Sepak bola Eropa sering dikaitkan dengan investor dari Timur Tengah, Amerika Serikat, atau konglomerat Eropa.
Namun sebuah fakta menarik muncul di Italia: pemilik klub sepak bola paling kaya di negara tersebut justru berasal dari Indonesia. Keluarga Hartono, pemilik klub Como 1907, tercatat memiliki kekayaan yang melampaui pemilik klub-klub besar lain di Serie A.
Jejak Bisnis Global Keluarga Hartono
Keluarga Hartono dikenal sebagai salah satu keluarga terkaya di Asia. Dua tokoh utama di balik dinasti bisnis ini adalah Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.
Mereka merupakan pemilik Djarum Group serta pemegang saham besar di Bank Central Asia, dua perusahaan yang menjadi pilar utama kekayaan keluarga tersebut.
Menurut berbagai laporan keuangan global, kekayaan gabungan Hartono bersaudara diperkirakan mencapai lebih dari 40 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menjadikan mereka tidak hanya sebagai orang terkaya di Indonesia, tetapi juga sebagai salah satu individu paling kaya di dunia.
Dengan kekayaan tersebut, ketika mereka memasuki dunia sepak bola Eropa, dampaknya langsung terasa.
Dalam konteks kepemilikan klub sepak bola di Italia, kekayaan keluarga Hartono bahkan melampaui pemilik sejumlah klub besar di Serie A. Hal inilah yang membuat mereka sering disebut sebagai pemilik klub sepak bola paling kaya di Italia.
Akuisisi Como 1907
Keterlibatan keluarga Hartono dalam sepak bola Italia dimulai pada tahun 2019 ketika mereka membeli klub Como 1907 melalui perusahaan SENT Entertainment yang terafiliasi dengan Grup Djarum. Pada saat itu, Como sedang berada dalam kondisi sulit dan bermain di Serie D, kasta keempat liga Italia.
Harga pembelian klub tersebut tergolong relatif kecil untuk ukuran sepak bola Eropa, yakni sekitar 850 ribu euro. Selain membeli klub, pihak Hartono juga langsung melunasi utang Como sebesar 150 ribu euro agar operasional klub dapat kembali stabil.
Langkah tersebut menjadi titik awal transformasi besar bagi klub yang berbasis di kota Como, Italia utara. Dengan dukungan finansial yang kuat dan manajemen modern, Como perlahan bangkit dari kondisi krisis menuju stabilitas.
Transformasi dan Kebangkitan Klub
Setelah diakuisisi, Como 1907 mulai menjalani proses pembangunan ulang secara menyeluruh. Investasi tidak hanya dilakukan pada pemain, tetapi juga pada manajemen klub, infrastruktur, dan strategi pengembangan jangka panjang.
Dalam beberapa tahun saja, klub ini berhasil naik kasta secara bertahap. Dari Serie D, Como mampu promosi ke Serie C, kemudian ke Serie B, hingga akhirnya kembali mencapai Serie A setelah puluhan tahun tidak tampil di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Tidak hanya itu, Como 1907 sekarang juga bertengger di posisi empat klasemen sementara, membuat mereka berpotensi berlaga di Liga Champions musim depan untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Peluang menjuarai Coppa Italia pun masih terbuka karena mereka lolos ke fase semifinal dan akan menghadapi Inter Milan di laga leg kedua pada 22 April 2026 setelah hasil imbang di leg pertama.
Keberhasilan ini juga didukung oleh kehadiran sejumlah tokoh sepak bola internasional dalam struktur klub.
Beberapa nama terkenal seperti Cesc Fàbregas dan Thierry Henry terlibat sebagai pemegang saham minoritas, sementara mantan pemain Chelsea, Dennis Wise, turut berperan dalam manajemen klub.
Kombinasi antara investasi finansial, manajemen profesional, dan pengalaman sepak bola internasional menjadi fondasi penting bagi kebangkitan Como.
Pengaruh Globalisasi dalam Sepak Bola
Kepemilikan Como oleh keluarga Hartono juga mencerminkan tren globalisasi dalam sepak bola modern. Dalam beberapa dekade terakhir, banyak klub Eropa diakuisisi oleh investor internasional yang melihat sepak bola sebagai industri global dengan nilai ekonomi besar.
Masuknya pengusaha Indonesia ke dalam ekosistem sepak bola Italia menunjukkan bahwa investasi olahraga tidak lagi didominasi oleh negara-negara Barat atau Timur Tengah. Asia Tenggara kini juga mulai memiliki peran dalam industri sepak bola global.
Selain itu, kepemilikan Como oleh keluarga Hartono juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam bidang pemasaran, pariwisata olahraga, dan pengembangan talenta sepak bola internasional.
Investasi yang Mengubah Como 1907
Kisah Como 1907 merupakan contoh menarik bagaimana investasi global dapat mengubah nasib sebuah klub sepak bola. Di balik transformasi klub tersebut berdiri keluarga Hartono, konglomerat asal Indonesia yang kini tercatat sebagai pemilik klub sepak bola paling kaya di Italia.
Dengan kekayaan besar, visi jangka panjang, dan manajemen modern, keluarga Hartono tidak hanya menghidupkan kembali Como 1907, tetapi juga memperlihatkan bahwa pengaruh Indonesia kini mulai terasa dalam panggung sepak bola Eropa.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


