Selama ini Jawa Barat sering kali identik dengan hamparan lumbung padi nasional yang tak tertandingi.
Namun, berdasrakan produksi padi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 April 2026 menunjukkan peta kekuatan yang bergeser. Jawa Timur kini sah memegang takhta sebagai produsen padi tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Dengan total produksi tahunan mencapai 10,43 juta ton, Jawa Timur berhasil menyalip Jawa Barat yang mencatatkan angka 10,22 juta ton.
Secara nasional, Indonesia memproduksi total 60,20 juta ton padi selama 2025. Puncak panen raya terlihat terjadi secara masif pada bulan Maret dan April, di mana produksi bulanan nasional mampu menembus angka 9 juta ton.
Jawa Timur sendiri mencatatkan rekor bulanan tertingginya pada Maret 2025 dengan menghasilkan 2,04 juta ton gabah dalam satu bulan saja.
Dominasi Tiga Besar dan Kekuatan Sulawesi Selatan
Persaingan di papan atas produsen padi masih dikuasai oleh trio Pulau Jawa.
Di bawah Jawa Timur dan Jawa Barat, Jawa Tengah mengamankan posisi ketiga dengan produksi sebesar 9,30 juta ton. Jika Kawan GNFI menggabungkan hasil panen dari tiga provinsi ini saja, kontribusinya sudah mencakup hampir separuh dari total pasokan beras nasional.
Satu hal yang menarik adalah posisi Sulawesi Selatan di luar Pulau Jawa.
Sebagai lumbung pangan utama di wilayah timur, Sulawesi Selatan punya produksi sebesar 5,46 juta ton. Capaian ini bahkan melampaui akumulasi produksi seluruh provinsi di wilayah Kalimantan yang jika digabungkan hanya menyentuh angka sekitar 3,3 juta ton.
Sumatera Selatan dan Lampung juga menunjukkan performa kuat sebagai penyangga pangan di Pulau Sumatera dengan masing-masing mencatatkan 3,62 juta ton dan 3,25 juta ton.
Distribusi ini memperlihatkan meskipun Jawa tetap menjadi motor utama, titik-titik kekuatan pangan baru di luar Jawa mulai memberikan kontribusi yang krusial bagi ketahanan stok nasional.
Di sisi lain, jika Kawan GNFI menilik angka produksi di wilayah Indonesia Timur. Papua Selatan, meski sedang didorong sebagai kawasan food estate, jumlahnya 362.542 ton. Angka ini masih jauh lebih besar dibandingkan wilayah Papua lainnya, misalnya Papua Pegunungan yang hanya mencatatkan 346 ton dalam setahun.
Wilayah Kepulauan Riau punya angka produksi paling rendah di tingkat nasional dengan total hanya 688 ton padi sepanjang 2025. Kondisi serupa terlihat di DKI Jakarta yang meski memiliki keterbatasan lahan tapi masih mampu menyumbang 1.487 ton padi bagi kebutuhan lokalnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


