siswa dan guru di jambi tolak paham iret dan tcc - News | Good News From Indonesia 2026

Ribuan Siswa dan Guru di Jambi Tolak Paham IRET dan TCC

Ribuan Siswa dan Guru di Jambi Tolak Paham IRET dan TCC
images info

Ribuan Siswa dan Guru di Jambi Tolak Paham IRET dan TCC


Dalam membentengi generasi muda dari pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila, serta upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, bebas dari perundungan.

Tidak kurang dari 1.500 orang, terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa dan siswi sekolah SMP, SMA dan SMK melakukan Aksi Deklarasi Akbar di Gedung Olahraga (GOR) Kota Baru, kota Jambi, Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam orasi ini, para siswa dan guru menyatakan, menolak adanya Paham IRET (Ideologi Radikal Ekstremisme Terorisme), Terorisme dan Cyber Crime (TCC), Perundungan. Aksi ini terbagi tiga sesi. 30 satuan pendidikan dari berbagai kabupaten/kota, ikut melalui Zoom Meeting, 1.500 orang di GOR Kota Baru, kota Jambi, Sekolah lainnya mengikuti di kanal YouTube Pemprov Jambi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri, dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme, serta menjaga situasi keamanan yang kondusif, bebas dari ancaman terorisme di daerah, khususnya pada wilayah Provinsi Jambi.

Dari surat Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri, di tindak lanjuti dengan surat Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar MY, S.E., M.M, kepada jajaran Kepala Sekolah SMP, SMA dan SMK se-Provinsi Jambi.

baca juga

Dari surat edaran tersebut, kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Menurut M. Umar MY, S.E., M.M, kegiatan ini sebagai langkah strategis, membentengi generasi muda dari pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, bebas dari perundungan.

Kegiatan Deklarasi ini di GOR Kota Baru, juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My.

Menurut Gubernur Al Haris, “Generasi muda Jambi harus menjadi benteng persatuan, bukan korban pengaruh radikalisme, kekerasan maupun pergaulan yang merusak masa depan. Dunia pendidikan di Sekolah, menjadi tempat lahirnya karakter, toleransi dan semangat kebangsaan,” ujar Gubernur Al Haris, menambahkan. Hal ini bentuk komitmen bersama, mencegah berkembangnya paham IRET dan TCC, serta praktik bullying di lingkungan pendidikan.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar, dalam keterangannya juga mengatakan, ancaman radikalisme terhadap generasi muda kini semakin nyata, terutama melalui media digital dan platform daring. “Ancaman sekarang tidak lagi datang secara konvensional. Pengaruh radikalisme bisa masuk melalui media sosial, game online, bahkan ruang digital yang setiap hari diakses anak-anak kita,” ujar Kapolda.

“Berdasarkan data, saat ini ditemukan 116 anak di Indonesia terpapar paham kasus perundungan di sekolah. Karena terpengaruh komunitas menyimpang, seperti TCC. Karena itu, ia mengajak seluruh pelajar untuk menjaga diri dari narkoba, kekerasan, hingga paham terorisme yang bisa menghancurkan masa depan generasi muda.

baca juga

Kita harus jadi anak-anak yang cinta Indonesia, dan cinta tanah air. Tidak boleh ada yang anti NKRI, karena generasi muda adalah aset bangsa yang sangat berharga. Dari itu para orang tua dan guru harus aktif, ikut mengawasi handphone anak- anaknaya, dalam bermain lewat platform daring Roblox. Agar tidak terpapar radikalisme, melalui media digital,” jelas Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar.

Kegiatan deklarasi berlangsung semarak, dengan menampilan seni dan kreativitas pelajar yang turut memeriahkan suasana. Pemerintah berharap deklarasi tersebut mampu memperkuat kesadaran generasi muda untuk menjaga persatuan, menjauhi kekerasan, menangkal pengaruh radikalisme di lingkungan pendidikan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DC
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.