bukan tak berpendirian lawatan ke as dan rusia jadi bukti indonesia masih usung bebas aktif - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Tak Berpendirian, Lawatan ke AS dan Rusia Jadi Bukti Indonesia Masih Usung Bebas Aktif

Bukan Tak Berpendirian, Lawatan ke AS dan Rusia Jadi Bukti Indonesia Masih Usung Bebas Aktif
images info

Bukan Tak Berpendirian, Lawatan ke AS dan Rusia Jadi Bukti Indonesia Masih Usung Bebas Aktif


Indonesia dikenal dengan politik bebas aktifnya. Prinsip ini membuat Indonesia bisa menjalin kerja sama intensif dengan berbagai negara tanpa memihak ke satu atau lebih kubu di dunia.

“Bebas” merujuk pada Indonesia yang memiliki kemandirian penuh untuk menentukan kebijakan luar negerinya sendiri tanpa tekanan atau ketergantungan pada negara atau blok kekuatan tertentu. Sementara itu, “aktif” bermakna bahwa Indonesia tidak akan berdiam diri atau bersikap pasif dalam menghadapi isu-isu global. Sebaliknya, Indonesia terlibat secara proaktif dan ikut berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia dengan terlibat di berbagai kegiatan politik luar negeri.

Politik bebas aktif mengacu pada pendekatan diplomasi yang mendorong negara untuk menjaga kedaulatan, kebebasan, dan kepentingan nasionalnya dengan menjalin kerja sama serta kemitraan dengan banyak negara. Namun, negara tidak akan mengambil sikap ekstrem dengan mengikuti atau berpihak pada satu blok tertentu.

Hal ini semakin relevan dengan upaya pemerintah Indonesia yang semakin menggencarkan kerja sama dengan negara-negara sahabat. Belakangan, Indonesia tampak semakin mesra dengan beberapa negara sahabat, sebut saja Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat.

Kedekatan ini dibuktikan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis. Di saat yang sama, Menteri Pertahanan RI juga melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.

Hal ini cukup menarik mengingat Amerika dan Prancis merupakan kubu yang “berseberangan” dengan Rusia. Namun, Indonesia justru bisa menggandeng negara-negara tersebut untuk diajak bekerja sama.

baca juga

Pewujudan Polugri Bebas Aktif Ala Prabowo

Kementerian Luar Negeri RI melalui ANTARA menyebut, kunjungan ke Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia itu merupakan bentuk perwujudan politik luar negeri Indonesia yang masih bebas aktif. Kunjungan kenegaraan itu merupakan cara diplomasi Presiden Prabowo yang ingin membuka lebih banyak dialog dengan semua mitra.

“Tujuan perjalanan presiden adalah cara-cara diplomasinya presiden sendiri untuk terus menyampaikan bahwa politik luar negeri bebas aktif Indonesia terus membuka dialog dengan semua mitra strategis,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang.

Lebih lanjut, kunjungan-kunjungan itu membuktikan bahwa Indonesia berupaya untuk terus membuka ruang komunikasi terhadap semua mitra di tengah kondisi geopolitik yang dinamis seperti saat ini. Bahkan, kunjungan-kunjungan tersebut juga menghasilkan kesepakatan konkret yang semakin membuktikan bahwa posisi Indonesia diterima dengan baik oleh komunitas internasional.

Yvonne juga meminta agar pendekatan tersebut tidak dipandang sebagai upaya pemerintah untuk “bermain dua kaki”. Indonesia bukan berarti tidak berpendirian, tetapi membuka ruang komunikasi dan diskusi yang mendalam. Hal ini bisa terwujud berkat bebas aktif yang selama ini menjadi backbone politik luar negeri Indonesia.

Oleh-oleh dari AS, Prancis, dan Rusia

Lawatan Prabowo ke Rusia dan Prancis pada 13-15 April 2026 itu membawa beberapa hasil. Dari Rusia, Indonesia sepakat bekerja sama terkait pasokan energi nasional jangka panjang, termasuk soal cadangan minyak mentah dan liquid petroleum gas (LPG).

Indonesia bakal mendapatkan suplai minyak mentah dan LPG dari Rusia. Selain itu, Indonesia juga terbuka untuk bekerja sama di berbagai bidang, seperti pengembangan nuklir, storage crude, dan lain sebagainya.

Sementara itu, di Prancis, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi, pendidikan, komunikasi, dan ekonomi jangka panjang. Sebagai salah satu eksportir alutsista terbaik dunia, Prancis juga siap bekerja sama dengan Indonesia dalam hal pengadaan dan penguatan industri pertahanan.

Terakhir, kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke AS difokuskan pada kerja sama pertahanan melalui Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP). Beberapa poin penting kunjungan itu adalah latihan militer rutin dua negara dan bantuan pemulangan jenazah prajurit AS yang gugur akibat Perang Dunia II di Indonesia.

Tak hanya itu, MCDP juga mengusung tiga pilar utama, yakni modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.