UNESCO melayangkan surat penunjukan resmi yang tertuju kepada Wahyu Hidayat, Walikota Malang perihal keterlibatan Kota Malang dalam jejaring kota kreatif UNESCO pada 31 Oktober 2025.
Dalam surat penunjukan tersebut diumumkan bahwa setelah melalui proses peninjauan dan seleksi kandidat, Kota Malang ditetapkan untuk menjadi anggota dari UNESCO Creative City Network di bidang media arts (seni media).
UNESCO Creative City Network (UCCN) memberikan ruang dan peluang berbagi pengetahuan, pengalaman, inisiatif, dan praktik kreatif yang didorong oleh budaya dan kreativitas antarkota anggotanya.
Bergabungnya Kota Malang dalam jejaring ini menunjukkan komitmen untuk menempatkan budaya dan kreativitas sebagai inti dari pembangunan berkelanjutan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
Penetapan Kota Malang sebagai salah satu kota kreatif mencerminkan kualitas rencana aksi yang diajukan sebelumnya, serta komitmennya untuk secara strategis menempatkan budaya sebagai tujuan utama dalam agenda pasca-2030, yang didukung oleh seluruh kota kreatif di dunia.
Keterlibatan ini juga merupakan bukti dukungan Kota Malang pada Konferensi Dunia tentang Kebijakan Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan.
UNESCO, melalui UNESCO Creative Network (UCCN), mendorong integrasi budaya dalam agenda pembangunan internasional, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk kota-kota kreatif.
Membuat Ulang Tahun Kota Malang Kian Berkesan
Menandai pencapaian ini, pemerintah Kota Malang menghadirkan identitas visual berupa logo 'Malang City of Media Arts' sekaligus meresmikan landmark-nya yang diluncurkan saat peringatan Hari Ulang Tahun Kota malang ke-112 pada Rabu (1/4/2026).
Agenda tersebut dilakukan langsung oleh Wahyu Hidayat, Walikota Malang bersama dengan Ali Muthohirin sebagai Wakil Walikota.
Kawasan Alun-Alun Kota Malang dipilih untuk menempatkan landmark karena mempertimbangkan kemudahan akses dan kenyamanan bagi masyarakat. Pengunjung bisa berinteraksi dan berfoto tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.
Pencapaian di kancah global ini sejalan dengan salah visi utama arah gerak Kota Malang di ulang tahun yang ke-112 ini, yaitu ‘Mbois Berkelas’.
Visi ini merupakan perwujudan langkah pemerintah untuk menjadikan Kota Malang sebagai kota yang maju, berkualitas, dan membanggakan masyarakatnya.
Terpilihnya Kota Malang dalam jejaring internasional ini tentu menunjukkan kapabilitasnya dalam memelihara dan melestarikan budaya dan kreativitas serta mengaplikasikannya dalam rencana pembangunan jangka panjang.
Kolaborasi dengan Seniman Lokal pada Peluncurannya
Peluncuran identitas 'Malang City of Media Arts' melibatkan kolaborasi dengan sejumlah seniman lokal sebagai upaya memperkuat ekosistem kreatif di Kota Malang.
Kolaborasi ini merupakan bentuk apresiasi untuk para pegiat kreatif lokal, sekaligus guna mempertegas bahwa representasi ide dan visual yang diciptakan menunjukkan karakter serta kekayaan warisan budaya lokal Kota Malang.
Identitas ini disusun dengan pendekatan hexahelix collaboration, sinergi enam elemen utama yaitu pemerintah, komunitas kreatif, akademisi, peaku bisnis, media, dan masyarakat.
Pemerintah Kota Malang berdampingan dengan UCCN Focal Point Malang, menggandeng Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Malang dan Malang Creative Fusion untuk melahirkan identitas visual ‘Malang City of Media Arts’.
Dengan bergabungnya Kota Malang dalam UNESCO Creative Cities Network, diharapkan momentum ini dapat membuka lebih banyak ruang bagi berkembangnya potensi kreatif Kota Malang.
Harapannya, ekosistem kreatif di Kota Malang juga dapat tumbuh secara inklusif, tanpa adanya diskriminasi antar pelaku, serta mampu menghadirkan ruang yang setara untuk berkembang dan berkolaborasi bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


