michael bambang hartono pengusaha sukses atlet berprestasi dan tokoh bangkitnya como 1907 - News | Good News From Indonesia 2026

Michael Bambang Hartono: Pengusaha Sukses, Atlet Berprestasi, & Tokoh Bangkitnya Como 1907

Michael Bambang Hartono: Pengusaha Sukses, Atlet Berprestasi, & Tokoh Bangkitnya Como 1907
images info

Michael Bambang Hartono: Pengusaha Sukses, Atlet Berprestasi, & Tokoh Bangkitnya Como 1907


Siapa Michael Bambang Hartono? Jawabannya bisa macam-macam, mulai dari pengusaha sampai atlet.

Ya, Michael Bambang Hartono memang adalah seorang pengusaha besar. Perusahaannya juga tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Djarum dan BCA adalah dua di antaranya.

Di sisi lain, Bambang Hartono juga adalah seorang atlet. Ia menekuni bridge dan punya pengalaman mewakili Indonesia di ajang internasional.

Bambang Hartono wafat di Singapura pada Kamis (19/3/2026) siang dalam usia 86 tahun. Ia wafat dengan meninggalkan beragam cerita dari lika-liku kehidupannya, mulai dari saat bergelut dengan bisnis hingga memeras otak di arena bridge.

baca juga

Geliat Bisnis Michael Bambang Hartono: Dari Kretek sampai Bank

Michael Bambang Hartono adalah anak dari pengusaha kretek dari Jawa Tengah, Oei Wie Gwan. Ia lahir 2 Oktober 1939 dan memiliki adik bernama Robert Budi Hartono di mana keduanya dikenal sebagai Hartono bersaudara yang menguasai Grup Djarum.

Bambang Hartono dan adiknya mulai mengendalikan Djarum saat berusia 20-an tahun. Saat itu, keduanya mewarisi pabrik rokok kretek setelah ditinggal wafat sang ayah. Di tangannya dan Robert Budi, Djarum yang sudah beroperasi sejak 21 April 1951 pun semakin berkembang hingga seperti sekarang.

Tentu saja jalan Bambang Hartono dalam membesarkan Djarum tidak mudah. Pada awal-awal kepemimpinannya di perusahaan tersebut, pabriknya terbakar hingga Djarum mengalami kesulitan keuangan. Untungnya, ia tidak menyerah dan tetap meneruskan bisnisnya.

Berkat ketekunan Hartono Bersaudara, Djarum bangkit. Tak hanya bergeliat di Indonesia, Michael Bambang dan adiknya bahkan sukses membawa Djarum merilis berbagai varian produk dan mengekspor rokok ke luar negeri sejak 1972.

Setelah merasakan manisnya kebangkitan, Bambang Hartono kembali dihantam masa sulit saat krisis keuangan melanda Asia pada 1998. Untungnya, ia mampu membawa Djarum melewati krisis tersebut dan bahkan kemudian mengembangkan lini bisnisnya ke sektor perbankan dengan mengakuisisi sebagian saham Bank Central Asia (BCA).

Seperti bisnis rokoknya, Hartono membawa BCA moncer. Djarum pun menambah porsi kepemilikan di sana hingga akhirnya kini saham mayoritas bank tersebut berhasil dikuasai. Setelahnya, bisnis Bambang Hartono bersama Djarum Group semakin menggurita di mana ia merambah berbagai sektor lain seperti elektronik, properti, dan perkebunan.

Dengan kiprah panjangnya di dunia bisnis bersama Djarum Group, Bambang Hartono diketahui memiliki kekayaan dengan nilai mencapai 17,5 miliar dolar AS atau setara Rp297,41 triliun. Namanya pun bertengger di urutan ke-157 orang terkaya di dunia.

Terbaru, lewat perusahaan yang bernama SENT Entertainment, Bambang Hartono terjun ke bisnis olahraga. Perusahaannya itu mengelola klub sepak bola Italia, Como 1907.

Di tangan perusahaan Bambang Hartono, Como 1907 bertransformasi dari klub kecil yang terbelit krisis menjadi kekuatan baru sepak bola Italia. Berkat ini pula namanya jadi terkenal dan banyak dipuja-puji di Italia, khususnya Kota Como.

baca juga

Aksi Michael Bambang Hartono di Arena Bridge

Di samping sebagai pengusaha, Bambang Hartono dikenal sebagai atlet bridge yang jempolan. Seperti bisnis yang dikembangkannya dalam waktu yang lama, ia juga mengasah kemampuannya bermain bridge selama puluhan tahun.

Bambang Hartono mengenal bridge kartu pada era 1940-an saat ia masih berusia 6 tahun. Bermula dari melihat paman-pamannya bermain bridge, ia ikut kecantol dan ikut bermain.

Tak hanya sekadar untuk bersenang-senang, Bambang Hartono benar-benar serius menekuni bridge. Demi meningkatkan kemampuannya, ia berlatih di bawah arahan pelatih khusus.

Soal prestasi, Bambang Hartono tak main-main. Di level nasional, ia pernah meraih medali perunggu nomor bridge beregu putra PON 2012 di Riau. Sementara itu di level internasional, Bambang Hartono pernah menyabet medali perak di Kejuaraan Dunia Bridge untuk Piala Senior Bowl, juga medali perunggu Kejuaraan Bridge International 39th World Team Championships 2009, di Sao Paulo, Brasil.

Prestasi Bambang Hartono yang paling disorot adalah saat ia menyumbangkan medali perunggu nomor mixed team dan super mixed team Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Saat itu, ia bahkan tercatat sebagai atlet tertua dari kontingen Indonesia dengan usia 78 tahun. 

baca juga

 

 

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.