Dunia olahraga lari Indonesia mencatatkan sejarah baru lewat gelaran Plataran Six Series. Maklum saja, Plataran Six Series bukanlah ajang lari biasa.
Di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, para pelari tak hanya menantang diri mereka dengan mengeluarkan performa terbaik di sepanjang jalur. Mereka juga menyaksikan torehan sejarah baru di dunia lari Indonesia. Plataran Six Series adalah ajang lari yang berwujud rangkaian enam race lari yang diselenggarakan di enam lokasi di berbagai penjuru Indonesia. Event ini diorganisir oleh Plataran bersama dengan Oudpro.
Dari namanya saja, siapapun yang bergelut di dunia lari mungkin tidak sulit menerka jika Plataran Six Series punya format seperti demikian. Maklum saja, namanya mengingatkan dengan World Marathon Majors alias WMM. Bisa dibilang, Plataran Six Series tak ubahnya seperti WMM dengan nuansa lokal.
Tahun 2026 ini adalah kali pertama Plataran Six Series diadakan dengan race pertama di Hutan Kota by Plataran, Jakarta pada Minggu (5/4/2026). Sekitar 500 pelari ambil bagian dalam dua kategori race, yakni 5K dan 10K. Di antara para pelari yang ikut serta, terdapat sejumlah figur publik seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia periode 2020–2024, Sandiaga Uno.
Semangat para pelari untuk beraksi di Plataran Six Series sudah terasa sejak sesi pengambilan race pack yang berlangsung di Patio by Plataran pada Jumat dan Sabtu (3-4/4/2026). Kemudian pada hari Minggunya, race dibuka bersama Founder dan CEO Plataran Indonesia, Yozua Makes.
Pancaran semangat itu pun terus terasa setelah flag off dan para pelari memulai langkahnya menuju garis finish. Sepanjang rute, para pelari menikmati pengalaman berlari di ruang terbuka hijau di tengah kota, dengan suasana Car Free Day yang mendukung ritme lari yang lebih nyaman. Setelah mencapai garis finish, semangat pun tertuang dalam wujud lain, yakni rangkaian aktivitas mulai dari hiburan DJ hingga berbagai pilihan kuliner melalui booth Teras by Plataran.

Menikmati Plataran Six Series Sekaligus Kekayaan Negeri Ini
Satu hal yang membedakan Plataran Six Series dengan event lari lainnya, ajang ini tidak sekadar memberi ruang bagi pelari untuk berlari. Lebih dari itu, para pelari juga berkesempatan untuk menikmati berbagai kekayaan yang dimiliki negeri ini.
Plataran Six Series memang menjadi bagian dari inisiatif Plataran dalam mendorong sport tourism di Indonesia. Saat pelari mengikuti Plataran Six Series, mereka juga punya kesempatan untuk mengenal karakter alam, budaya, dan komunitas di setiap lokasi penyelenggaraan.
“Plataran Six Series kami rancang bukan hanya sebagai rangkaian event lari, tetapi sebagai platform yang menghubungkan olahraga dengan perjalanan lintas destinasi di Indonesia. Setiap event memiliki konteks yang berbeda, baik dari sisi lanskap, komunitas, maupun pengalaman yang ditawarkan, sehingga pelari tidak hanya berlari, tetapi juga mengalami setiap tempat secara lebih utuh,” ujar Yozua Makes.
Yozua menambahkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan arah pengembangan Plataran dalam memperkuat sport tourism sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih luas.
“Kami melihat adanya kebutuhan akan pengalaman yang tidak terpisah antara aktivitas, destinasi, dan komunitas. Melalui Plataran Six Series, kami mencoba menghadirkan keterhubungan tersebut dalam satu rangkaian yang konsisten di setiap lokasi,” tambahnya.
Selain Jakarta, Plataran Six Series akan berlanjut di Makassar, Puncak, Borobudur, Bromo, dan ditutup di Menjangan pada Desember 2026. Setiap lokasinya punya karakter yang berbeda, sehingga pengalaman berlari yang dirasakan pun juga berbeda.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


