indonesia jadi negara dengan jumlah pasukan unifil terbanyak di dunia berapa jumlahnya - News | Good News From Indonesia 2026

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Pasukan UNIFIL Terbanyak di Dunia, Berapa Jumlahnya?

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Pasukan UNIFIL Terbanyak di Dunia, Berapa Jumlahnya?
images info

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Pasukan UNIFIL Terbanyak di Dunia, Berapa Jumlahnya?


United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL adalah pasukan penjaga perdamaian sementara yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Dibentuk pada Maret 1978, misi ini dibuat untuk memastikan Israel mundur dari Lebanon sekaligus memulihkan perdamaian dan keamanan internasional.

UNIFIL dibentuk lewat Resolusi 425 dan 426 setelah Israel menginvasi Lebanon. Sama seperti misi perdamaian lainnya, pasukan UNIFIL juga berasal dari negara-negara kontributor yang secara sukarela bersedia mengirimkan personel untuk bertugas di Lebanon.

Kawan GNFI, Indonesia ternyata menjadi penyumbang pasukan perdamaian UNIFIL terbanyak saat ini. Data yang dupublikasikan di situs resmi UNIFIL, tercatat ada sekitar 7.505 prajurit dari 47 negara kontributor.

Dari 47 negara itu, Indonesia menyumbang 755 prajurit. Jumlah ini menjadi yang paling banyak untuk saat ini. Kira-kira, negara mana saja selain Indonesia yang mengirimkan banyak pasukan ke Lebanon?

Daftar Negara dengan Jumlah Personel UNIFIL Terbanyak

Di bawah ini adalah daftar 10 negara teratas yang menyumbangkan pasukan perdamaian UNIFIL terbanyak per 30 Maret 2026:

  1. Indonesia – 755 prajurit
  2. Italia – 754 prajurit
  3. Spanyol – 658 prajurit
  4. India – 642 prajurit
  5. Ghana – 624 prajurit
  6. Prancis – 605 prajurit
  7. Nepal – 553 prajurit
  8. Malaysia – 515 prajurit
  9. Tiongkok – 471 prajurit
  10. Irlandia – 290 prajurit
baca juga

Kawan GNFI, ada juga negara kontributor yang hanya mengirimkan satu sampai dua prajurit saja, seperti Fiji, Estonia, Kolombia, Armenia, dan Guatemala.

Yang menarik, Indonesia selalu konsisten menjadi negara dengan jumlah pasukan terbayak. Bahkan, di tahun 2024 lalu, jumlah prajurit Indonesia yang dikirim ke misi UNIFIL tercatat mencapai 1.231 personel.

Konsistensi Indonesia sejalan dengan amanat UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Selain itu, pengiriman prajurit kebanggaan bangsa di misi perdamaian internasional juga menjadi salah satu cara untuk memperkuat diplomasi serta membangun citra positif Indonesia.

Konsekuensi Keselamatan Prajurit di Tengah Konflik

Kondisi Lebanon tidak pernah betul-betul stabil. Pasukan UNIFIL dari seluruh negara kontributor yang terlibat sebetulnya tidak memiliki mandat untuk berperang. Mereka hanya bertugas untuk menjaga keamanan, melakukan patroli rutin, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Alih-alih berperang, pasukan biasanya melakukan latihan bersenjata dengan Angkatan Bersenjata Lebanon untuk meningkatkan dan mengasah keterampilan. Akan tetapi, meskipun tidak ikut berperang, mereka sering terjebak dalam kondisi dilematis dan membahayakan.

Pertempuran Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan membuat kondisi sekitar menjadi berisiko tinggi. Sudah ada kasus di mana prajurit UNIFIL gugur akibat konflik keduanya, termasuk personel asal Indonesia.

UNIFIL beroperasi sepenuhnya di bawah mandat Dewan Keamanan PBB dan hanya diperbolehkan memegang senjata untuk pertahanan diri atau self-defense serta untuk melindungi warga sipil dalam mandat tertentu. Artinya, seluruh prajurit tidak pernah dan tidak akan terlibat dalam konflik di Lebanon Selatan, baik sengaja maupun tidak.

Operasi militer Israel di Lebanon Selatan yang terus memburuk menimbulkan risiko yang sangat besar bagi seluruh pasukan UNIFIL. Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon Selatan yang melemahkan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keaman 1701 (2006).

Kawan GNFI, keamanan dan keselamatan seluruh pasukan perdamaian tidak bisa ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan nyawa mereka adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.