bangkit dari perundungan nabila putri agustina buktikan mimpi bisa diraih lewat pendidikan dan prestasi - News | Good News From Indonesia 2026

Bangkit dari Perundungan, Nabila Putri Agustina Buktikan Mimpi Bisa Diraih Lewat Pendidikan dan Prestasi

Bangkit dari Perundungan, Nabila Putri Agustina Buktikan Mimpi Bisa Diraih Lewat Pendidikan dan Prestasi
images info

Bangkit dari Perundungan, Nabila Putri Agustina Buktikan Mimpi Bisa Diraih Lewat Pendidikan dan Prestasi


Pengalaman pahit tidak selalu berujung pada keterpurukan. Bagi Nabila Putri Agustina, siswi SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, luka masa kecil justru menjadi titik awal perjalanan menuju prestasi sekaligus kepedulian sosial.

Remaja yang kini dikenal sebagai peraih gelar Puteri Pendidikan Sekolah Dasar Indonesia 2025 itu membuktikan bahwa masa lalu kelam dapat diubah menjadi kekuatan untuk melangkah lebih jauh.

Nabila mengenang masa sekolah dasar sebagai periode penuh tantangan. Ia pernah menjadi korban perundungan akibat perbedaan warna kulit yang dimilikinya, hingga membuatnya merasa terasing di lingkungan sekolah.

“Waktu itu aku mengalami bullying karena warna kulitku yang gelap. Aku sering dihina, diejek, bahkan ada yang melempar kertas berisi kata-kata jahat ke arahku. Kata-katanya benar-benar menyakitkan dan membuatku merasa sangat rendah. Mereka bilang aku ‘aneh’ dan ‘gelap’, sampai akhirnya hampir satu angkatan memusuhiku,” ujar Nabila.

Tekanan psikologis yang dialaminya membuat aktivitas sekolah terasa menakutkan. Ia menjalani hari-hari tanpa teman dan dukungan, yang perlahan memengaruhi kepercayaan dirinya.

“Di masa itu aku benar-benar sendirian. Aku tidak punya teman, tidak ada yang membela. Ke sekolah rasanya seperti masuk ke tempat yang menakutkan. Aku datang, duduk, dan pulang dengan perasaan kosong. Bullying itu bukan cuma menyakiti fisik, tapi lebih ke hati dan rasa percaya diriku,” tuturnya.

Perasaan terpuruk tersebut mencapai puncaknya saat ia merasa tidak memiliki tempat untuk berpihak. Nabila memilih menutup diri karena takut kembali menjadi sasaran ejekan.

baca juga

“Perasaan paling berat yang aku rasakan adalah saat aku merasa tidak ada satu pun orang yang berpihak padaku. Semua seperti membenciku, dan aku merasa tidak pantas berada di sana. Aku sering bertanya ke diri sendiri, ‘Salahku apa?’” katanya.

Pengalaman itu juga membentuknya menjadi pribadi yang pendiam dan penyendiri.

“Waktu kelas 4 SD aku jadi anak yang sangat pendiam. Aku memilih diam karena takut diejek lagi. Aku merasa dunia kecilku runtuh, dan aku hanya bisa bertahan dengan caraku sendiri,” tambahnya.

Perubahan mulai terjadi saat Nabila memasuki kelas 5 sekolah dasar. Ia perlahan menemukan lingkungan pertemanan yang lebih sehat dan suportif, yang menjadi titik balik dalam proses pemulihan mentalnya.

“Di titik terendah itu, aku mulai sadar bahwa aku masih punya peluang untuk berubah. Perlahan, perundungan itu mulai berkurang, dan aku dipertemukan dengan teman-teman yang benar-benar tulus menerimaku,” jelasnya.

Sosok sahabat terdekatnya memiliki peran besar dalam perjalanan bangkit tersebut. Dukungan yang konsisten membuatnya kembali percaya pada diri sendiri.

