Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai ajang FIFA Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan kualitas internasional.
Sebagai salah satu tuan rumah turnamen tersebut, Indonesia akan membuka pertandingan Jumat 27 Maret 2026 menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis, tim kawasan Karibia yang dikenal memiliki gaya bermain fisik dan cepat.
Bagi Erick, kehadiran lawan dari Karibia dan Eropa dalam satu turnamen merupakan pengalaman berharga bagi skuad Garuda sekaligus edukasi bagi publik sepak bola nasional.
“FIFA Series ini memberi tantangan yang benar-benar berbeda bagi Timnas Indonesia. Kita menghadapi tim dari kawasan Karibia dan Eropa dengan karakter permainan yang berbeda. Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (25/3)
Lawan punya pengalaman di Liga Inggris
Pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis diperkirakan menjadi duel menarik karena beberapa pemain tim tersebut memiliki pengalaman bermain di kompetisi Inggris.
Pengalaman tersebut membuat tim Karibia itu memiliki karakter permainan yang kuat secara fisik dan cepat dalam transisi serangan.
Namun Erick menilai Timnas Indonesia juga memiliki fondasi pertahanan yang solid untuk menghadapi tantangan tersebut. Di lini belakang, Indonesia diperkuat sejumlah bek tangguh seperti Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, dan Elkan Baggot, yang hamper dua tahun absen membela Timnas. Mereka akan menghadapi dua pemain Saint Kitts and Nevis yang berlaga di kompetisi Inggris, seperti Jordan Bowery dan Tyrese Shade.
Menurut Erick, kombinasi pemain yang bermain di Eropa dan kompetisi domestik memberikan keseimbangan penting bagi lini pertahanan Garuda. “Kita punya bek yang kuat dan sudah terbiasa menghadapi pemain dengan intensitas tinggi. Ini akan menjadi duel yang menarik antara pertahanan Indonesia melawan penyerang Saint Kitts and Nevis,” kata Erick.
Berpotensi lawan Bulgaria
Selain menghadapi tim Karibia, Timnas Indonesia juga berpotensi bertemu Timnas Bulgaria, salah satu tim unggulan dalam FIFA Series. Tim Eropa tersebut memiliki sejumlah pemain yang tampil di liga top Eropa, termasuk Ilia Gruev yang bermain untuk Leeds United, serta Petko Hristov dari klub Italia Spezia.
Menurut Erick, menghadapi tim dengan pengalaman kompetisi Eropa akan menjadi ujian nyata bagi perkembangan Timnas Indonesia. “Jika kita menghadapi Bulgaria, itu akan menjadi pengalaman luar biasa. Mereka memiliki pemain yang bermain di liga top Eropa dan tentu akan memberi tantangan berbeda bagi Timnas,” ujarnya.
Selain aspek kompetisi, Erick menegaskan FIFA Series juga sangat penting bagi posisi Indonesia dalam ranking FIFA. Saat ini Indonesia berada di peringkat 121 dunia, dan pertandingan di turnamen tersebut memiliki status FIFA Grade A, yang berarti poin yang diperoleh akan berpengaruh langsung terhadap peringkat internasional.
Erick juga menekankan pentingnya turnamen ini sebagai sarana edukasi bagi publik sepak bola Indonesia. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa menghadapi tim dari berbagai kawasan dunia memberikan pengalaman yang jauh berbeda dibandingkan pertandingan regional.
“Kita ingin publik melihat langsung bagaimana kualitas lawan dari berbagai belahan dunia. Ini penting agar kita semua memahami standar kompetisi global,” ujarnya.
Dengan atmosfer GBK yang selalu dipenuhi dukungan supporter Timnas, Erick optimistis FIFA Series bisa menjadi panggung penting bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan mereka di level internasional.
“Ini kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan diri. Kita ingin menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang dan siap bersaing di level dunia,” ungkapnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


