Pemberian subsidi energi menjadi hal yang lumrah. Subsidi menjadi cerminan seberapa besar intervensi pemerintah sebuah negara dalam menjaga stabilitas hidup rakyatnya.
Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara pun menempatkan perlindungan energi sebagai salah satu prioritas anggaran. Pemberian subsidi yang cukup besar dari pemerintah di bidang energi ini bertujuan agar roda ekonomi tetap berputar.
Subsidi bisa membantu memastikan seluruh rumah tangga di Indonesia bisa mendapatkan keadilan energi. Bahkan, yang menarik, Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memberikan subsidi pada bahan bakar minyak (BBM) terbesar di dunia.
Daftar Negara denga Subsidi BBM Terbesar di Dunia
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA) tahun 2024, setidaknya ada 28 negara di dunia yang memberikan subsidi BBM. Di bawah ini adalah daftar 10 negara dengan subsidi BBM terbesar di dunia:
- Iran – US$35,81 miliar
- Indonesia – US$12,67 miliar
- Arab Saudi – US$12,26 miliar
- Rusia – US$12,09 miliar
- Mesir – US$10,63 miliar
- Aljazair – US$9,52 miliar
- Malaysia – US$5,61 miliar
- Irak – US$5,08 miliar
- Libya – US$4,94 miliar
- Venezuela – US$2,05 miliar
Mengapa Pemerintah Memberikan Subsidi?
Kawan GNFI, subsidi merupakan salah satu kebijakan untuk menstabilkan kondisi dalam negeri di tengah gejolak krisis global, perlambatan pertumbuhan, atau faktor domestik seperti inflasi dan ketimpangan ekonomi.
Subsidi berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat, mendorong investasi, serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Subsidi menjadi bentuk intervensi pemerintah dalam perekonomian dengan memberikan bantuan finansial untuk menurunkan harga barang atau jasa tertentu.
Merangkum dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, tujuan utama pemberian subsidi adalah untuk menjaga daya beli masyarakat dan melindungi sektor ekonomi yang rentan dari dampak eksternal, salah satunya kenaikan harga energi.
Saat harga minyak dunia naik, subsidi BBM bisa membantu menahan kenaikan harga di dalam negeri agar biaya transportasi dan produksi tetap terjangkau. Lewat subsidi ini, masyarakat tidak akan terbebani oleh lonjakan harga barang dan jasa.
BBM bersubsidi sendiri adalah BBM yang dijual dengan harga lebih murah karena diberikan subsidi oleh pemerintah melalui penggunaan dana APBN. BBM subsidi memiliki jumlah yang terbatas, sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah. Pun penggunaannya hanya diperuntukkan bagi konsumen tertentu.
Disadur dari situs resmi subsiditepat.mypertamina.id milik PT Pertamina (Persero), jenis BBM yang disubsidi adalah Biosolar dan Pertalite. Kedua jenis BBM ini memiliki kuota terbatas yang diatur pemerintah demi menjaga stabilitas APBN.
BBM bersubsidi membuat akses layanan energi menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat atau kelompok berpenghasilan rendah, sehingga menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan energi bagi seluruh kalangan.
Kawan GNFI, secara sederhana, subsidi BBM merupakan kunci pengendalian harga pangan lokal. Jika harga BBM naik, otomatis ongkos angkut bahan kebutuhan dari desa ke kota maupun sebaliknya akan melonjak.
Di sisi lain, subsidi di bidang energi juga menimbulkan dilema. Dikarenakan dana atau anggaran subsidi diambil dari APBN, ruang fiskal pemerintah untuk belanja produktif di bidang lain, seperti infrastruktur dan pendidikan bisa berkurang.
Oleh karena itu, pemerintah harus menyeimbangkan antara kebutuhan menjaga daya beli dan memastikan anggaran digunakan secara optimal.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


