Kemunculan Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam belakangan menjadi sorotan. Bukan hanya karena label usia yang muncul di sejumlah game, tetapi juga karena dinilai tidak sesuai dengan isi game yang sebenarnya.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun angkat suara. Rating IGRS yang tampil di Steam bukan merupakan klasifikasi resmi yang telah diverifikasi. Sistem tersebut masih berasal dari mekanisme internal platform atau self-declare.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyebut kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama dalam menentukan kelayakan usia sebuah game.
IGRS di Steam Diprotes, Komdigi Tegaskan Bukan Klasifikasi Resmi
Kemunculan label IGRS di Steam memicu perbincangan di kalangan gamer. Sejumlah pengguna menilai klasifikasi usia yang ditampilkan tidak akurat dan membingungkan.
Beberapa game bahkan mendapat label yang tidak sesuai. Ada game dengan konten ringan justru diberi rating tinggi, sementara game dengan unsur sensitif malah masuk kategori usia rendah.
Salah satu contoh yang ramai dibahas adalah game bertema anak-anak yakni Upin & Ipin Universe yang justru mendapat label 18+, padahal di platform lain dikategorikan untuk semua umur atau dapat dimainkan oleh anak-anak. Disisi lain, ada juga game yang memiliki konten kekerasan atau sensitif namun justru mendapat label usia rendah seperti 3+.
Komdigi menilai hal ini terjadi karena label tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai regulasi di Indonesia.
Apa Itu Indonesia Game Rating System dan Fungsinya bagi Pengguna
Bagi Kawan yang belum mengetahui, Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah sistem klasifikasi usia untuk game yang berlaku di Indonesia. Sistem ini disusun sebagai panduan agar pengguna memahami konten dalam game sebelum memainkannya.
Bagi orang tua, IGRS menjadi acuan penting untuk menentukan apakah sebuah game layak dimainkan anak. Di sisi lain, sistem ini juga membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terarah.
Klasifikasi Usia IGRS Lengkap dari 3+ hingga 18+
IGRS membagi klasifikasi game ke dalam lima kategori usia, yaitu:
3+ untuk semua umur
7+ untuk anak dengan pendampingan
13+ untuk remaja awal
15+ untuk remaja
18+ untuk dewasa
Penentuan kategori ini didasarkan pada isi konten dalam game, termasuk unsur kekerasan, bahasa, hingga tema tertentu.

Sejarah IGRS dan Peranannya di Industri Game Indonesia
IGRS mulai diperkenalkan sejak tahun 2016 sebagai bagian dari regulasi pemerintah terkait klasifikasi game. Sistem ini kemudian diperkuat melalui berbagai kebijakan terbaru, termasuk aturan pada tahun 2024.
Dengan adanya IGRS, Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan ASEAN yang memiliki sistem klasifikasi game nasional. Kehadirannya tidak hanya melindungi pengguna, tetapi juga membantu industri game berkembang dengan arah yang lebih jelas.
Mengapa Rating IGRS di Steam Dinilai Bermasalah
Masalah utama terletak pada proses penentuan rating. Sistem yang digunakan di Steam masih berbasis self-declare dan belum melalui verifikasi pemerintah.
Akibatnya, muncul berbagai ketidaksesuaian yang cukup mencolok. Ada game yang menampilkan konten ringan tetapi mendapat label 18+, sementara game dengan unsur kekerasan atau konten sensitif justru masuk kategori usia rendah.
Situasi ini dinilai berpotensi menyesatkan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan label usia sebagai acuan utama.
Platform yang Menggunakan IGRS Selain Steam
Selain Steam, penerapan IGRS juga ditemukan di platform lain seperti Roblox dan beberapa layanan distribusi game digital.
Namun penting untuk dipahami, tidak semua label yang muncul otomatis merupakan hasil klasifikasi resmi. Tetap diperlukan proses verifikasi agar klasifikasi tersebut sesuai dengan ketentuan di Indonesia.
Klasifikasi Game Resmi Pemerintah dan Dasar Hukumnya
Klasifikasi game yang diakui pemerintah harus melalui proses verifikasi resmi. Proses ini memastikan bahwa setiap label usia benar-benar sesuai dengan isi konten game.
Aturan ini mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain:
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 sebagai revisi UU ITE
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang klasifikasi game
Peraturan terkait penyelenggara sistem elektronik
Dengan dasar ini, setiap informasi yang ditampilkan kepada publik harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah Komdigi Jika Ditemukan Ketidaksesuaian Rating Game
Menanggapi temuan ini, Komdigi akan meminta klarifikasi dari pihak Steam. Evaluasi juga akan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional.
Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah membuka kemungkinan adanya sanksi administratif bagi penyelenggara sistem elektronik yang tidak memenuhi ketentuan.
Di sisi lain, sistem IGRS juga terus diperbaiki agar ke depan lebih akurat dan dapat dipercaya.
Cara Menyikapi Informasi Rating Game agar Tidak Keliru
Dalam situasi seperti ini, pengguna perlu lebih cermat dalam membaca informasi. Label usia yang muncul di platform digital belum tentu sepenuhnya akurat.
Sebagai langkah aman, masyarakat disarankan untuk merujuk pada kanal resmi IGRS atau sumber pemerintah. Jika menemukan ketidaksesuaian, laporan dari pengguna juga menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem digital tetap sehat.
Kehadiran Indonesia Game Rating System (IGRS) menjadi langkah penting dalam memberikan panduan bagi pengguna game di Indonesia. Namun, penerapan yang tidak melalui proses resmi justru bisa menimbulkan kebingungan.
Kasus yang terjadi di Steam menjadi pengingat bagi kita semua bahwa label usia bukan sekedar tampilan. Keakuratan dan verifikasi tetap menjadi hal utama agar sistem ini benar-benar dapat melindungi pengguna, terutama anak-anak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


