Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memperkenalkan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai sistem klasifikasi game nasional. Peluncuran ini dilakukan dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 yang digelar di Bali.
Mulai tahun 2026, sistem ini ditargetkan berlaku penuh untuk seluruh game yang beredar di Indonesia. Kehadiran sistem ini memberi arah baru bagi pengaturan industri game di Indonesia sekaligus memberikan panduan yang lebih jelas bagi masyarakat.
Lalu, apa sebenarnya IGRS dan bagaimana sistem ini bekerja?
IGRS Resmi Diluncurkan Komdigi di IGDX Bali
Peluncuran IGRS dilakukan dalam forum industri game nasional, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 yang digelar pada 9–11 Oktober 2025 di Badung, Bali. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa sistem ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri game di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki sistem klasifikasi game nasional sendiri.
Mulai 2026, setiap game yang beroperasi di Indonesia diharapkan sudah memiliki label usia sesuai ketentuan. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan sistem yang lebih terarah dan bertanggung jawab.
Apa Itu Indonesia Game Rating System
Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah sistem klasifikasi usia untuk game yang berlaku secara resmi di Indonesia. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi mengenai konten dalam game agar sesuai dengan kelompok usia pemain.
Bagi pengguna, terutama orang tua, IGRS berfungsi sebagai panduan dalam menentukan apakah sebuah game aman dan layak dimainkan anak.
Dengan adanya klasifikasi ini, masyarakat dapat lebih memahami risiko konten dalam game sebelum memutuskan untuk mengaksesnya.
Alasan Pemerintah Menerapkan IGRS di Indonesia
Penerapan IGRS bukan tanpa alasan. Pemerintah melihat bahwa industri game berkembang pesat, namun belum diimbangi dengan sistem klasifikasi yang kuat dan konsisten.
Melalui IGRS, pemerintah ingin memastikan bahwa pengguna, khususnya anak-anak, terlindungi dari konten yang tidak sesuai usia.
Di sisi lain, sistem ini juga menjadi langkah untuk menata industri game nasional agar tumbuh lebih sehat dan terarah. Dengan aturan yang jelas, pengembang memiliki pedoman dalam mendistribusikan produknya.
Klasifikasi Usia dalam IGRS yang Berlaku Resmi

Dalam penerapannya, IGRS membagi game ke dalam lima kategori usia berdasarkan konten yang ditampilkan.
3+ untuk semua umur
7+ untuk anak dengan pendampingan
13+ untuk remaja awal
15+ untuk remaja
18+ untuk dewasa
Penentuan kategori ini didasarkan pada berbagai unsur dalam game, seperti kekerasan, bahasa, hingga tema tertentu yang mungkin tidak sesuai bagi kelompok usia tertentu.
Bagaimana Sistem IGRS Bekerja dan Diawasi Pemerintah
Sistem IGRS tidak hanya berhenti pada pemberian label usia. Pengembang game diwajibkan untuk melakukan penilaian terhadap konten yang mereka buat sebelum mencantumkan klasifikasi.
Selanjutnya, pemerintah melalui Komdigi akan melakukan pengecekan dan pengawasan secara berkala.
Jika ditemukan ketidaksesuaian antara klasifikasi dan isi game, pengembang akan diminta melakukan penyesuaian. Dalam kasus tertentu, terutama jika terdapat konten terlarang seperti pornografi atau perjudian, pemerintah dapat mengambil langkah tegas hingga penutupan akses.
Aturan ini berlaku untuk seluruh game yang beredar di Indonesia, termasuk yang tersedia di berbagai platform digital maupun konten buatan pengguna.
IGRS Jadi Acuan Resmi untuk Semua Game di Indonesia
Dengan diberlakukannya IGRS, setiap game yang beredar di Indonesia wajib mencantumkan klasifikasi usia. Sistem ini menjadi standar resmi yang harus diikuti oleh seluruh pelaku industri.
Tidak hanya sebagai formalitas, keberadaan IGRS diharapkan mampu menjadi acuan utama dalam memahami konten game secara lebih transparan dan bertanggung jawab.
Hal ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang serius dalam mengatur ekosistem digital, khususnya di sektor game.
Bagaimana Akses IGRS oleh Publik Saat Ini
Meski sistem Indonesia Game Rating System (IGRS) telah digunakan dalam proses klasifikasi game, akses publik untuk melihat hasil verifikasi resmi masih belum sepenuhnya terbuka.
Saat ini, masyarakat sudah dapat melihat sebagian hasil klasifikasi melalui situs resmi IGRS di igrs.id. Platform ini digunakan sebagai pusat pendaftaran dan verifikasi game oleh pemerintah.
Namun, jumlah game yang tersedia masih terbatas dan belum mencakup seluruh judul yang beredar di berbagai platform digital.
Di sisi lain, beberapa platform memang menampilkan label usia melalui sistem global. Namun, tidak semua klasifikasi tersebut berasal dari proses verifikasi resmi pemerintah Indonesia.
Karena itu, pengguna perlu lebih cermat dalam memahami label usia yang muncul dan tidak langsung menganggapnya sebagai hasil klasifikasi IGRS yang telah diverifikasi.
Kehadiran Indonesia Game Rating System (IGRS) menjadi langkah penting dalam menghadirkan ruang digital yang lebih aman. Dengan penerapan yang konsisten dan pengawasan yang kuat, IGRS diharapkan dapat menjadi acuan utama bagi masyarakat dalam memilih game yang sesuai, terutama untuk melindungi anak-anak di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


