Fort Marlborough atau Benteng Marlborough adalah sebuah benteng peninggalan Inggris yang terletak di Bengkulu. Konon, benteng ini dibangun di tahun 1713-1719 oleh East India Company.
Yang menarik, Benteng Marlborough merupakan benteng terbesar milik Inggris di Asia Tenggara. Luasnya berkisar antara 44.000 sampai 44.100 meter persegi atau sekitar 4,4 hektare.
Benteng ini unik karena jika dilihat dari atas berbentuk seperti kura-kura. Disadur dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Kementerian Kebudayaan RI, dinding ruang bentengnya dibuat dari pasangan batu karang, batu bata, dan batu kali dengan tebal dinding yang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, pintu ruangannya dibuat dari kerangka besi plat denan dengan ketebalan 15 mm. Sementara itu, jeruji besi bulatnya memiliki diameter 18 mm. Ada pula deretan meriam yang masih bisa ditemukan sampai sekarang.
Benteng Ikonik di Bengkulu
Di masa lalu, Indonesia juga pernah dijajah oleh Inggris. Untuk menunjang basis pertahanan mereka, dibangunlah Benteng Marlborough. Namanya diambil dari nama seorang jenderal yang termasyhur di zamannya, Jhon Churchill Duke of Marlborough.
Terletak di tepi Pantai Tapak Padri, benteng ini cukup strategis. Benteng Marlborough membelakangi Samudra Hindia dan dianggap menjadi lokasi yang cocok sebagai basis pertahanan yang menjaga kawasan tersebut dari ancaman yang mungkin saja berasal dari laut.
Zaman itu, benteng ini merupakan benteng pertahanan utama Inggris di pesisir barat Sumatra. Benteng ini juga berfungsi untuk melindungi kekuasaan Inggris dan melanggengkan kepentingan dagang mereka dari ancaman VOC Belanda.
Kawan GNFI, melalui situs Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, disebutkan jika pembangunan benteng ini dibangun dari material batu granit India. Tak hanya itu, pekerjanya juga didatangkan langsung dari India oleh pemerintah Inggris kala itu.
Meskipun dibangun Inggris, Benteng Marlborough pernah diserahkan ke Belanda dan Jepang. Benteng ini seakan menjadi saksi bisu betapa panjangnya kisah sejarah Indonesia yang pernah dikuasai oleh beberapa negara berbeda di masa lalu.
Benteng ini juga dikatakan menjadi salah satu yang terbesar di Asia setelah Fort St. George alias Benteng Saint George di Madras India. Di masa lalu, benteng legendaris ini juga sempat dibakar penduduk setempat saat konflik sebelum kemudian diserahkan ke Belanda.
Benteng Marlborough juga sempat terbengkalai. Namun, benteng kemudian dipugar dan resmi ditetapkan sebagai cagar budaya di tahun 1977.
Struktur bangunannya kokoh, membuatnya masih bisa berdiri tegak hingga sekarang meskipun sudah berusia sangat tua. Benteng Marlborough resmi ditetapkan menjadi Cagar Budaya Nasional pada 2004. Kini, benteng tersebut difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah.
Benteng Bersejarah yang Mistis
Selayaknya bangunan peninggalan penjajahan lainnya yang kental dengan kisah mistis, Benteng Marlborough juga memiliki cerita horor yang dipercaya oleh masyarakat. Ada yang mengatakan jika benteng ini dihantui oleh tahanan yang pernah menulis kisah pilunya di dinding dengan darahnya sampai meninggal.
Tak berhenti di situ, ada pula yang mengaku pernah melihat penampakan sosok wanita berambut pirang dengan pakaian khas Eropa di waktu magrib di sini. Sosok ini dikenal dengan nama Helen.
Kawan GNFI, banyak kisah mistis yang menyelimuti benteng ini. Konon, penjaga dan pengunjung ada yang mendengar suara-suara aneh, mulai dari rintihan sampai langkah kaki di area penjara dan barak.
Benteng yang dilengkapi dengan parit di sekelilingnya ini dipenuhi jebakan yang tajam. Entah sudah berapa banyak korban yang jatuh di parit tersebut.
Selain itu, Benteng Marlborough juga menjadi lokasi pemakaman orang penting, yakni Gubernur Richard Parr beserta istri dan asistennya. Mereka dikatakan tewas akibat serangan lokal.
Meskipun banyak kisah menakutkan, kawasan Benteng Marlborough menjadi lokasi wisata andalan masyarakat Bengkulu dan sekitarnya. Ada yang berminat mampir ke benteng peninggalan Inggris terbesar di Asia Tenggara ini?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