“Sosok yang paling berperan dalam hidupku adalah sahabatku. Kami sudah berteman selama lima tahun. Dia bukan cuma teman, tapi orang yang percaya padaku saat aku sendiri tidak percaya pada diriku sendiri,” ujarnya.

Ia menilai, kehadiran satu orang yang tulus mampu memberikan kekuatan besar dalam menghadapi masa sulit.

“Dia selalu ada, mendengarkan ceritaku, dan menguatkanku saat aku merasa lemah. Dari dia, aku belajar bahwa satu orang saja yang tulus bisa menyelamatkan seseorang dari rasa putus asa,” katanya.

Pengalaman pahit tersebut justru membentuk karakter Nabila menjadi pribadi yang lebih kuat. Ia memilih menjadikan masa lalu sebagai motivasi untuk berkembang.

“Pengalaman bullying itu memang sangat menyakitkan. Tapi sekarang aku belajar menjadikannya sebagai motivasi. Rasa sakit itu mengajarkanku bahwa aku berbeda, dan perbedaan itu bukan kekurangan,” ungkapnya.

Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika ia berhasil meraih gelar Puteri Pendidikan Sekolah Dasar Indonesia 2025. Tidak hanya itu, pada 2026 Nabila juga berkesempatan mengikuti kegiatan volunteering internasional di Malaysia yang semakin memperluas wawasan sosialnya.

“Prestasi sebagai Puteri Pendidikan Sekolah Dasar Indonesia dan kesempatan mengikuti volunteering internasional adalah pencapaian yang sangat besar bagiku. Itu bukti bahwa aku bisa bangkit untuk diriku sendiri,” jelasnya.

Menurut Nabila, pendidikan memiliki peran penting dalam proses pemulihan mental dan pengembangan diri.

“Pendidikan mengajarkanku untuk terus belajar menjadi lebih baik dan mengenal potensi diriku sendiri. Dari situ aku mulai membangun kepercayaan diri,” katanya.

Pengalaman volunteering di Malaysia menjadi salah satu momen paling berkesan baginya. Ia berinteraksi dengan anak-anak Indonesia yang tinggal di sana dan memperoleh perspektif baru tentang pentingnya pendidikan.

“Aktivitas yang paling berkesan buatku adalah saat mengikuti kegiatan volunteering di Malaysia. Aku membantu dan belajar bersama anak-anak Indonesia di sana. Mereka sangat senang saat ada orang yang datang dan peduli pada mereka,” tuturnya.

Dari pengalaman tersebut, ia memahami bahwa setiap anak memiliki potensi jika mendapatkan kesempatan yang tepat.

“Dari mereka aku belajar bahwa setiap anak punya potensi, asal diberi kesempatan dan lingkungan yang baik. Pendidikan bisa menjadi awal dari harapan dan masa depan,” tambahnya.

Kini, Nabila bertekad menyuarakan semangat bagi anak-anak yang mengalami perundungan. Ia berharap kisahnya dapat menjadi penguat bagi mereka yang tengah berjuang.

baca juga

“Pesanku untuk anak-anak yang sedang mengalami bullying: jangan mudah menyerah. Saat kamu bangkit, kamu akan menjadi pribadi yang jauh lebih kuat,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya melawan stigma negatif melalui pendidikan dan prestasi.

“Lawanlah pembully-mu dengan pendidikan dan prestasi. Bangkitlah, percaya pada dirimu sendiri, dan wujudkan mimpi-mimpimu. Kamu berharga, dan masa depanmu jauh lebih besar dari luka yang pernah kamu alami,” pungkas Nabila saat diwawancarai di Cafe Toko Kami, Pontianak, Minggu (2/2/2026).

Kisah Nabila Putri Agustina menunjukkan bahwa keberanian untuk bangkit dapat mengubah luka menjadi kekuatan, sekaligus menyalakan harapan bagi banyak orang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.