John Herdman akan segera melakoni laga debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pengamat angkat bicara soal gambaran sosok sang arsitek tim satu ini dan kansnya untuk juara.
Debut Herdman akan terjadi dalam FIFA Series 2026. Ajang tersebut akan digelar di Jakarta pada akhir pekan ini dengan diikuti empat tim yakni Timnas Indonesia, Saint Kitts dan Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon.
Timnas Indonesia asuhan Herdman dijadwalkan menghadapi Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, pada Jumat (27/3/2026). Inilah laga pertamanya setelah direkrut pada Januari 2026 lalu sebagai pengganti Patrick Kluivert.
Jelang laga debut nanti, banyak yang menanti pembuktian Herdman. Apalagi, sosoknya juga relatif diterima dengan sambutan positif oleh publik sepak bola tanah air.
Pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede alias Bung Harpa, menilai bahwa di atas kertas Herdman sebetulnya punya rekam jejak yang cukup baik sebagai pelatih. Nuansa positif tersebut pun terasa hingga pelatih asal Inggris itu diperkenalkan ke publik untuk yang pertama kalinya.
"Secara CV dia bagus, secara personal juga oke. Di press conference-nya juga kita lihat juga supporting timnya juga mendukung. Tidak banyak gimmick," ujar Bung Harpa.
Kabar bahwa Herdman memutuskan untuk tinggal di Indonesia juga disambut baik. Menurut Bung Harpa, hal tersebut penting untuk memperkokoh relasi dengan para pemainnya.
"Gue denger-denger dia banyak melakukan komunikasi dengan para pemain, which is penting jadi ya secara track record oke," tambah Bung Harpa.
Sebelum melatih Timnas Indonesia, Herdman banyak menjalani karier kepelatihannya di Kanada. Saat membesut Timnas Kanada pula ia menorehkan berbagai pencapaian ciamik. Ia dikenal sebagai sosok pembawa perubahan yang mampu membawa sepak bola Kanada naik level.
Dari segi prestasi, Herdman pernah membawa Timnas Putri Kanada meraih medali emas di Pan American Games 2011, lalu jadi runner-up turnamen CONCACAF pada 2012, jura perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio 2016.
Bung Harpa melihat bahwa ada corak gaya permainan ala Herdman yang bisa dilihat dari kiprah Timnas Kanada saat masih di bawah asuhannya. Di mata Bung Harpa, Herdman punya gaya main yang adaptif dan mampu menyesuaikan situasi, utamanya terkait lawan yang dihadapi.
"Jadi kalau lawannya berat dia pragmatis juga bertahan, kalau memang lawannya lemah, nanti mungkin kalau kita boleh lihat lawan Saint Kitts and Nevis, mungkin dia akan lebih menyerang. Jadi menurut gue sih dia enggak terlalu naif untuk bermain," tambah Bung Harpa.
John Herdman di Timnas Indonesia Butuh Pembuktian Sekaligus Waktu
Terlepas dari segala penilaian positif yang ada, Bung Harpa menekankan bahwa kini Herdman masih perlu membuktikan diri di lapangan. Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa Herdman tetap butuh waktu untuk bisa mendatangkan prestasi bagi Timnas Indonesia.
"Jadi kita kasih waktu dia. Jangan lawan Saint Kitts dan Nevis nanti begitu kalah langsung Herdman out, jangan, nah kasih waktu dulu," tutur Bung Harpa.
Bicara soal gelar juara, sudah lazim setiap pelatih Timnas Indonesia memikul beban untuk membawa Garuda menjadi juara di Asia Tenggara, utamanya lewat gelaran Piala AFF. Apalagi, Timnas Indonesia belum pernah juara kendati pernah enam kali masuk final.
Wajar pula apabila Herdman pun diharapkan bisa mempersembahkan trofi Piala AFF untuk Indonesia. Hanya saja, perlu juga diingat bahwa persaingan di Piala AFF juga jelas tidak mudah. Apalagi, negara pesaing utama Indonesia juga mampu tampil cemerlang seperti Vietnam yang tim U-23 nya mampu meraih peringkat ketiga Piala Asia U-23 2026, juga Thailand yang kerap mematahkan asa Indonesia untuk juara.
"AFF aja sebenernya tidak gampang juga untuk kita juara karena ada Vietnam U-23 yang kemarin ganas banget tuh di Piala Asia kan. Thailand kita enggak pernah underestimate dan kita kemungkinan enggak bisa pakai pemain abroad," kata Bung Harpa lagi.
Lantas, berapa waktu yang layak diberikan untuk Herdman? Bung Harpa menilai satu tahun sudah cukup.
"Jadi kalau kita mainnya sentuhannya sudah oke, bagus, jangan kalau gagal langsung dia out," pungkasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


