global residence index 2026 jakarta jadi kota teraman ke 2 di asean apa indikatornya - News | Good News From Indonesia 2026

Global Residence Index 2026: Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 di ASEAN, Apa Indikatornya?

Global Residence Index 2026: Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 di ASEAN, Apa Indikatornya?
images info

Global Residence Index 2026: Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 di ASEAN, Apa Indikatornya?


Pertengahan Januari 2026 lalu, Global Residence Index 2026 mempublikasikan daftar kota teraman di dunia. Menariknya, Jakarta masuk daftar 100 besar kota terbaik di dunia dan menduduki peringkat ke-2 sebagai kota teraman di kawasan Asia Tenggara.

Jakarta berhasil mengungguli berbagai kota besar di ASEAN, seperti Manila, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Kira-kira, apa saja indikator yang digunakan hingga membuat Jakarta menjadi kota teraman kedua di ASEAN?

10 Kota Teraman di ASEAN Versi Global Residence Index 2026

Disadur dari situs Global Residence Index, di bawah ini adalah 10 kota teraman di Asia Tenggara (sebagai catatan, Brunei Darussalam, Myanmar, dan Timor Leste tidak ada dalam data):

Peringkat ASEAN

Kota

Safety Index (0–1)

Peringkat dunia

1

Singapura

0,90

2

Jakarta

0,72

87

3

Bangkok

0,65

111

4

Vientiane

0,61

120

5

Hanoi

0,60

125

6

Kuala Lumpur

0,57

128

7

Phuket

0,57

129

8

Ho Chi Minh City

0,56

132

9

Phnom Penh

0,55

134

10

Manila

0,41

153

baca juga

Indikator Penentuan Keamanan Kota

Global Residence Index 2026 mengungkap beberapa acuan atau indikator yang mereka gunakan dalam menentukan skor keamanan sebuah kota. Yang menarik, penentuan predikat “kota teraman” bukan hanya diukur dari rendahnya angka kriminalitas jalanan, tapi dengan pendekatan yang lebih luas yang meliputi data statistik objektif dengan risiko lingkungan hingga stabilitas politik.

Berikut adalah beberapa indikator daam menentukan skor keamanan sebuah kota menurut Global Residence Index:

  • Numbeo Index: Mengukur persepsi keamanan publik dari warga, meliputi risiko kejahatan, pencurian, dan serangan fisik.
  • Homicide rate (city & country): Tingkat pembunuhan per kapita, baik di tingkat kota maupun negara,
  • Global Peace Index: Menilai tingkat kedamaian nasional berdasarkan beberapa faktor, seperti konflik internal atau eksternal, keamanan masyarakat, dan tingkat militerisasi.
  • Security Risk: Risiko keamanan umum, misalnya ancaman terorisme, stabilitas sosial, atau kriminalitas berat.
  • Political Risk: Stabilitas politik dan risiko ketidakpastian pemerintahan.
  • Natural Disaster Risk: Potensi risiko bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, badai, dan lainnya.
  • Road Traffic Death Rate: Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas (mencerminkan keselamatan transportasi).
  • Natural Disasters Death Rate: Jumlah (aktual) kematian akibat bencana alam.
  • Major Conflict Death Rate: Tingkat kematian akibt konflik besar di wilayah tersebut.

Indeks keamanan akhir merupakan gabungan dari semua variabel di atas. Skor-nya dituliskan antara 0-1. Semakin tinggi nilainya, berarti semakin aman kotanya.

baca juga

Jakarta Kota Teraman ke-2 di ASEAN

Mengacu dari data dan indikator yang diterbitkan Global Residence Index 2026, Jakarta berada di peringkat kedua kota teraman di Asia Tenggara. Jakarta hanya berada satu tingkat di bawah Singapura.

Berdasarkan indikator numbeo index, Jakarta mendapatkan skor 46,62. Sementara itu, homicide rate-nya adalah 0,8 (per 100.000 penduduk). Angka ini tergolong rendah.

Di sisi lain, Global Peace Index atau stabilitas negara Indonesia adalah 0,68. Makin tinggi angkanya, makin damai pula negaranya.

Sementara itu, Security Risk dan Political Risk-nya masing-masing adalah 0,5. Angka ini tergolong sedang.

Lebih lanjut, Natural Disaster Risk atau risiko bencananya adalah 10,24, Road Traffic Death Rate di angka 15,3, dan Natural Disasters Death Rate dengan skor 0,1. Kawan GNFI, semua indikator ini menunjukkan bahwa Jakarta dan Indonessia relatif rendah dalam kematian dari konflik besar, tapi masih memiliki risiko lalu lintas dan bencana yang masih cukup tinggi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.